Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis of Difficulties Faced by Fourth-Grade Teachers in Teaching Arts and Culture Subjects on Visual Arts Material at SDN 2 Ngembal Endry, Ravena Zahra; Hidayah, Nor; Wijayanto, Wasis
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 26, No 2 (2024): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ekspresi.v26i2.5008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan guru dalam mengajar SBdP materi seni rupa di kelas IV SDN 2 Ngembal Kulon serta mencari solusi yang dapat mendukung kelancaran proses pembelajaran. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan utama meliputi keterbatasan sarana, media, metode, waktu pembelajaran, dan penilaian yang subjektif. Solusi yang diusulkan mencakup pengembangan profesional guru, penggunaan media kreatif, serta penerapan metode yang interaktif dan sesuai dengan gaya belajar siswa. Studi ini memberikan kontribusi penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran seni rupa di sekolah dasar serta menjadi referensi bagi guru dan pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan serupa.
PEMBELAJARAN PECAHAN DENGAN PENDEKATAN PMRI BERBANTU MEDIA PIZZA DI SDN 1 NGEMBAL Endry, Ravena Zahra; Septiarini, Diah Ayu Putri; Zuliana, Eka
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 20 No. 1 (2025): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/alihda.v20i1.213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan media pizza melalui pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dalam pembelajaran pecahan pada siswa kelas III SDN 1 Ngembal Kulon. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah 30 siswa. Hasil menunjukkan bahwa penerapan media pizza dalam pendekatan PMRI mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep pecahan, dengan 80% siswa berhasil mencapai tingkat pemahaman yang baik. Media pizza memberikan pengalaman konkret yang membantu siswa memahami pecahan melalui kegiatan interaktif. Penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan alat bantu yang relevan dan kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika.
Integrasi Karakter Religius dan Kearifan Lokal: Model Pembelajaran PAUD Berbasis Tradisi NU di KB Muslimat NU Miftahul Ulum Wijayanto, Wasis; Sefiyani, Windi Putri Kurnia; Endry, Ravena Zahra
FONDATIA Vol 10 No 1 (2026): MARET
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/fondatia.v10i1.6039

Abstract

The critical need to integrate moderate Aswaja-based religious character with the preservation of Kudus local wisdom as a bulwark against globalization in early childhood education has not yet been widely explored. This study aims to describe the flagship program model and analyze the learning system at Kelompok Bermain (KB) Muslimat NU Miftahul Ulum Loram Kulon, Kudus, in the context of integrating religious character and local wisdom. A descriptive qualitative method was employed with data triangulation through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis conducted over one month. The findings show that flagship programs such as the habituation of Sholat Dhuha, memorization of Surat al-Wāqiʿah, Friday ziarah activities, and participation in Ampyang Maulid are effectively internalized through a hidden curriculum based on play-based learning. The main findings include: (1) visualization of spiritual values through consistent daily religious activities; (2) strengthening of cultural identity through active participation in local Kudus traditions; and (3) the formation of moderate character through the principles of Tawassuth, Tawazun, and Tasamuh, which are integrated into every learning activity, with teachers acting as key facilitators who bridge spiritual and cultural values in each learning center. This synergy model produces children’s character outcomes that are religious, moderate, and firmly rooted in local cultural identity, and can be positioned as a best practice for faith-based early childhood education. The study is limited in terms of generalizability because it was conducted in a single institution, has not measured long-term impacts, and assesses character primarily through qualitative-descriptive indicators. Nevertheless, the integration model has a significant impact on shaping children’s identity as “Cah Kudus” with noble character and offers a framework that can be replicated in other PAUD institutions under Nahdlatul Ulama in Indonesia, with adaptation to the local wisdom of each region.