Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Penataan Lahan Reklamasi Batugamping Daerah Gegunung, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Athariq, Muhammad; Puspantari, Eleonora Clarissa; Sihite, Ivan Talentio Mikaeli; Suharyadi, Heru; Ratminah, Wawong Dwi; Ernawati, Rika
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v12i2.17881

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kajian penataan lahan reklamasi bekas tambang di Padukuhan Gegunung, Kelurahan Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Reklamasi lahan pasca tambang sangat penting untuk memulihkan fungsi lingkungan yang terganggu akibat aktivitas penambangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang program reklamasi yang optimal sesuai dengan peraturan yang berlaku, khususnya berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 1827K/30/MEM/2018. Fokus penelitian ini meliputi perencanaan teknis penataan lahan, pengelolaan tanah pucuk (top soil), serta metode revegetasi yang dapat mendukung pemulihan ekosistem lahan bekas tambang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup observasi lapangan, studi literatur, grab sampling, serta pengujian fisik dan kimia tanah untuk menentukan kesesuaian program reklamasi. Luas area yang akan di reklamasi pada lahan bekas tambang adalah 150.142,30 m2. Perencanaan reklamasi yang tepat pada area bekas potensial tambang batugamping di Padukuhan Gegunung adalah penataan lahan dengan cara mengembalikan tanah penutup dan tanah pucuk ke area yang telah dikupas material batugampingnya. Kondisi tanah di area reklamasi, yang mayoritas terdiri dari lempung berpasir, menjadi faktor penting dalam menentukan jenis tanaman yang akan ditanam. Pilihan tanaman yang sesuai dengan kondisi tanah lokal sangat kritikal untuk keberhasilan revegetasi dan pemulihan kualitas tanah. Pembagian area menjadi segmen-segmen kecil membantu meningkatkan efisiensi penggunaan alat mekanis dan keseragaman hasil reklamasi. Pemilihan alat mekanis yang tepat, seperti excavator dan dump truck, juga mempengaruhi produktivitas dan waktu pengerjaan.
CERAI GUGAT ISTRI TERHADAP SUAMI PADA MASA PANDEMI COVID-19 (Studi Penelitian di Mahkamah Syariyah Bireuen) Athariq, Muhammad
Jurnal Ilmu Hukum Reusam Vol 11 No 1 (2023): REUSAM: Jurnal Ilmu Hukum - Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/reusam.v11i1.10002

Abstract

Pengkajian ini bertujuan guna menganalisis faktor yang memengaruhi sebab munculnya cerai gugat dimasa pandemi Covid-19, bisa menyelesaikan mengenai persoalan banyaknya cerai gugat dimasa pandemi Covid-19 serta menyelesaikan kendala yang terdapat pada penyelenggaraan penyelesaian banyaknya cerai gugat dimasa pandemi Covid-19. Jenis pengkajian yang dipakia guna menjawab persoalan tersebut yakni pengkajian hukum yuridis-empiris dengan memakai pendekatan empiris. Pengumpulan data dilaksanakan lewat studi wawancara dan pengkajian ke lapangan, Analisis data yang dipakai yaitu analisis kualitatif. Hasil pengkajian yang didapat menunjukkan bahwasanya faktor penyebab munculnya perceraian sebab faktor ekonomi, perselingkuhan dan kekerasan di rumah tangga. Upaya yang dilaksanakan guna menurunkan banyaknya perceraian lewat upaya preventif maupun mediasi. Kendala guna menyelesaikan banyaknya perceraian ykani sebab kemauan kuat dari para pihak guna tetap mau bercerai dikarenakan oleh perseteruan yang berkelanjutan. Disarankan guna mengatasi munculnya perceraian pasangan yang hendak menikah baiknya mengerti serta paham akan pranikah dan pendidikan yang baik. Baiknya ketika menyelesaikan munculnya cerai gugat bisa dilaksanakan dengan mediasi dan membangun lagi ikatan yang harmonis antar kedua pasangan. Saat mau bercerai seharusnya pasangan merundingkannya lebih dulu persoalam yang tengah mereka derita, supaya persoalam yang terdapat antar keduanya tidak menyebar dan tidak dibiarkan begitu saja dan persoalan para pasangan yang telah menikah dapat diakhiri secara baik dengan tidak mesti bercerai.