Sefiyani, Windi Putri Kurnia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pendekatan PMRI Berbantuan Media Papan Penjumlahan dalam Pemahaman Matematika Siswa Kelas 2 di SDN Purwokerto Sefiyani, Windi Putri Kurnia; Sucitra, Sucitra; Zuliana, Eka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.24939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) yang berbantuan media papan penjumlahan dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep bilangan cacah di kelas II SDN Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan triangulasi data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara.subjek penelitian terdiri dari 25 siswa, yakni 10 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media papan penjumlahan dengan PMRI secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil belajar mereka. Sebanyak 85% siswa menyatakan ketertarikan terhadap media pembelajarann dan lebih mudah memahami materi bilangan cacah. Proses pembelajaran melibatkan empat tahap iceberg PMRI, yaitu situasi konkret, model konkret, model abstrak, dan pengetahuana formal. Penelitian ini menunjukkan bahwa media papan penjumlahan efektif dalam memperbaiki hasil belajar siswa dan dapat menjadi alat pembelajaran inovatif yang relevan dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Integrasi Karakter Religius dan Kearifan Lokal: Model Pembelajaran PAUD Berbasis Tradisi NU di KB Muslimat NU Miftahul Ulum Wijayanto, Wasis; Sefiyani, Windi Putri Kurnia; Endry, Ravena Zahra
FONDATIA Vol 10 No 1 (2026): MARET
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/fondatia.v10i1.6039

Abstract

The critical need to integrate moderate Aswaja-based religious character with the preservation of Kudus local wisdom as a bulwark against globalization in early childhood education has not yet been widely explored. This study aims to describe the flagship program model and analyze the learning system at Kelompok Bermain (KB) Muslimat NU Miftahul Ulum Loram Kulon, Kudus, in the context of integrating religious character and local wisdom. A descriptive qualitative method was employed with data triangulation through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis conducted over one month. The findings show that flagship programs such as the habituation of Sholat Dhuha, memorization of Surat al-Wāqiʿah, Friday ziarah activities, and participation in Ampyang Maulid are effectively internalized through a hidden curriculum based on play-based learning. The main findings include: (1) visualization of spiritual values through consistent daily religious activities; (2) strengthening of cultural identity through active participation in local Kudus traditions; and (3) the formation of moderate character through the principles of Tawassuth, Tawazun, and Tasamuh, which are integrated into every learning activity, with teachers acting as key facilitators who bridge spiritual and cultural values in each learning center. This synergy model produces children’s character outcomes that are religious, moderate, and firmly rooted in local cultural identity, and can be positioned as a best practice for faith-based early childhood education. The study is limited in terms of generalizability because it was conducted in a single institution, has not measured long-term impacts, and assesses character primarily through qualitative-descriptive indicators. Nevertheless, the integration model has a significant impact on shaping children’s identity as “Cah Kudus” with noble character and offers a framework that can be replicated in other PAUD institutions under Nahdlatul Ulama in Indonesia, with adaptation to the local wisdom of each region.