Studi kasus ini mengkaji korelasi diantara kepercayaan diri dan hubungan teman sebaya terhadap kecerdasan emosional siswa sekolah dasar di wilayah Kecamatan Mandah, Provinsi Riau. Studi ini diarahkan untuk mengenali serta menganalisis secara simultan korelasi antara rasa percaya diri dan relasi antar teman sebaya dengan tingkat kecerdasan emosional pada peserta didik. Studi tersebut menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional, pengambilan bagian dari populasi dilakukan secara purposif terhadap 210 siswa kelas V sebagai subjek penelitian. Kuesioner berskala Likert digunakan sebagai alat utama dalam pengumpulan data yang telah dimodifikasi untuk relevansi konteks, pendekatan korelasi yang mengukur hubungan linear antara variabel dengan menggunakan rumus Pearson untuk menganalisis data yang terkumpul, baik parsial maupun ganda. Sebanyak 64,8% siswa tergolong memiliki tingkat kepercayaan diri yang dominan berdasarkan hasil distribusi data, kualitas interaksi dengan teman sebaya mencapai 68,1%, dan kecerdasan emosional sebesar 62,9%, yang seluruhnya berada pada karakteristik menengah atau sedang. Ditemukan koneksis yang bermakna secara positif antara variabel-variabel yang diteliti, berdasarkan hasil analisis statistik dengan signifikansi 0,000 (p < 0,01), yang mengindikasikan bahwa kepercayaan diri dan interaksi sosial secara simultan memberikan kontribusi bermakna pada kecerdasan emosional siswa.Temuan ini memperlihatkan bahwa semakin tinggi tingkat kepercayaan diri serta semakin bagus kualitas hubungan sosial peserta didik, maka semakin besar pula potensi peningkatan kecerdasan emosional yang mereka miliki. Hal ini memberikan dasar empiris bagi pengembangan program intervensi edukatif yang berfokus pada penguatan karakter dan keterampilan sosial siswa sekolah dasar. Dampak dari penelitian ini dapat berfungsi sebagai pijakan untuk merancang model pembelajaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan emosional peserta didik. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi praktis, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi untuk studi lanjutan yang menelusuri aspek lain dari kecerdasan emosional.