Zaki Faddad Syarif Zain
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

RELEVANSI PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN TERHADAP REFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Muslih Hidayat; Irja Putra Pratama; Zaki Faddad Syarif Zain
Istinbath Vol 16 No 2 (2024): Istinbath
Publisher : Kopertais Wilayah VII Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/istinbath.v16i2.26743

Abstract

Penelitian ini mengkaji relevansi pemikiran Fazlur Rahman, khususnya hermeneutika ganda (double movement) dan prinsip ijtihad, dalam reformasi pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh stagnasi kurikulum dan metode pembelajaran tradisional yang kurang kontekstual terhadap tantangan zaman. Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep Rahman dapat menjembatani nilai-nilai Islam klasik dengan kebutuhan pendidikan modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi pustaka dengan menganalisis literatur primer dan sekunder terkait hermeneutika Fazlur Rahman serta aplikasinya dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika ganda, yang mengintegrasikan konteks historis pewahyuan Al-Qur'an dengan penerapannya dalam kehidupan modern, menjadi landasan kurikulum pendidikan Islam yang adaptif dan responsif. Prinsip ijtihad memberikan fleksibilitas dalam menghadapi isu global seperti keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan etika bisnis. Selain itu, pendidikan berbasis nilai yang menekankan keadilan (‘adalah), persaudaraan (ukhuwah), dan tanggung jawab memiliki peran penting dalam membentuk karakter Islami siswa yang religius dan berpikir kritis. Meskipun demikian, tantangan implementasi meliputi resistensi terhadap perubahan, keterbatasan kapasitas pendidik, dan minimnya sumber daya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan kebijakan progresif, pelatihan intensif, dan kolaborasi internasional sangat diperlukan untuk menerapkan gagasan Fazlur Rahman dalam pendidikan Islam di Indonesia, menciptakan generasi yang beriman, inovatif, dan berkontribusi positif secara global.
Implementation of Islamic Education Values Based on Prophetic Communication in Forming Akhlakul Karimah in Madrasah Tsanawiyah M. Jaedi; Imam Hambali; Muslih Hidayat; Sofwan; Zaki Faddad Syarif Zain; Eko Purnomo
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 19 No 2 (2024)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v19i2.13583

Abstract

This research aims to determine the implementation of Islamic education values based on prophetic communication in forming akhlakul karimah at MTs Darul Ulumissyar'iyyah Telang Karya in producing quality students. The research methods used are observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques include data condensation, data presentation, and conclusions. The research results obtained show that efforts to produce quality students are implemented to be able to create students with a spirit of humanization (amar ma'ruf), liberation (nahi munkar), and transcendence (tu'minu billah). The implications of implementing Islamic education values based on prophetic communication at MTs Darul Ulumissyar'iyyah Telang Karya include (a) humanization: mutual respect, tolerance, social care, love of the country, compassion, respect for differences, mutual help among others; (b) liberation: high learning motivation; (c) transcendence: discipline, having responsibility in matters of worship.
RELEVANSI PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN TERHADAP REFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Muslih Hidayat; Irja Putra Pratama; Zaki Faddad Syarif Zain
Istinbath Vol 16 No 2 (2024): Istinbath
Publisher : Kopertais Wilayah VII Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/istinbath.v16i2.26743

Abstract

Penelitian ini mengkaji relevansi pemikiran Fazlur Rahman, khususnya hermeneutika ganda (double movement) dan prinsip ijtihad, dalam reformasi pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh stagnasi kurikulum dan metode pembelajaran tradisional yang kurang kontekstual terhadap tantangan zaman. Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep Rahman dapat menjembatani nilai-nilai Islam klasik dengan kebutuhan pendidikan modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi pustaka dengan menganalisis literatur primer dan sekunder terkait hermeneutika Fazlur Rahman serta aplikasinya dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika ganda, yang mengintegrasikan konteks historis pewahyuan Al-Qur'an dengan penerapannya dalam kehidupan modern, menjadi landasan kurikulum pendidikan Islam yang adaptif dan responsif. Prinsip ijtihad memberikan fleksibilitas dalam menghadapi isu global seperti keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan etika bisnis. Selain itu, pendidikan berbasis nilai yang menekankan keadilan (‘adalah), persaudaraan (ukhuwah), dan tanggung jawab memiliki peran penting dalam membentuk karakter Islami siswa yang religius dan berpikir kritis. Meskipun demikian, tantangan implementasi meliputi resistensi terhadap perubahan, keterbatasan kapasitas pendidik, dan minimnya sumber daya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan kebijakan progresif, pelatihan intensif, dan kolaborasi internasional sangat diperlukan untuk menerapkan gagasan Fazlur Rahman dalam pendidikan Islam di Indonesia, menciptakan generasi yang beriman, inovatif, dan berkontribusi positif secara global.
Majelis Syiah: Studi tentang Dakwah dan Penyebaran Mazhab Syiah di Kota Palembang Noupal, Muhammad; Zaki Faddad Syarif Zain
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 24 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v24i2.34219

Abstract

Pasca Revolusi Islam Iran tahun 1979, jumlah penganut syiah di Palembang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini dapat dilihat dari berbagai kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh pengikut syiah seperti perayaan Hari Asyuro, kegiatan majelis taklim dan pembacaan doa. Tulisan ini ingin melihat bagaimana dakwah dan penyebaran mazhab syiah di Palembang, khususnya melalui kegiatan-kegiatan keagamaan yang dilakukan dalam majelis syiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk melihat realitas penyebaran mazhab syiah dan ajaran-ajarannya yang diterima masyarakat. Penelitian berkesimpulan bahwa, pertama; dakwah syiah di Palembang tidak dilakukan dalam bentuk yang formal, seperti ceramah umum tetapi melalui relasi social. Dalam relasi sosial ini peran keluarga menjadi faktor paling dominan yang membuat syiah diterima sebagai prinsip keagamaan (‘aqidah) dan ibadah (fiqih). Kedua, dakwah syiah tidak identik dengan keberadaan majelis syiah yang dibentuk sebagai wadah pemeluk syiah untuk melaksanakan ibadah dan memperkuat kesyiahan mereka kepada para imam. Ketiga, keberadaan majelis syiah di Palembang terjadi melalui tiga fase yaitu fase pertumbuhan, fase penguatan dan fase perubahan. Perkembangan majelis syiah pada tiap fase tersebut dipengaruhi oleh peran masing-masing tokoh, baik itu ulama, tenaga profesional atau orang biasa.