Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Cultural identity of Beji Village Community in Onggoloco Folktale: ethnographic study of literary anthropology Rahmah, Annisa Fatati; Wulandari, Yosi
Gelar: Jurnal Seni Budaya Vol. 22 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v22i2.6251

Abstract

Globalization and the pressures of urban life have resulted in a cultural identity crisis. This study aims to describe the cultural identity of the Beji Village community in the Onggoloco Folktale by analyzing cultural elements (religion, knowledge systems, arts, and livelihoods) through a study of literary anthropology with an ethnographic approach. This type of research uses a qualitative descriptive method. This research was conducted in May-June 2024 in Beji Village, Ngawen, Gunung Kidul, Special Region of Yogyakarta. Data collection through participant observation, interviews, and documentation. Interview data collection using the purposive sampling method with five respondents who are forest and cultural conservation figures. The results of the research found the cultural identity of the Beji Village community in the Onggoloco folktale, namely belief in ancestors, having knowledge of nature conservation, preserving the arts, and making a living as farmers. The Onggoloco folktale strengthens the cultural identity of the Beji Village community by teaching people to always preserve culture. This research contributes to the development of literary anthropology theory. The practical aspect of this research is used as a learning resource in schools related to folklore. Further research is needed that is of a developmental or in-depth nature.
TRADISI LISAN MASYARAKAT DESA BEJI SEBAGAI MODAL SOSIAL PELESTARIAN HUTAN WONOSADI DALAM MITIGASI PERUBAHAN IKLIM Rahmah, Annisa Fatati; Farisqi, Ahmad Rif'an Rio; Faridah, Nafisatul; Wardana, Reki Kusuma; Fauza, Ainin Nuzha Izzatin; Wulandari, Yosi
Jurnal Tradisi Lisan Nusantara Vol 4, No 2 (2024): Volume 4, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/jtln.v4i2.1265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi lisan masyarakat Desa Beji, mendekripsikan peran tradisi lisan masyarakat desa Beji sebagai modal sosial pelestarian hutan wonosadi dalam mitigasi perubahan iklim, dan merumuskan model pengelolaan hutam berkelanjutan berbasis kultur. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan antropolinguistik. Pengumpulan data dengan observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat legenda dan mitos yang memuat nilai buruk yang perlu dihindari yakni: ghasab, zalim, dan dharar yang merupakan larangan dalam upaya melestarikan alam. Tradisi lisan yang berkembang di Masyarakat Desa Beji berperan mendorong terbentuknya modal sosial masyarakat untuk bertindak bersama dalam melestarikan hutan Wonosadi. Model pengelolaan hutan berkelanjutan dengan basis kultur memerlukan empat pilar yang saling berkesinambungan yang berkontribusi mendukung keberlanjutan hutan Wonosadi yaitu budaya, masyarakat, pemerintah, dan pihak luar. Nilai-nilai luhur dalam tradisi lisan masyarakat Beji dapat dijadikan sebgai pedoman dalam mitigasi perubahan iklim
Cultural identity of Beji Village Community in Onggoloco Folktale: ethnographic study of literary anthropology Rahmah, Annisa Fatati; Wulandari, Yosi
Gelar: Jurnal Seni Budaya Vol. 22 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v22i2.6251

Abstract

Globalization and the pressures of urban life have resulted in a cultural identity crisis. This study aims to describe the cultural identity of the Beji Village community in the Onggoloco Folktale by analyzing cultural elements (religion, knowledge systems, arts, and livelihoods) through a study of literary anthropology with an ethnographic approach. This type of research uses a qualitative descriptive method. This research was conducted in May-June 2024 in Beji Village, Ngawen, Gunung Kidul, Special Region of Yogyakarta. Data collection through participant observation, interviews, and documentation. Interview data collection using the purposive sampling method with five respondents who are forest and cultural conservation figures. The results of the research found the cultural identity of the Beji Village community in the Onggoloco folktale, namely belief in ancestors, having knowledge of nature conservation, preserving the arts, and making a living as farmers. The Onggoloco folktale strengthens the cultural identity of the Beji Village community by teaching people to always preserve culture. This research contributes to the development of literary anthropology theory. The practical aspect of this research is used as a learning resource in schools related to folklore. Further research is needed that is of a developmental or in-depth nature.
Etika Masyarakat Jawa dalam Serat Panitisastra: Suatu Kajian Hermeneutika Paul Ricoeur Nashruddin, Muhammad Khoirun; Rahmah, Annisa Fatati; Faridah , Nafisatul; Wardana, Reki Kusuma; Wulandari , Yosi; Duerawee, Abdulkarim
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v6i1.9019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hermeneutika paul ricoeur dalam Serat Panitisastra, sedangkan secara khusus bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbol dan kata yang terdapat dalam Serat Panitisastra sebagai etika masyaraka Jawa. Data pada penelitian ini bersumber dari Serat Panitisastra. Data dikumpulkan dengan teknik studi pustaka. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kata-kata dalam Serat Panitisastra mengandung banyak simbol. Simbol-simbol tersebut meliputi Pupuh I Dhandanggula: Maklum, subasita, midha, punggung, silakrama, basakrama. Pupuh II Sinom: Kasih sayang, kukuh. Pupuh VI Kinanthi: Tembang I: Kemulyaan Tembang II: Pekerti baik, teladan, keluhuran sebagai makhluk. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan jika simbol makna dan kata dalam Serat Panitisastra sebagai etika masyarakat Jawa dapat menjadi sebuah jawaban dalam menghadapi krisis moralitas di era revolusi industri.