Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN BERIBADAH SEKOLAH MINGGU DENGAN TINGKAH LAKU ANAK DI GEREJA PENTAKOSTA INDONESIA (GPI) SIDANG TANJUNGSARI MEDAN Pardede, Lukman; Siahaan, Monalisa Marta; Pardede, Dewi Lestari; Manik, Selly Lorenza
JURNAL DARMA AGUNG Vol 31 No 3 (2023): JUNI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v31i3.3437

Abstract

Analisis kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sudah sejauh mana kesesuaian dari Beribadah dengan Tingkah Laku Anak di GPI Sidang Tanjungsari Medan. Analisis ini menggunakan kuantitatif penggambaran dari kolerasi variable penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 35 orang. Peneliti menetapkan sampel penelitian berdasarkan pendapat Arikunto, dimana apabila jumlah populasi lebih < 100 orang, dapat mengambil sampel semuanya dari jumlah populasi, namun apabila ukuran populasi > 100, sampel dapat diambil antara 10% - 15% atau 20% - 25% atau lebih”. Berdasarkan hal tersebut, sampel penelitian yang diambil peneliti yaitu 35 orang (sampel total). Instrument yang digunakan untuk menjaring data variabel X dan variabel Y adalah angket. Setiap intrumen yang digunakan untuk penelitian harus lolos dari uji validitas dan memenuhi tingkat reabilitas soal ( keterandalan soal ). Teknik analisis data yang diterapkan untuk mengetahui dugaan sementara penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus product moment dan uji-t, dengan standar berdasarkan tabel untuk tingkat signifikan 5%. Hasil penelitian yang telah dilakukan, untuk uji normalitas data variabel X ditemukan hasil X^2 < X_t^2, yakni sebesar 6,77 < 11,07 dengan taraf signifikan 5% dan db = 5, maka distribusi data variabel X berdistribusi normal. Untuk uji normalitas variabel Y ditemukan hasil X^2 < X_t^2, yakni sebesar 9,59 < 11,07 dengan taraf signifikan 5% dan db = 5, maka distribusi data Variabel Y dinyatakan normal. Kecenderungan variabel Beribadah mencapai nilai 50,43% dalam kategori sangat tinggi, sedang kecenderungan variabel Tingkah Laku Anak mencapai nilai 55,75% dalam kategori sangat tinggi. Garis Linearitas Y atas X adalah : Y = 46,43 + 0,48x. Hasil perhitungan korelasi data variabel penelitian, ada hubungan antara Beribadah dengan Tingkah Laku Anak di GPI Sidang Tanjungsari Medan, dari hasil perhitungan ditemukan nilai thitung sebesar 0,482, dimana rhitung > rtabel (0,482 > 0,334). Hasil uji keberartian antara Beribadah (X) dengan Tingkah Laku Anak di GPI Sidang Tanjungsari Medan pada taraf signifikan 5% dengan ketetapan nilai to sebesar 1,701 dimana thitung (3,486) > ttabel (1,701). Diketahui bahwa ada relasi yang signifikan dari variabel Beribadah dengan variabel Tingkah Laku Anak di GPI Sidang Medan. Dengan hasil penelitian ini disarankan agar beribadah lebih ditingkatkan lagi oleh anak sekolah minggu, sehingga dapat lebih meningkatkan lagi perubahan tingkah laku anak di GPI Sidang Tanjungsari Medan
Peran Guru Dalam Membangun Kesadaran Kewarganegaraan Melalui Pelajaran Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Siswa Kelas XI SMA Swasta Katolik Mariana Medan Manik, Selly Lorenza; Pasaribu, Kondios Meidarlin; Simanjuntak, Hotmaida
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18714

Abstract

This study aims to analyze the role of teachers in building citizenship awareness through Pancasila and Citizenship Education (PPKn) lessons for 11th grade students of SMA Swasta Katolik Mariana. Citizenship awareness is very important in shaping the character of the nation, and the role of teachers as educators is very important in this process. This type of research uses a qualitative method with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. of PKn teachers with 11th grade students. Data analysis was carried out using data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that teachers play an important role in building students' citizenship awareness by linking PPKn material to everyday life and relevant social problems. Teachers also involve students in various activities that support understanding of the rights and obligations of citizens. In addition, the approach used in learning contributes to the development of students' positive attitudes towards Pancasila and citizenship values. This study confirms that the active role of teachers is very important in creating a deep understanding of students' civic awareness which can increase students' awareness of the importance of actively participating in national and state life.
Analisis Hubungan Pemahaman Siswa Tentang Hak Asasi Manusia dengan Sikap Sosial Siahaan, Monalisa; Pardede, Lukman; Silalahi, Dewi Paulina; Damanik, Ira Estomihi; Manik, Selly Lorenza; Alexander, Irving Josafat; Sirait, Gloria
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i1.3919

Abstract

Pendidikan Hak Asasi Manusia (HAM) memiliki peran strategis dalam membentuk sikap sosial siswa, khususnya di lingkungan sekolah yang multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemahaman siswa tentang Hak Asasi Manusia dengan sikap sosial siswa kelas XII di SMA Swasta Utama Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 80 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui angket pemahaman HAM dan sikap sosial yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa tentang HAM berada pada kategori cukup baik hingga baik, sedangkan sikap sosial siswa secara umum berada pada kategori positif. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pemahaman HAM dan sikap sosial siswa (r = 0,68; p < 0,01). Hasil analisis regresi mengungkapkan bahwa pemahaman HAM memberikan kontribusi sebesar 38,6% terhadap variasi sikap sosial siswa. Aspek penerapan HAM dalam kehidupan sehari-hari memberikan pengaruh paling dominan terhadap sikap sosial, sementara aspek pemahaman prinsip teoretis HAM menunjukkan kontribusi yang lebih rendah. Penelitian ini mengindikasikan pentingnya penguatan pendidikan HAM berbasis praktik dan kontekstual dalam pembelajaran guna membentuk sikap sosial siswa yang toleran, empatik, dan berkeadilan sosial.