Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

REDESAIN PASAR TRADISIONAL TOMOHON DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR DI KOTA TOMOHON Moloku, Semuel; Budhyowati, M.Y. Noorwahyu; Kawatu, Freike E.
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v4i2.7786

Abstract

Traditional markets are places for buying and selling transactions for food necessities. One of the markets in Tomohon City is the traditional market (Pasar Beliman Tomohon), a market with conditions that appear to be irregular in terms of the grouping of food types and circulation that is not well mapped. As time went by, traders began to fill up on the sides of the road, disrupting transportation activities on the highway. In general, the city of Tomohon is located in a strategic place, apart from being known as an educational city and tourist destination, this city is also known as a city that has traditional markets in Indonesia in North Sulawesi. Broadly speaking, usually the market is known as the process that occurs between buyers and sellers in reaching an agreement on price. And seeing this phenomenon, especially the increasing presence of visitors from within the city and from outside the city, this has triggered the development of a market that is increasingly crowded with the activities of traders and buyers. The application of Neo-vernacular architecture in the design of this traditional market can provide a representative image of the city of Tomohon, including the Paslaten 1 sub-district, which expresses elements of the shape of the surrounding environment as well as models of craft products from the Paslaten sub-district.  
REDESAIN TERMINAL MAESAAN DI LANGOWAN KABUPATEN MINAHASA Kelung, Rafelino; D.J. Mailangkay, Sonny; Kawatu, Freike E.
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v4i1.7962

Abstract

Langowan merupakan salah satu daerah di minahasa sulawesi utara yang memiliki sejarah yang penting, melibatkan aspek demografi, geografi, agama, budaya, ekonomi dan politik. Dengan pertumbuhan penduduk yang signifikan, langowan menghadapi tantangan dalam hal infrastruktur yaitu terminal. Saat ini terminal yang ada belum memenuhi standart sehingga menyebabkan ketidaknyamanan pengguna dan juga terjadi kesemrawutan lalu lintas. Penelitian ini mencoba meredesain terminal maesaan di langowan sebagai terminal tipe B dengan menggunakan pendekatan kontemporer. Diperlukan perbaikan untuk memastikan terminal mampu mengakomodasi peningkatan aktivitas manusia, menyediakan jalur yang teratur, efisien dan nyaman. Diharapkan dapat meningkatkan aksebilitas dan memberikan infrastruktur yang memadai, mendukung pertumbuhan ekonomi serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui desain kontemporer diharapkan terminal ini tidak hanya efisien secara fungsional tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.
PERANCANGAN TAMAN BUDAYA ADAT TABI DI KOTA JAYAPURA Karamman, Indar; Budhyowati, M.Y. Noorwahyu; Kawatu, Freike E.; Kilis, Billy M. H.
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur DeSciArs Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/g1rpkh10

Abstract

Papua sangat dikenal dengan kekayaan dan keberagaman adat dan budayanya Dari 7 wilayah adat Kota Jayapura termasuk dalam salah satu kota di wilayah adat Tabi yang mana pemerintah dan masyarakat sering membuat kegiatan kesenian dan kebudayaan Banyak kegiatan maupun festival festival seni dan budaya diselenggarakan setiap tahunnya Bahkan terdapat festival yang sudah menjadi acara tetap setiap tahunnya Banyak sanggar sanggar seni mengisi acara tersebut dengan tarian tarian tradisional maupun modern juga pameran pameran kesenian tradisional yang diperlihatkan pada beberapa festival membuktikan masyarakat di Kota Jayapura masih menjaga dan melestarikan tradisi dan budaya mereka Kota Jayapura sendiri sebelumnya memiliki taman budaya namun penataan yang kurang baik dan kurang menarik membuat taman budaya ini sudah jarang dikunjungi oleh masyarakat maupun wisatawan Bahkan sudah tidak difungsikan sebagaimana mestinya juga sudah tidak terawat dan tidak terjaga dengan baik Sehingga diperlukan wadah untuk kembali memperkenalkan melestarikan dan mengembangkan kesenian dan budaya Papua khususnya Adat Tabi melalui pameran pelatihan konvensi pagelaran dan kegiatan seni massal lainnya Perancangan Taman Budaya Adat Tabi di Kota Jayapura menggunakan pendekatan Arsitektur Regionalisme sebagai identitas daerah di masa sekarang menjadi solusi dalam perancangan ini Arsitektur Regionalisme sebagai identitas daerah dapat merespon perencanaan dan perancangan ini untuk memperkenalkan ciri khas daerah Adat Tabi khusunya di Kota Jayapura.
MULTI PURPOSE BUILDING DI KOTA MANADO Manangkot, Millenio; Kawatu, Freike E.; Mailangkay, Sonny D. J.; Lombok, Claudia Irene
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur DeSciArs Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dgtf2w41

Abstract

Kota Manado sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Utara mengalami perkembangan pesat dalam sektor ekonomi sosial dan pariwisata Keindahan alam seperti Taman Laut Bunaken kekayaan budaya dan berbagai acara berskala nasional hingga internasional menjadikan Manado sebagai kota yang semakin dikenal di kancah global Namun pertumbuhan tersebut belum diimbangi dengan ketersediaan fasilitas infrastruktur khususnya gedung serbaguna multi purpose building yang mampu mendukung berbagai kegiatan berskala besar Selain itu Manado merupakan wilayah dengan potensi bencana alam yang tinggi seperti gempa bumi dan tsunami Oleh karena itu diperlukan perancangan bangunan serbaguna yang tidak hanya fleksibel dan representatif untuk berbagai acara tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas Emergency Operations Center EOC Bangunan ini dirancang dengan struktur tahan bencana agar dapat difungsikan sebagai pusat koordinasi darurat sekaligus tempat evakuasi saat terjadi bencana guna meningkatkan ketangguhan kota dalam menghadapi situasi krisis.
PERANCANGAN KAWASAN WISATA PANTAI LAKBAN DESA RATATOTOK TIMUR KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Ngantung, Cindy; Budhyowati, M.Y. Noorwahyu; Kawatu, Freike E.
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur DeSciArs Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/7epnth74

Abstract

Sebagai Negara berkembang Indonesia terus berupaya mencapai hasil terbaik di semua aspek pembangunannya termasuk pariwisata [1] Dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan pengelolaan lingkungan sebagai destinasi wisata Salah satu provinsi yang memiliki potensi pantai yang sangat indah adalah Sulawesi Utara Di Sulawesi Utara terdapat banyak destinasi wisata pantai yang masih terawat dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi namun tampaknya penataan komponen pantai dan penyediaan sarana dan prasarananya belum tertangani secara efektif salah satunya yang berada di Kabupaten Minahasa Tenggara Dengan potensi wisata alamnya yang luar biasa Ratatotok merupakan salah satu kecamatan yang tengah berkembang di Kabupaten Minahasa Tenggara dengan adanya Pantai Lakban yang cukup terkenal di Desa Ratatotok Timur memiliki keindahan alam yang masih alami dan patut untuk dilestarikan dilindungi dan ditingkatkan Kawasan Wisata Pantai Lakban dirancang untuk memaksimalkan pemandangan dengan memanfaatkan potensi alam yang ada Kawasan ini juga bertujuan untuk menciptakan destinasi wisata dengan fitur aksesibilitas dan visibilitas yang dapat membantu wisatawan dalam beraktivitas sekaligus menjadi wadah bagi pemerintah dan masyarakat setempat untuk mengembangkan pariwisata yang ada dan meningkatkan perekonomian daerah untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Minahasa Tenggara.