p-Index From 2021 - 2026
1.037
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borobudur Janus Amerta
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Amerta

Konsep Arkeologi Eksperimental sebagai Opsi Rencana Pengelolaan Warisan Budaya Berbasis Masyarakat: Studi Kasus Candi Morangan Surya, Pratama Dharma
AMERTA Vol. 43 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/amt.2025.5747

Abstract

Abstract.Experimental Archaeology Concept in the Cultural Heritage Management of Morangan Temple Site in Sleman Regency. Cultural heritage holds significant value that must be managed properly to benefit current society and be passed on to future generations. Morangan Temple, located in Sleman Regency, has great potential to be developed into an attractive educational tourism destination. This study aims to design a cultural heritage management plan by adopting an experimental archaeology approach. Experimental archaeology involves reconstructing and testing buildings, technologies, artifacts, and past environmental contexts based on archaeological evidence to understand their structures, functions and uses in the past. Integrating experimental archaeology into the community-based management model can broaden perspectives, enrich educational experiences, and ensure meaningful community involvement in cultural preservation. The research methods include field observation at the Candi Morangan Temple site and surrounding areas, literature review on cultural heritage management and experimental archaeology, and analysis of secondary data related to the site. The results indicate that incorporating experimental archaeology can enhance public understanding of history and culture while promoting active participation in heritage conservation. The proposed management plan involves developing an interactive interpretation center, utilizing digital technologies, and creating educational tourism routes. It also includes hands-on visitor activities such as structure reconstruction, excavation simulations, and artifact observation. This integration is expected to transform Morangan Temple into a sustainable center for learning and tourism, reinforcing local cultural identity and supporting community economic growth. Keywords: Morangan Temple, Experimental Archaeology, Cultural Heritage Management, Educational Tourism, Sleman Regency   Abstrak. Warisan budaya memiliki nilai penting yang perlu dikelola dengan tepat agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat saat ini dan diwariskan kepada generasi mendatang. Candi Morangan yang berada di Kabupaten Sleman memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi yang menarik. Tujuan penelitian ini adalah merancang pengelolaan warisan budaya dengan mengadopsi pendekatan arkeologi eksperimental. Arkeologi eksperimental merupakan pendekatan arkeologi melalui rekonstruksi dan pengujian bangunan, teknologi, benda, dan konteks lingkungan masa lalu berdasarkan bukti arkeologi untuk memahami struktur, fungsi, dan penggunaannya di masa lalu. Pengintegrasian arkeologi eksperimental dalam rencana pengelolaan warisan budaya berbasis masyarakat dapat menjadi langkah penting untuk memperluas wawasan, memperkaya pengalaman, dan menjaga keterlibatan masyarakat dalam upaya melestarikan warisan budaya yang dimiliki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi terhadap Candi Morangan dan lingkungannya, studi literatur terkait pengelolaan warisan budaya dan arkeologi eksperimental, dan dilanjutkan analisis data sekunder yang berhubungan dengan Candi Morangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian arkeologi eksperimental dalam pengelolaan Candi Morangan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sejarah dan budaya, serta mendorong partisipasi aktif mereka dalam pelestarian warisan budaya. Rencana pengelolaan yang diusulkan mencakup pengembangan pusat interpretasi interaktif, pemanfaatan teknologi, dan jalur wisata edukatif. Selain itu, kegiatan arkeologi eksperimental seperti rekonstruksi struktur, simulasi penggalian, dan observasi artefak akan menjadi bagian dari pengalaman wisata. Integrasi ini diharapkan dapat menjadikan Candi Morangan sebagai pusat pembelajaran dan wisata berkelanjutan yang memperkuat identitas budaya lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kata Kunci: Candi Morangan, Arkeologi Eksperimental, Pengelolaan Warisan Budaya, Wisata Edukasi, Kabupaten Sleman
RELIEF DAN STRUKTUR STUPA CANDI BOROBUDUR DITINJAU SECARA ARKEOASTRONOMI Nabila, Kharisma; Surya, Pratama Dharma; Wirawan, Mahbubi Satria Agusti; Nisa, Resty Khairul; Nugrahani, Djaliati Sri
AMERTA Vol. 40 No. 2 (2022)
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/amt.2022.42

Abstract

Relationship between components of the Borobudur Temple and relative position of the stars in the universe. Archeoastronomy is a multidisciplinary study of the understanding of astronomical objects in the sky based on cultural relics. This article aims to understand the relationship between Borobudur Temple and archeoastronomy aspects. This study uses an archeoastronomical approach by calculating astronomical data related to star clusters and constellations. Research methods are carried out offline and online through literature studies, observations, and data analysis. The results of this study show that the reliefs of Borobudur Temple based on the Sudhana story on the Gandavyuha reliefs have a relationship with the relative position of the stars in the universe. This is shown through the depiction of seven small spheres interpreted as the pleiades star cluster. Another component relationship, is therelationship between the 72 stupas of Borobudur Temple and the solstice and the use of the Pleiades star cluster by the ancient people of Borobudur as a marker of the seasonal system.