Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Human monotheism in Allah SWT in the anthology of the rain of june: A hermeneutic study of Paul Ricoeur Wardana, Reki Kusuma; Wulandari, Yosi
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 10 No. 2 (2024): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v10i2.33697

Abstract

The Anthology of Poetry in the Book of Rain in June by Sapardi Djoko Damono is a literary work that has various dimensions of interpretation of meaning and can be interpreted in various scientific disciplines. One of them is the science of monotheism. This research aims to analyze monotheism and explain its practice with the characteristics of unification and recognition in the science of monotheism contained in word symbols, phrases or sentences in the book written by Sapardi Djoko Damono entitled June Rain. Using Paul Ricoeur's hermeneutical approach theory to answer the question of human monotheism in Allah SWT, the research was conducted using descriptive qualitative methods and data collection techniques in the form of literature reviews. The research results show that there are two characteristics of the science of monotheism, namely unification and recognition of Almighty Allah. These two characteristics were analyzed in three steps, namely symbols, interpretation and interpretation, which then resulted in 13 poetry titles being analyzed, resulting in 17 symbolic findings in the characteristics of unification and 19 symbols in the characteristics of the recognition of the science of monotheism. After the process of lexical interpretation and interpretation, it was found that the practice of the characteristics of unification in the science of monotheism found in the June Rain Book was found, namely practicing the contents contained in Surah Al-Fatihah. Apart from that, the second characteristic, namely the confession in the analysis of the poem, has the essence of the practice of achieving the knowledge of monotheism, namely carrying out servitude by performing prayers.
TRADISI LISAN MASYARAKAT DESA BEJI SEBAGAI MODAL SOSIAL PELESTARIAN HUTAN WONOSADI DALAM MITIGASI PERUBAHAN IKLIM Rahmah, Annisa Fatati; Farisqi, Ahmad Rif'an Rio; Faridah, Nafisatul; Wardana, Reki Kusuma; Fauza, Ainin Nuzha Izzatin; Wulandari, Yosi
Jurnal Tradisi Lisan Nusantara Vol 4, No 2 (2024): Volume 4, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/jtln.v4i2.1265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi lisan masyarakat Desa Beji, mendekripsikan peran tradisi lisan masyarakat desa Beji sebagai modal sosial pelestarian hutan wonosadi dalam mitigasi perubahan iklim, dan merumuskan model pengelolaan hutam berkelanjutan berbasis kultur. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan antropolinguistik. Pengumpulan data dengan observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat legenda dan mitos yang memuat nilai buruk yang perlu dihindari yakni: ghasab, zalim, dan dharar yang merupakan larangan dalam upaya melestarikan alam. Tradisi lisan yang berkembang di Masyarakat Desa Beji berperan mendorong terbentuknya modal sosial masyarakat untuk bertindak bersama dalam melestarikan hutan Wonosadi. Model pengelolaan hutan berkelanjutan dengan basis kultur memerlukan empat pilar yang saling berkesinambungan yang berkontribusi mendukung keberlanjutan hutan Wonosadi yaitu budaya, masyarakat, pemerintah, dan pihak luar. Nilai-nilai luhur dalam tradisi lisan masyarakat Beji dapat dijadikan sebgai pedoman dalam mitigasi perubahan iklim
Etika Masyarakat Jawa dalam Serat Panitisastra: Suatu Kajian Hermeneutika Paul Ricoeur Nashruddin, Muhammad Khoirun; Rahmah, Annisa Fatati; Faridah , Nafisatul; Wardana, Reki Kusuma; Wulandari , Yosi; Duerawee, Abdulkarim
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v6i1.9019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hermeneutika paul ricoeur dalam Serat Panitisastra, sedangkan secara khusus bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbol dan kata yang terdapat dalam Serat Panitisastra sebagai etika masyaraka Jawa. Data pada penelitian ini bersumber dari Serat Panitisastra. Data dikumpulkan dengan teknik studi pustaka. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kata-kata dalam Serat Panitisastra mengandung banyak simbol. Simbol-simbol tersebut meliputi Pupuh I Dhandanggula: Maklum, subasita, midha, punggung, silakrama, basakrama. Pupuh II Sinom: Kasih sayang, kukuh. Pupuh VI Kinanthi: Tembang I: Kemulyaan Tembang II: Pekerti baik, teladan, keluhuran sebagai makhluk. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan jika simbol makna dan kata dalam Serat Panitisastra sebagai etika masyarakat Jawa dapat menjadi sebuah jawaban dalam menghadapi krisis moralitas di era revolusi industri.