p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JUILMU
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kritis Pandangan Nomianisme dan Asketisme Serta Integrasinya dalam Pendidikan Agama Kristen Chenlin Doura Vivian Girsang; David Folind Zega; Amanda Kilala; Candra Gunawan Marisi
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/juilmu.v1i1.46-59

Abstract

Perkembangan teologi mulai dari abad pertama sampai detik ini telah menghasilkan banyak sekali ajaran-ajaran atau paham-paham teolog yang baru dalam kekristenan. Dan tidak jarang ajaran-ajaran tersebut merupakan ajaran-ajaran yang sesat atau bisa juga disebut bidat-bidat. Hal ini bisa saja terjadi karena salah menafsir atau mencoba menggabungkan Alkitab dengan kebiasaan saat itu. Salah satu dari ajaran sesat atau bidat yang muncul dalam abad pertama adalah nomianisme dan asketisme. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian yang benar mengenai nomianisme dan asketisme serta integrasinya dalam dunia pendidikan agama Kristen sehingga kelak diharapkan generasi ke depan bahkan orang-orang Kristen di zaman akhir ini tidak terikut dengan paham-paham yang salah ini. Dan memiliki pegangan yang kuat dalam kehidupannya sebagai orang Kristen. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Dan setelah dilakukan pengumpulan data, kemudian di analisa dan diberikan argumentasi, dimana argumentasi tersebut akan ditarik suatu kesimpulan dalam penelitian ini. Nomianisme merupakan sebuah ajaran yang berpatokan dengan hukum. Dalam hal ini hukum Taurat. Sedangkan asketisme adalah sebuah ajaran yang dimana mengajarkan menyangkal diri supaya bisa mencapai kepada kesempurnaan dan sang Ilahi. Hasil yang terlihat pada ajaran-ajaran ini jika diintegrasikan ke dalam pendidikan agama Kristen atau PAK sebagai salah satu pengajaran untuk semakin menunjukkan hidup seseorang yang ada di dalam Kristus, yang menyangkal diri memikul salib, mentaati perintah-perintah Tuhan, maka ajaran-ajaran ini dapat dipakai. Namun tidak dapat digunakan sebagai ajaran untuk memperoleh keselamatan.
Kinerja Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran David Folind Zega; Chenlin Doura Vivian Girsang; Fenny E. Nababan; Talizaro Tafonao
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/juilmu.v1i2.119-137

Abstract

Pendidikan agama Kristen merupakan salah satu mata pelajaran yang strategis dalam konteks pembangunan karakter dalam diri siswa. Namun pada kenyataannya masih banyak anak-anak Kristen yang karakternya buruk seperti berbicara kotor, mengejek dan lainnya, walau sudah mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Hal ini tentu tidak lepas dari pengaruh kualitas pembelajaran itu sendiri. Dan kualitas pembelajaran pun dipengaruhi oleh kinerja guru yang mengajar. Oleh karena itu penting memiliki kinerja yang baik untuk menghasilkan kualitas yang baik. Terutama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang memiliki peranan penting dalam menciptakan generasi bangsa yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang apa itu kinerja, apa itu guru agama Kristen, serta bagaimana pembelajaran agama Kristen menjadi pembelajaran yang berkualitas dan setiap guru-guru agama Kristen pun memiliki kinerja yang baik bahkan akhirnya menghasilkan orang-orang yang berkualitas juga. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Dan setelah dilakukan pengumpulan data, kemudian di analisa dan diberikan argumentasi, dimana argumentasi tersebut akan ditarik suatu kesimpulan dalam penelitian ini. Maka kinerja guru agama Kristen berarti prestasi yang dicapai seseorang yang memberikan ilmu tentang agama Kristen yang berdasarkan Alkitab dan berpusat kepada Kristus. Kinerja yang baik dari guru agama Kristen tentu akan menghasilkan pembelajaran agama Kristen yang berkualitas yang ditandai oleh pendidik dan peserta didik menghidupi firman, mengalami kebaharuan, dll. Hal ini bisa dicapai dengan beberapa upaya yaitu dengan melakukan perencanaan pembelajaran, pendekatan dan memonitoring kelas.