Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EMERGENCY NON-OBSTETRIC SURGERY DURING PREGNANCY: ANESTHETIC AND PAIN MANAGEMENT IN OVARIAN CYST TORSION Leonardo, Peter; Anggraeni, Novita; Masjkur, Diana
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol. 9 No. 2 (2024): BERKALA ILMIAH KEDOKTERAN DUTA WACANA
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v9i2.1036

Abstract

The management of non-obstetric emergency surgeries during pregnancy presents unique challenges that necessitate careful consideration of both maternal and fetal health. This case report outlines the management of a pregnant patient (G3P2A0H2, 10-11 weeks gestation) who presented with acute abdominal pain due to a suspected ovarian cyst torsion. The patient underwent exploratory laparotomy under spinal anesthesia with bupivacaine, morphine, and fentanyl. Postoperative pain was managed using a multimodal analgesic strategy including surgical wound infiltration with 0.25% ropivacaine combined with dexamethasone. This technique was used to minimize opioid use and enhance recovery. The patient experienced stable hemodynamics and minimal postoperative pain (VAS 1-2), and was discharged on the third postoperative day. This case highlights the importance of effective pain management, particularly during non-obstetric surgeries during pregnancy. Regional anesthesia, along with local infiltration of ropivacaine and dexamethasone, provides an effective pain control strategy, contributing to faster recovery and enhanced patient satisfaction while minimizing systemic opioid exposure.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar untuk Siswa SMA Negeri 4 Mandau, Duri Irawan, Dino; Anggraeni, Novita; Putra, Ricko Yorinda; Pardede, Annissa Shafira; Leonardo, Peter; Ton, Yori Yarson
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7124

Abstract

Kemampuan serta pemahaman mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) sangatlah penting karena dapat membekali seseorang dengan kemampuan dasar untuk menolong korban dalam berbagai keadaan gawat darurat, bencana, maupun insiden sehari-hari. Pelatihan mengenai BHD penting diperkenalkan sejak usia dini. Diharapkan kegiatan ini dapat memperluas wawasan dan keterampilan remaja dalam memberikan pertolongan pertama, khususnya pada situasi gawat darurat. Idealnya, seluruh masyarakat memiliki keterampilan dasar pertolongan pertama melalui pelatihan rutin agar pengetahuan tetap terjaga. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan penyuluhan dan pelatihan BHD diberikan kepada siswa SMA Negeri 4 Mandau. Tujuan program ini adalah meningkatkan pemahaman serta keterampilan remaja dalam melakukan BHD saat menghadapi keadaan darurat. Pelatihan mengenai BHD dilakukan dengan penyampaian materi serta praktik langsung. Pelatihan mengenai BHD ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Mandau dalam kegiatan edukasi dan pelatihan sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hasil penilaian menunjukkan bahwa sebelum pelatihan sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan rendah (83,4%). Setelah diberikan pelatihan, terjadi peningkatan, dimana tidak ada peserta yang bepengetahun kurang, sebanyak 56,6% peserta mencapai kategori baik dan 44,4% berada pada kategori cukup. Selama kegiatan, siswa berkesempatan melakukan praktik Resusitasi Jantung Paru (RJP) menggunakan manekin dengan pendampingan instruktur, sehingga mayoritas telah mampu melakukan prosedur sesuai standar. Dengan melihat hasil diatas dapat disimpulkan bahwa kemampuan dan keterampilan mengenai BHD sangat penting untuk diperkenalkan sejak usia remaja