Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Myocardial Injury after Noncardiac Surgery: A Case Report of Acute Chest Pain and Elevated Troponin Levels, Challenges and Management Strategies Ton, Yori Yarson; Anggraeni, Novita; Irawan, Dino; Hidayat, Nopian
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) Vol 17, No 3 (2025): JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia)
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jai.v0i0.68386

Abstract

Background: Perioperative myocardial injury is a common complication following noncardiac surgery, linked to significant morbidity and mortality. With over 300 million surgeries performed worldwide annually, this number has increased by more than 100 million in the past two decades.Case: A 42-year-old woman underwent elective craniotomy for a right cerebellar hemangioblastoma and was admitted to the intensive care unit (ICU) postoperatively. On day three, she developed typical chest pain, inferior ST-elevation myocardial infarction (STEMI), and cardiogenic shock. Her medical history included the use of euthyrox following a total thyroidectomy 15 years prior, with no prior cardiac issues. Upon examination, she was conscious but had low blood pressure (58/41 mmHg), an elevated heart rate (103 bpm), and cold extremities. Her troponin I level was elevated at 9383.0 ng/mL. The diagnosis was major postoperative myocardial infarction.Therapy: The patient received aspirin, atorvastatin, heparin, norepinephrine, and dobutamine for shock management, with close hemodynamic monitoring. By day six, her condition improved, and her electrocardiogram (ECG) was normal. By day nine, she was transferred to the high care unit.Discussion: Myocardial injury after noncardiac surgery (MINS) includes both myocardial infarction and ischemic myocardial injury, which may not meet the Universal Definition of Myocardial Infarction. MINS usually occurs within 30 days of surgery, especially within the first 72 hours. Its causes are multifactorial, including plaque rupture, oxygen supply-demand imbalance, arrhythmias, and pulmonary embolism. Studies suggest that cardiovascular therapy, including aspirin and statins, is effective. Aspirin reduces 30-day mortality, while statins offer long-term benefits through anti-inflammatory effects. Low-dose aspirin, statins, and Renin-Angiotensin System inhibitors are recommended.Conclusion: MINS is a serious postoperative complication, even in patients without a history of cardiovascular disease, as demonstrated in this case. Prompt recognition and appropriate therapy with aspirin, heparin, and statins, along with close monitoring, can lead to significant clinical improvement.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar untuk Siswa SMA Negeri 4 Mandau, Duri Irawan, Dino; Anggraeni, Novita; Putra, Ricko Yorinda; Pardede, Annissa Shafira; Leonardo, Peter; Ton, Yori Yarson
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7124

Abstract

Kemampuan serta pemahaman mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) sangatlah penting karena dapat membekali seseorang dengan kemampuan dasar untuk menolong korban dalam berbagai keadaan gawat darurat, bencana, maupun insiden sehari-hari. Pelatihan mengenai BHD penting diperkenalkan sejak usia dini. Diharapkan kegiatan ini dapat memperluas wawasan dan keterampilan remaja dalam memberikan pertolongan pertama, khususnya pada situasi gawat darurat. Idealnya, seluruh masyarakat memiliki keterampilan dasar pertolongan pertama melalui pelatihan rutin agar pengetahuan tetap terjaga. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan penyuluhan dan pelatihan BHD diberikan kepada siswa SMA Negeri 4 Mandau. Tujuan program ini adalah meningkatkan pemahaman serta keterampilan remaja dalam melakukan BHD saat menghadapi keadaan darurat. Pelatihan mengenai BHD dilakukan dengan penyampaian materi serta praktik langsung. Pelatihan mengenai BHD ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Mandau dalam kegiatan edukasi dan pelatihan sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hasil penilaian menunjukkan bahwa sebelum pelatihan sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan rendah (83,4%). Setelah diberikan pelatihan, terjadi peningkatan, dimana tidak ada peserta yang bepengetahun kurang, sebanyak 56,6% peserta mencapai kategori baik dan 44,4% berada pada kategori cukup. Selama kegiatan, siswa berkesempatan melakukan praktik Resusitasi Jantung Paru (RJP) menggunakan manekin dengan pendampingan instruktur, sehingga mayoritas telah mampu melakukan prosedur sesuai standar. Dengan melihat hasil diatas dapat disimpulkan bahwa kemampuan dan keterampilan mengenai BHD sangat penting untuk diperkenalkan sejak usia remaja