Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Efektivitas Penerapan Aplikasi Sepeda Mami dalam Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Bumi dan Bangunan Pada BPPRD Kab Muaro Jambi Teddy Agustian; Rio Yusri Maulana; Jefri Al Kausar
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12101

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan aplikasi SEPEDA MAMI dalam meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian dilatarbelakangi oleh upaya pemerintah daerah dalam mengimplementasikan e-government melalui digitalisasi pelayanan perpajakan untuk meningkatkan kemudahan, efisiensi, transparansi, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Aplikasi SEPEDA MAMI merupakan inovasi pelayanan digital yang memungkinkan wajib pajak melakukan pengecekan tagihan dan pembayaran PBB secara daring tanpa harus datang ke kantor BPPRD. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak BPPRD, operator aplikasi, serta pengguna layanan. Analisis data mengacu pada teori efektivitas Richard M. Steers yang meliputi indikator pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aplikasi SEPEDA MAMI telah berjalan cukup efektif dalam meningkatkan kemudahan pelayanan dan mendukung kepatuhan wajib pajak. Hal tersebut dibuktikan dengan realisasi penerimaan PBB Kabupaten Muaro Jambi tahun 2025 yang mencapai 131,58% dari target yang ditetapkan. Pada aspek integrasi, BPPRD telah melaksanakan sosialisasi dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan serta desa untuk memperluas pemanfaatan aplikasi. Pada aspek adaptasi, organisasi mampu menyesuaikan pelayanan berbasis digital melalui peningkatan kapasitas pegawai dan penyediaan sarana pendukung, meskipun masih terdapat kendala berupa rendahnya literasi digital masyarakat dan keterbatasan akses internet di beberapa wilayah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi, edukasi digital, serta optimalisasi layanan agar pemanfaatan aplikasi semakin efektif dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan kualitas pelayanan perpajakan daerah secara berkelanjutan.
Desain Kelembagaan Pengelolaan Kawasan Strategis Nasional Candi Muaro Jambi M. Wira Anshori; Mirza Sazeta; Galank Pratama; Fajar Alan Syahrier; Jefri Al Kausar
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i2.12047

Abstract

Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Nasional Candi Muaro Jambi menjadi penting karena kawasan ini tidak hanya memiliki nilai arkeologis dan historis, tetapi juga berkembang sebagai ruang kebijakan, pariwisata budaya, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Namun, kajian sebelumnya masih lebih banyak menempatkan Candi Muaro Jambi sebagai objek wisata, sumber pembelajaran, atau destinasi budaya, sementara aspek desain kelembagaan sebagai dasar tata kelola kolaboratif belum banyak dikaji. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana desain kelembagaan membentuk relasi, pembagian kewenangan, sinergi pendanaan, dan koordinasi antaraktor dalam pengelolaan Kawasan Strategis Nasional Candi Muaro Jambi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pemerintah Provinsi Jambi dalam membangun tata kelola kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, lembaga pelestarian, masyarakat lokal, dan pelaku pariwisata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus karena fokus kajian diarahkan pada proses, relasi kelembagaan, dan dinamika koordinasi yang membutuhkan pemahaman kontekstual secara mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi berperan sebagai regulator, penghubung sinergi anggaran APBN dan APBD, serta pengembang pariwisata budaya melalui Festival Candi Muaro Jambi. Penelitian ini terbatas pada pendekatan kualitatif, jumlah informan, dan belum adanya pengukuran kuantitatif atas dampak ekonomi maupun efektivitas anggaran. Penelitian selanjutnya direkomendasikan menggunakan pendekatan campuran, memperluas informan, dan membandingkan pengelolaan Candi Muaro Jambi dengan kawasan cagar budaya lain.