Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN KEPADATAN TERIPANG (HOLOTHUROIDEA) DENGAN KERAPATAN LAMUN DI PERAIRAN PULAU BUNTAL-TELUK KOTANIA, KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Bachmid, Salahuddin; Siahainenia, Laura; Tupan, Charlotha I
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 16 No 2 (2020): Jurnal TRITON
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.968 KB) | DOI: 10.30598/TRITONvol16issue2page84-96

Abstract

Buntal island has rich potency of both seagrass and sea cucumber. Seagrass ecosystem is the habitat of one among the economic valued biota, sea cucumber. The purpose of the research are: 1) to know the environmental condition; 2) to know the seagrass condition; 3) to know the community structure of the sea cucumber; 4) to know the spatial distribution of sea cucumber in the seagrass ecosystem; and 5) to analyze the relation of the density of sea cucumber and the density of seagrass in the waters of Buntal island-Kotania Bay, West Seram Regency. The sample are taken systematically using Belt Transect. The research is located in 2 observation stations where each station is determines into 3 zones. Seagrass condition is analyzed consist of density, frequency of presence and percentage of seagrass cover. The community structure of sea cucumber includes the density and frequency of presence. Spatial distribution mapping on the sea grass ecosystem is using ArcGIS application. The simple linear regression analysis and Pearson correlation are used to analyze the relation between the density of the sea cucumber and the density of the seagrass. The result of the research shows that the whole environmental parameters on the waters of Buntal Island support the existence of both the seagrass and the sea cucumber. The research finds 5 varieties of seagrass and 11 varieties of sea cucumber. Thalassia hemprichii is the seagrass variety that dominates the ecosystem while Holothuria leucospilota and H. atra are the varieties of sea cucumber with high density on Buntal Island waters. The healthy seagrass condition (well covered) is found in station 1 and bad health condition (worse covered) is found in station 2. The relation between the density of sea cucumber and the density of seagrass on the waters of Buntal Island, it is concludes that there is a high relation where the higher the density of seagrass the higher the density of the sea cucumber. ABSTRAK Pulau buntal memiliki potensi sumberdaya lamun maupun teripang yang melimpah. Ekosistem lamun sebagai habitat bagi sumberdaya teripang yang merupakan salah satu biota berekonomis penting. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) mengetahui kondisi lingkungan; 2) mengetahui kondisi lamun; 3) mengetahui struktur komunitas teripang; 4) mengetahui distribusi spasial teripang pada ekosistem lamun; 5) menganalisis hubungan kepadatan teripang dengan kerapatan lamun di perairan Pulau Buntal-Teluk Kotania, Kabupaten Seram Bagian Barat. Pengambilan sampel lamun dan teripang dilakukan secara sistematik menggunakan metode Belt Transek. Lokasi penelitian terdiri dari 2 stasiun pengamatan dan setiap stasiun terbagi menjadi 3 zona. Kondisi lamun yang dianalisis meliputi kerapatan, frekuensi kehadiran dan persentase tutupan lamun. Struktur komunitas teripang meliputi kepadatan dan frekuensi kehadiran. Peta distribusi spasial teripang pada ekosistem lamun menggunakan aplikasi ArcGIS. Analisis regresi linear sederhana dan korelasi pearson untuk melihat pengaruh serta hubungan kepadatan teripang dengan kerapatan lamun. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa sacara keseluruhan parameter lingkungan di perairan Pulau Buntal sangat mendukung untuk kehidupan sumberdaya lamun maupun teripang. Ditemukannya lima jenis lamun dan 11 jenis teripang. Thalassia hemprichii merupakan jenis lamun yang sangat mendominasi pada komunitas lamun di perairan Pulau buntal. Jenis teripang Holothuria leucospilota dan H. atra memiliki nilai kepadatan yang tinggi pada perairan pulau Buntal. Dengan kondisi lamun sehat (tutupan baik) pada stasiun 1 dan tidak sehat (tutupan rusak) pada stasiun 2. Hubungan kepadatan teripang dengan kerapatan lamun pada Perairan Pulau Buntal dapat disimpulkan terdapat hubungan yang tinggi sehingga semakin tinggi kerapatan lamun akan diikuti oleh tingginya kepadatan teripang. Kata Kunci: Lamun, teripang, kepadatan, ekosistem lamun, Pulau Buntal
POTENSI KOMUNITAS MANGROVE PANTAI TIAL KABUPATEN MALUKU TENGAH Pentury, Reinhardus; Pietersz, Janson H; Tuapattinaja, Maureen A; Pello, Frederika S; Huliselan, Niette V; Hulopi, Mahriyana; Tupan, Charlotha Irenny
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 16 No 2 (2020): Jurnal TRITON
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.9 KB) | DOI: 10.30598/TRITONvol16issue2page68-76

Abstract

Mangrove community in Tial is potential and roles importantly for aquatic organism, local community and especially for coastal waters abrasion control in Tial. Due to the high rate abrasion in Tial, mangrove community should be maintained and conserved. Therefore, the research is done in order to analyze mangrove composition, its potency and its condition on the coast of Tial. Belt transect and hemispherical photography method are used to collect data by determining the observation station. Three plots of 10 x 10 meter squares are placed in every observation station without space in between each plot where the ≥ 15 cm of circumference trees measuring is done and canopy photo of breast height are taken up above perpendicularly. Microsoft Excel and Image J software are used to analyze collected data. The result shows that there are 9 species of mangrove from 7 genera and 5 families found in the coast of Tial. Sonneratia alba and Aegiceras floridum dominates the community where A. floriduim with 13 ind/100 m2 is the highest density species, while the frequency of occurrence and the highest dominance species is S. alba with the rate 0,67 and 2298,75 cm2/100 m2. Overall mangrove vegetation health is categorized good with a high density and in a medium canopy coverage. ABSTRAK: Komunitas mangrove merupakan komunitas yang cukup potensial dan memiliki peranan penting bagi organisme perairan sekitar dan bagi masyarakat setempat, terutama dalam mengendalikan abrasi pada pesisir pantai Tial. Laju abrasi yang terjadi pada pesisir pantai Negeri Tial cukup tinggi, sehingga keberadaan mangrove pada perairan tersebut perlu dijaga dan dilestarikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi, Potensi dan kondisi mangrove di perairan pantai Tial. Metode yang digunakan yaitu metode transek sabuk dan hemisperichal photography. Metode ini dilakukan dengan cara menentukan stasiun pengamatan, kemudian pada setiap stasiun pengamatan dibentuk petak pengamatan sebesar 10 x 10 m sebanyak tiga petak tanpa ada jarak antara petak pengamatan. Pada setiap petak pengamatan dilakukan pengambilan lingkar batang dengan ukuran ≥ 15 cm dan pengambilan foto kanopi dengan memotret setinggi dada secara tegak lurus kearah atas. Software Microsoft Excel dan Image J digunakan untuk menganalisis data pengukuran lingkar batang dan hasil foto kanopi. Dari hasil analisis diperoleh 9 spesies mangrove yang tergolong dalam 7 genera dan 5 famili. Sonneratia alba dan Aegiceras floridum merupakan spesies mangrove yang mendominasi komunitas mangrove pantai Tial. Kerapatan spesies tertinggi adalah A. floridum sebesar 13 ind/100m2, sedangkan frekuensi kehadiran dan dominasi spesies tertinggi adalah S. alba dengan nilai masing-masing 0,67 dan 2298,75 cm2/100m2. Kondisi kesehatan mangrove secara keseluruhan pada pantai Tial masih dalam kondisi baik dengan kerapatan mangrove tergolong padat dan tutupan kanopi tergolong sedang. Kata Kunci: mangrove, potensi, komunitas, kesehatan, pantai
MORFOMETRIK LAMUN Thalassia hemprichii BERDASARKAN TIPE SUBSTRAT DI PERAIRAN PANTAI TANJUNG TIRAM, POKA, TELUK AMBON DALAM Sermatang, Jessico H; Tupan, Charlotha I; Siahainenia, Laura
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 17 No 2 (2021): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.484 KB) | DOI: 10.30598/TRITONvol17issue2page77-89

Abstract

Seagrass as a flowering plant can live from muddy substrates to coral fractures. Differences in the characteristics of substrate type, nutrient content and aquatic environmental conditions can affect morphometric seagrass. The purpose of the study was to analyze environmental conditions and nutrient content as well as the morphometric characteristics of T. hemprichii seagrass based on differences in substrate type. This study was conducted in the waters of Tanjung Tiram Coastal, Poka from February-April 2021. Seagrass sampling was using the purposive sampling method. Data analysis was conducted using ANOVA with SPSS. The results of environmental parameters analysis showed that the water conditions of Tanjung Tiram, Poka are still at the tolerance limit intended for seagrass life. The substrate consists of sand substrate, gravel mixed sand substrate and mud substrate. The results of ANOVA showed that there was a significant difference in the content of sedimentary nutrients, especially phosphates in each substrate type and there was a significant difference in morphometric seagrass based on differences in substrate type and nutrient content. ABSTRAK Lamun sebagai tumbuhan berbunga dapat hidup mulai dari substrat berlumpur sampai dengan patahan karang. Perbedaan karakteristik jenis substrat, kandungan nutrien dan kondisi lingkungan perairan dapat mempengaruhi morfometrik lamun. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kondisi lingkungan dan kandungan nutrien serta karakteristik morfometrik lamun T. hemprichii berdasarkan perbedaan tipe substrat. Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Pantai Tanjung Tiram, Poka pada Bulan Februari-April 2021. Pengambilan sampel lamun menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan ANOVA dengan SPSS. Hasil analisis parameter lingkungan, menunjukan bahwa kondisi perairan Tanjung Tiram, Poka masih berada pada batas toleransi yang diperuntukan untuk kehidupan lamun. Substrat terdiri dari substrat pasir, pasir campur kerikil dan lumpur. Hasil anova menunjukan bahwa terdapat perbedaan kandungan nutrien sedimen khususnya fosfat secara signifikan pada masing masing tipe substrat dan terdapat perbedaan morfometrik lamun secara signifikan berdasarkan perbedaan tipe substrat dan kandungan nutrien. Kata Kunci: morfometrik, nutrien, substrat, Tanjung Tiram, Thalassia hemprichii
DINAMIKA POPULASI LAMUN Thalassia hemprichii PADA PERAIRAN PANTAI LATERI, TELUK AMBON DALAM Charlotha Irenny Tupan
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 3, No 1 (2019): JFMR VOL 3 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.333 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.01.8

Abstract

Penelitian dinamika populasi telah banyak dilakukan terhadap hewan, namun pada tumbuhan masih jarang. Selama ini penelitian pertumbuhan lamun lebih banyak dilakukan dengan cara pengukuran panjang daun. Namun demikian pertumbuhan lamun dapat diketahui selain melalui panjang daun juga melalui panjang rhizoma. Dengan rhizoma dapat diketahui umur, sekaligus dapat diestimasi laju rekruitmen dan laju mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan rhizoma horizontal dan vertikal, estimasi struktur umur, laju rekruitmen dan laju mortalitas serta menentukan status populasi dari lamun Thalassia hemprichii dengan menggunakan teknik rekonstruksi. Penentuan umur lamun berdasarkan interval plastochrone. Laju rekruitmen diestimasi dari struktur umur tegakkan hidup, sedangkan laju mortalitas diestimasi dari struktur umur tegakkan mati. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2017. Laju pertumbuhan rhizoma horizontal diperoleh sebesar 9.41 cm.thn-1, dan laju pertumbuhan rhizoma vertikal sebesar 1.30 cm.thn-1. Tegakan lamun T. hemprichii paling muda ditemukan berumur 0.08 tahun dan paling tua berumur 7.44 tahun. Distribusi umur memperlihatkan beberapa model, yang mencerminkan adanya kohort. Laju rekruitmen diperoleh sebesar 0.98 thn-1, dan laju mortalitas sebesar 1.12 thn-1. Populasi lamun T. hemprichii Perairan Pantai Lateri, Teluk Ambon Dalam, berada pada kondisi penurunan yang ditunjukkan dengan nilai rekruitmen yang lebih kecil dari pada nilai mortalitas.
Growth and Production of Leaves Thalassia hemprichii on The Suli Coastal Waters, Ambon Island Charlotha Irenny Tupan; Prulley Anette Uneputty
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.831 KB) | DOI: 10.12962/j25481479.v2i2.3647

Abstract

The aims of this study were to analyze the growth rate, production and biomass of Thalassia hemprichii leaves on different substrates in Suli coastal waters, Ambon Island. Data were collected at muddy substrate and sandy substrate by using tagging method. Tagging was applied weekly to 30 seagrass shoots for one month on each station. The growth rate of Thalassia hemprichii leaves ranged from 0.27±0.45 to 0.46±0.53 cmday-1. Production ranged from 5.08 to 8.64 gADWm-2day-1 and the biomass ranged from 245 to 541 gADWm-2.. The growth and production of T. hemprichii leaves is higher in sandy substrates than in muddy substrates
Potensi Karbon pada Lamun Thalassia hemprichii dan Enhalus acoroides di Perairan Pantai Waai Pulau Ambon Charlotha Irenny Tupan; Ferdinandus Sangur; Grasiano W Lailossa
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 5 No 3 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46252/jsai-fpik-unipa.2021.Vol.5.No.3.169

Abstract

Seagrass as a high-level plant utilizes carbon dioxide to produce organic matter and stores it in biomass, so that this plant has the potential to reduce carbon dioxide pollution in the environment. This study aimed to analyze the carbon stock and carbon sequestration of two seagrass species in Waai Coastal Waters, Ambon Island. Thalassia hemprichii and Enhalus acoroides were the main focus of this research. These species are the dominant species in Waai Coastal Waters. This research was conducted in June 2019 at two research stations based on substrate differences, namely Station 1 representing a muddy substrate, and Station 2 representing a sandy substrate. The analysis of carbon stocks was carried out using a biomass analysis approach, which was divided into above the substrate and below the substrate. The analysis of carbon sequestration was carried out using the production rate analysis approach. The carbon content analysis was based on the Walkley and Black method. Based on the research results, it was found that the potential carbon stock in E. acoroides ranged from 112.38 - 126.34 gC.m-2. It was higher than T. hemprichii that ranged from 9.31 - 11.28 gC.m-2. This carbon stock was higher at below substrate, especially in the rhizome, which reached 50% of the total carbon stock. The potential of carbon sequestration was also higher in E. acoroides (1.45 - 1.81 gC.m-2.d-1) compared to T. hemprichii (0.43 - 0.54 gC.m-2.d-1). The ability of these two species to absorb and store carbon was better in the muddy substrate area because of the sufficient nutrient content.
Produksi Lamun Thalassia hemprichii di Perairan Pantai Tanjung Tiram, Poka, Teluk Ambon Dalam Charlotha Irenny Tupan; Mintje Wawo
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.763 KB)

Abstract

Lamun memiliki produktivitas organik yang tinggi sehingga mampu menunjang keanekaragamanbiota suatu perairan. Produktivitas lamun berhubungan erat dengan laju pertumbuhan, dimana lajupertumbuhan yang tinggi akan menghasilkan produktivitas yang tinggi pula. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis pertumbuhan, produksi dan biomassa lamun T. hemprichii padasubstrat yang berbeda di perairan pantai Tanjung Tiram, Poka, Teluk Ambon Dalam. Penelitianini dilakukan pada 2 stasiun penelitian yaitu stasiun 1 dengan substrat dasar perairan campuranpasir dan kerikil dan stasiun 2 dengan substrat dasar pasir berlumpur. Metode yang digunakanadalah metode penandaan pada daun. Penandaan dilakukan pada 30 tegakan T. hemprichii dalamselang waktu 5 hari selama 20 hari pada masing-masing stasiun. Laju pertumbuhan lamun T.hemprichii diperoleh berkisar antara 0.24±0.24 – 0.38±0.45 cm.hr-1. Produksi berkisar antara10.13 - 19.55 gbk.m-2hr-1 dan biomassa berkisar antara 11.88 – 21.70 gbk.m-2. Pertumbuhan,produksi dan biomassa T. hemprichii lebih tinggi pada substrat pasir berlumpur (St 2) yangdidukung dengan tingginya kandungan fosfat dan nitrat sedimen, serta memiliki kecepatan pulihyang berkisar antara 9.0 – 9.16 %.Kata kunci: Biomassa, Pertumbuhan, Penandaan, Substrat.
PENYULUHAN TERKAIT ARTI PENTING EKOSISTEM MANGROVE DAN PERAN GENERASI MUDA DALAM MELIDUNGINYA PADA SMAN 3 AMBON Janson Hans Pietersz; Mahriyana Hulopi; Laura Siahainenia; Niette V. Huliselan; Frederika S. Pello; Charlotha I. Tupan; Maureen A. Tuapattinaja
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19156

Abstract

ABSTRAKEkosistem mangrove memiliki peran yang sangat penting  dalam menjaga kestabilan lingkungan baik di perairan laut maupun pada area terestrial, beberapa peran ekosistem mangrove untuk menjaga kestabilan lingkungan perairan laut yaitu, mangrove berperan penting dalam mendukung peningkatan produktivitas suatu  perairan, mangrove berperan sebagai habitat bagi beberapa organisme perairan dan juga sebagai area penyaring bahan-bahan pencemar yang berasal dari aktivitas antropogenik di wilayah terestrial. Berdasarkan peranan-peranan tersebut maka ekosistem mangrove sangat perlu dijaga dan dilestarikan, sehingga pemberian pemahaman dan pengetahuan melalui kegiatan penyuluhan terkait arti penting perlindungan ekosistem mangrove dan peran generasi muda dalam melindunginya perlu dilakukan terhadap siswa-siswi sekolah menengah atas yang merupakan generasi penerus bangsa dan merupakan generasi yang menjadi penentu masa depan bangsa ke depan. Metode yang digunakan, yaitu dalam bentuk penyuluhan dan pengetahuan penggunaan aplikasi Monmang 2.0 dalam mendeteksi kondisi kesehatan mangrove, serta kegiatan ini diikuti oleh 40 siswa. Berdasarkan kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat menimbulkan kebiasaan baik dari para siswa-siswi dalam menjaga keberlangsungan fungsi ekosistem pesisir khususnya ekosistem mangrove di Pulau Ambon, sehingga dapat berdampak positif yang bersifat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan. Kemudian dari kegiatan ini juga dapat memberikan masukan terhadap pihak sekolah dan pengurus OSIS, sehingga salah satu kegiatan ekstra kurikuler sekolah nantinya dapat berupa kegiatan yang merujuk pada pelestarian lingkungan, seperti kegiatan penanaman mangrove dan aksi bersih pantai.  Kata kunci: peran; mangrove;  generasi muda. ABSTRACTThe mangrove ecosystem is vital to maintaining environmental stability in marine and terrestrial areas. Several roles of the mangrove ecosystem are to maintain the stability of the marine environment; namely, mangroves play an essential role in supporting increased productivity of waters, and mangroves act as a habitat for several aquatic organisms. Moreover, it is a filter area for pollutants from anthropogenic activities in terrestrial areas. Based on these roles, the mangrove ecosystem needs to be protected and preserved, so providing understanding and knowledge through outreach activities regarding the importance of protecting the mangrove ecosystem and the role of the younger generation in protecting it needs to be carried out for high school students who are the nation's next generation and are the generation that will determine the future of the nation in the future. The method used was counseling and knowledge on using the Monmang 2.0 application in detecting mangrove health conditions, and 40 students attended this activity. Based on this outreach activity, it is hoped that it can create good habits among students in maintaining the sustainability of the function of coastal ecosystems, especially the mangrove ecosystem on Ambon Island so that it can have a positive, sustainable impact on society and the environment. Then, this activity can also provide input to the school and OSIS administrators so that one of the school's extra-curricular activities can later be an activity that refers to environmental preservation, such as mangrove planting activities and beach clean-up activities. Keywords: role; mangrove; young generation.
KARAKTERISTIK STOMATA DAN BENTUK-BENTUK AKTIVITAS PEMANFAATAN MANGROVE SEBAGAI DASAR PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE DI PERAIRAN DESA WAIHERU DAN DESA LEAHARI Simatauw, Annielisye; Tupan, Charlotha I; Mamesah, Juliaeta A B
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 20 No 2 (2024): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol20issue2page165-178

Abstract

Mangrove stomata play an important role in the process of photosynthesis and transpiration. Environmental pressure on mangrove forests results in a decrease in the function and important role of mangrove stomata for the environment. The purpose of this study was to analyze the density, number, type and distribution of mangrove leaf stomata; analyze the effect of temperature, salinity, pH, DO and light intensity parameters on the density, number of types and distribution of stomata; identify forms of mangrove ecosystem utilization activities; and formulate mangrove ecosystem management strategies in the waters of Waiheru Village and Leahari Village. This research took place in February-May 2024 in the waters of Waiheru Village and Leahari Village. The methods used were observation and interview methods. Mangrove leaves were analyzed at the Pattimura University Masela Block Support Integrated Laboratory, while the forms of use and management directions were analyzed descriptively qualitatively. The results showed that the stomatal density of the three species was in the high category. Anomocytic stomata type and scattered stomata distribution in the three species. Water parameters in the waters of Waiheru Village and Leahari Village are 31℃ and 32℃ for temperature, 20‰ and 21‰ for salinity, 8.3 and 8.1 for pH, 1.88 and 6.07 mg/l for DO. Water quality parameters affect stomatal density but not the pH parameter. Community activities in Waiheru Village were identified in the form of building tourist attractions, selling mangrove seedlings, mooring boats, marine fish farming and fishing. Activities in Leahari Village include mooring boats, bameti and fishing. Formulated 8 directions for mangrove ecosystem management in Waiheru Village, and 6 directions for mangrove ecosystem management in Leahari Village. ABSTRAK Stomata mangrove berperan penting dalam proses fotosintesis dan transpirasi. Tekanan lingkungan terhadap hutan mangrove mengakibatkan penurunan fungsi dan peran penting stomata mangrove bagi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kerapatan, jumlah, tipe dan distribusi stomata daun mangrove; menganalisis pengaruh parameter suhu, salinitas, pH, DO dan intensitas cahaya terhadap kerapatan, jumlah tipe dan distribusi stomata; mengidentifikasi bentuk-bentuk aktivitas pemanfaatan ekosistem mangrove; dan merumuskan strategi pengelolaan ekosistem mangrove di Perairan Desa Waiheru dan Desa Leahari. Penelitian ini berlangsung pada Februari-Mei 2024 di perairan Desa Waiheru dan Desa Leahari. Metode yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara. Daun mangrove dianalisa di Laboratoriuim Terpadu Pendukung Blok Masela Universitas Pattimura, sedangkan bentuk-bentuk pemanfaatan dan arahan pengelolaan dianalisa secara deskriptif kualitiatif. Hasil penelitian menunjukkan kerapatan stomata ketiga spesies termasuk dalam kategori tinggi. Tipe stomata anomositik dan distribusi stomata yang tersebar pada ketiga spesies. Parameter perairan di Perairan Desa Waiheru dan Desa Leahari masing-masing yaitu untuk suhu 31 dan 32 , nilai salinitas 20‰ dan 21‰, nilai pH 8,3 dan 8,1, nilai DO 1,88 dan 6,07 mg/l. Parameter kualitas perairan mempengaruhi kerapatan stomata namun tidak untuk parameter pH. Teridentifikasi aktivitas masyarakat di Desa Waiheru berupa membangun tempat wisata, menjual bibit mangrove, menambat perahu, budidaya ikan laut dan penangkapan ikan. Aktivitas di Desa Leahari berupa menambat perahu, bameti dan penangkapan ikan. Dirumuskan 8 arahan pengelolaan ekosistem mangrove di Desa Waiheru, dan 6 arahan pengelolaan ekosistem mangrove di Desa Leahari. Kata Kunci: Stomata, mangrove, pemanfaatan, Desa Waiheru, Desa Leahari
KAJIAN KOMPOSISI DAN KEPADATAN SAMPAH PESISIR KOTA DOBO, KABUPATEN KEPULAUAN ARU, MALUKU Koritelu, Johanis A; Selanno, Debby A J; Tupan, Charlotha I
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 20 No 2 (2024): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol20issue2page146-154

Abstract

Household activities, trade, fisheries and industrial activities cause negative impacts on the sustainability of the coastal environment. The negative impact that occurs is the problem of coastal waste, which has now become a global problem. Waste has an impact on the environment, economy and human health. The impact of this waste is also felt on the coast of Dobo City, Aru Islands Regency, Maluku. This study aims to analyze the composition and density of coastal waste, and provide technical direction for waste management in Dobo City. This research was conducted in April-June 2024, precisely on the coast of RT 006/004, Siwalima Village, Aru Islands District, Aru Islands Regency. Waste data collection was carried out using the line transect method parallel to the coastline and referring to the marine debris monitoring guidelines issued by the Indonesian Ministry of Environment and Forestry. The waste that has been obtained is then sorted by type and weighed to obtain the weight of the waste. Data analysis used NOAA standard classification and marine debris monitoring guidelines. The results showed that the types of waste consisted of plastic and rubber waste, metal, glass, wood and its derivatives, and clothing and its derivatives. Meanwhile, the highest waste composition in the research location is plastic and rubber at 55% with a density value of 16.12 types/m2. The lowest composition is glass waste at 2% with a density value of 0.04 species/m. Plastic waste still dominates the overall waste obtained as a result of the consumption of food and beverages and other goods in plastic packaging. There are six technical directions that can be recommended to overcome the waste problem in Dobo City. ABSTRAK Aktivitas rumah tangga, perdagangan, perikanan dan kegiatan industri menyebabkan dampak negatif bagi kelestarian lingkungan pesisir pantai. Dampak negatif yang terjadi yaitu masalah sampah pesisir yang saat ini telah menjadi permasalahan global. Sampah menimbulkan dampak bagi lingkungan, ekonomi serta kesehatan manusia. Dampak sampah ini juga dirasakan di pesisir pantai Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi dan kepadatan sampah pesisir, serta memberikan arahan teknis pengelolaan sampah di Kota Dobo. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Juni 2024 tepatnya di pesisir pantai RT 006/004, Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru. Pengambilan data sampah dilakukan dengan metode line transek sejajar garis pantai serta merujuk pada pedoman pemantauan sampah laut yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia. Sampah yang telah diperoleh kemudian dipilah berdasarkan jenisnya dan ditimbang untuk memperoleh berat sampah. Analisis data menggunakan klasifikasi standar NOAA dan pedoman pemantauan sampah laut. Hasil penelitian menunjukan jenis sampah terdiri dari sampah plastik dan karet, logam, kaca, kayu dan turunannya, serta pakaian dan turunannya. Sementara itu, komposisi sampah tertinggi pada lokasi penelitian adalah plastik dan karet sebesar 55% dengan nilai kepadatan 16,12 jenis/m2. Komposisi terendah adalah sampah kaca sebesar 2% dengan nilai kepadatan 0,04 jenis/m. Sampah jenis plastik memang masih mendoåminasi keseluruhan sampah yang diperoleh akibat dari konsumsi makanan serta minuman dan barang lainnya dalam kemasan plastik. Terdapat enam arahan teknis yang dapat direkomendasikan untuk mengatasi permasalahan sampah di Kota Dobo. Kata Kunci: Sampah, pesisir dan laut, plastik, logam, Dobo