Anggraeni, Ranesya Eka
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN PROGRAM RUMAH SAYUR SEBAGAI SARANAN PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH DENGAN POLYBAG SEBAGAI MEDIA TANAM Rusdian, Danang; Fatin, Rifdah Kamila; Komala, Latifah; Kristiani, Rini; Alfarobi, Muharram; Anggraeni, Ranesya Eka; Anjani, Sepia Tri; Widyastuti, RA Diana
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 2, September 2
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i2.8960

Abstract

Keanekaragaman jenis tumbuhan di Indonesia pada dasarnya juga diikuti dengan beragamnya potensi pemanfaatan jenis-jenis tumbuhan, termasuk di antaranya tanaman pangan. Dalam kegiatan pengabdian kami di Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesui, kami mengadakan suatu program kegiatan yang diadakan sebagai upaya peningkatan kemandirian pangan bagi masyarakat setempat dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang terbatas untuk budidaya tanaman sayuran yaitu sosialisasi rumah sayur. Dalam kegiatan ini terdapat beberapa tahan yaitu sosialisasi pemberian materi secara teoritik mengenai budidaya tanaman sayur, selanjutnya diskusi bersama dan pemberian media tanam berupa polybag dan beberapa jenis bibit tanaman sayur, dan yang terakhir adalah evaluasi terhadap perkembangan tanaman sayur yang ditanam dirumah masing-masing ibu-ibu PKK. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan sosialisasi dan berdiskusi dengan ibu-ibu PKK agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pemanfaatan pekarangan rumah dengan penanaman tanaman sayur menggunakan media tanam Polybag.  Harapannya hal ini dapat membantu upaya pemeliharaan kesehatan dan ketersediaan pangan untuk skala rumah tangga. Dari hasil kegiatan yang telah dilakukan adalah menyimpulkan bahwa masyarakat Desa Rejo Mulyo sudah mengetahui teknik budidayanya tanaman sayuran untuk menanam sayuran di pekarangan rumahnya.
PENERAPAN PROGRAM RUMAH SAYUR SEBAGAI SARANAN PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH DENGAN POLYBAG SEBAGAI MEDIA TANAM Rusdian, Danang; Fatin, Rifdah Kamila; Komala, Latifah; Kristiani, Rini; Alfarobi, Muharram; Anggraeni, Ranesya Eka; Anjani, Sepia Tri; Widyastuti, RA Diana
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i2.8960

Abstract

Keanekaragaman jenis tumbuhan di Indonesia pada dasarnya juga diikuti dengan beragamnya potensi pemanfaatan jenis-jenis tumbuhan, termasuk di antaranya tanaman pangan. Dalam kegiatan pengabdian kami di Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesui, kami mengadakan suatu program kegiatan yang diadakan sebagai upaya peningkatan kemandirian pangan bagi masyarakat setempat dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang terbatas untuk budidaya tanaman sayuran yaitu sosialisasi rumah sayur. Dalam kegiatan ini terdapat beberapa tahan yaitu sosialisasi pemberian materi secara teoritik mengenai budidaya tanaman sayur, selanjutnya diskusi bersama dan pemberian media tanam berupa polybag dan beberapa jenis bibit tanaman sayur, dan yang terakhir adalah evaluasi terhadap perkembangan tanaman sayur yang ditanam dirumah masing-masing ibu-ibu PKK. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan sosialisasi dan berdiskusi dengan ibu-ibu PKK agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pemanfaatan pekarangan rumah dengan penanaman tanaman sayur menggunakan media tanam Polybag.  Harapannya hal ini dapat membantu upaya pemeliharaan kesehatan dan ketersediaan pangan untuk skala rumah tangga. Dari hasil kegiatan yang telah dilakukan adalah menyimpulkan bahwa masyarakat Desa Rejo Mulyo sudah mengetahui teknik budidayanya tanaman sayuran untuk menanam sayuran di pekarangan rumahnya.
Perbandingan Ekstrak Biji Pinang Terdelipidasi dan Non-Terdelipidasi: Karakterisasi, Fitokimia, dan Aktivitas Antibakteri terhadap Cutibacterium acnes Andrifianie, Femmy; Daffa, Meysha Nur; Anggraeni, Ranesya Eka; Wardhani, Oktiva Risma; Graharti, Risti; Ali, Nur Fitriana Muhammad; Adjeng, Andi Nafisah Tendri
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.899

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit umum, terutama pada remaja, dan salah satu bakteri penyebabnya adalah Cutibacterium acnes. Biji pinang (Areca catechu L.) memiliki aktivitas antibakteri karena memiliki kandungan metabolit sekunder meliputi  alkaloid, tanin, flavonoid, dan fenolik. Namun, penelitian aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji pinang setelah didelipidasi masih belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakterisasi, kandungan fitokimia, dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji pinang sebelum dan sesudah delipidasi terhadap bakteri Cutibacterium acnes. Serbuk simplisia biji pinang diperoleh melalui proses pengeringan dan penghalusan biji pinang. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, sedangkan proses delipidasi dilakukan melalui ekstraksi cair-cair menggunakan n-heksan. Standarisasi ekstrak mengikuti prosedur Farmakope Herbal Indonesia. Skrining fitokimia meliputi pengujian alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan terpenoid. Uji aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes dilakukan dengan metode difusi sumuran pada berbagai konsentrasi ekstrak (5–40%). Rendemen ekstrak etanol kental sebesar 26,8%, sedangkan ekstrak terdelipidasi memiliki rendemen 78,73% dari ekstrak awal. Kedua ekstrak memenuhi parameter spesifik dan nonspesifik farmakope. Skrining fitokimia menunjukkan peningkatan intensitas alkaloid, flavonoid, tannin, dan saponin setelah delipidasi. Aktivitas antibakteri meningkat seiring konsentrasi, dengan zona hambat rata-rata ekstrak terdelipidasi lebih besar daripada ekstrak etanol, khususnya pada 20% (12,19?mm) dan 40% (12,84?mm) dibandingkan EE 20% (9,18?mm) dan EE 40% (8,52?mm). Delipidasi meningkatkan kandungan senyawa aktif polar/semi-polar sehingga aktivitas antibakteri ekstrak biji pinang terhadap Cutibacterium acnes lebih tinggi. Ekstrak terdelipidasi berpotensi dikembangkan sebagai bahan alami perawatan kulit berjerawat.