Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENYULUHAN POTENSI WISATA EDUKASI PETANI GARAM DI DESA JUMPAI KECAMATAN KLUNGKUNG Selamet, Agus; Ni Putu Tiya Paristha; Atabuy Frit Elisa Yonce; Komang Satya Permadi; I Made Weda Satia Negara; Made Adi Pramana Krishna Leonard Putra
BINA CIPTA Vol 3 No 2 (2024): BINA CIPTA
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/binacipta.v3i2.52

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat di laksanakan di Desa Jumpai Kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung. Permasalahan yang timbul dimasyarakat adalah kekhawatiran akan punahnya pembuatan garam secara tradisional dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang potensi wisata yang dimiliki oleh Desa Jumpai. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah penyuluhan potensi wisata edukasi petani garam di Desa Jumpai Kacamatan Klungkung. Dalam pengabdian ini dilakukan dengan metode ceramah dengan membahas dua topik yang pertama memberikan pengetahuan tentang potensi wisata di Desa Jumpai dan yang kedua tentang potensi wisata edukasi tentang pembuatan garam tradisional di Desa Jumpai. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian adalah menambah pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola daya tarik wisata. Kegiatan pengabdian sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan masyarakat memperoleh pengetahuan tentang potensi yang bisa dikembangkan dan solusi untuk pembuatan garam secara tradisional tetap eksis melalui pembuatan kegiatan aktivitas wisata edukasi membuat garam secara tradisional.
Pura Lingsar sebagai Destinasi Wisata Budaya antara Sakralitas dan Komersialisasi Sumardani, Riski; Anak Agung Ayu Ribeka Martha Purwahita; I Wayan Kartimin; I Made Weda Satia Negara
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i1.11313

Abstract

Pariwisata berbasis budaya terus menjadi penggerak ekonomi daerah, tetapi destinasi yang mengandung nilai kesakralan kerap berhadapan dengan dilema antara menjaga tradisi dan memenuhi tuntutan pasar wisata. Walaupun sejumlah penelitian telah menyoroti potensi gesekan antara sektor pariwisata dan ruang religius, kajian mengenai bagaimana komunitas lokal menegosiasikan batas kesakralan sembari meraih manfaat ekonomi masih relatif terbatas. Kekosongan inilah yang melatarbelakangi penelitian mengenai Pura Lingsar di Lombok, sebuah situs yang menggabungkan fungsi keagamaan dan aktivitas wisata. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana hubungan antara pariwisata dan kegiatan bisnis mempengaruhi tata kelola ruang sakral di Pura Lingsar, serta bagaimana masyarakat setempat untuk mempertahankan nilai adat dalam kondisi komersialisasi yang terus meningkat. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dipilih karena pendekatan ini untuk peneliti menggali pemaknaan, persepsi, serta praktik sosial berbagai actor mulai dari wisatawan, tokoh adat, hingga pengelola pura lingsar secara lebih mendalam dan sesuai konteks lokal. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kesakralan Pura Lingsar tetap terpelihara melalui manajemen berbasis kearifan lokal yang secara jelas memisahkan ruang inti sakral, seperti Kemaliq, yang aksesnya dibatasi, dari area luar yang boleh dimanfaatkan untuk kegiatan wisata seperti Ritual Perang Topat merupakan komodifikasi yang dikendalikan dengan cermat, di mana bagian depan situs dijadikan ruang tontonan, sementara area belakang tetap difungsikan untuk praktik esoteris tanpa keterlibatan pengunjung. Pendekatan tersebut menghasilkan hubungan saling menguntungkan antara kegiatan ekonomi pariwisata dan pelestarian budaya, sekaligus menggeser posisi komunitas dari pihak yang pasif menjadi pengelola aktif. Meski demikian, penelitian ini masih terbatas pada satu lokasi dan belum menelusuri aspek ekonomi secara kuantitatif. Oleh karena itu, studi berikutnya disarankan untuk memperluas objek kajian ke destinasi sakral lain serta memadukan metode kualitatif dan kuantitatif agar pemahaman mengenai keberlanjutan pariwisata budaya dapat diperoleh secara lebih utuh.
Pengingkatan Skill Guide Lokal Dalam Pengelolaan Agrowisata Untuk Memenuhi Kebutuhan Perjalanan Wisatawan Di Agrowisata Segara Windhu Luwak I Wayan Agus Selamet; I Made Weda Satia Negara; Putu Yudika Budi Kusuma; Atabuy Frit Elisa
Jurnal Pemberdayaan Pariwisata Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pemberdayaan Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat IP Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jpp.v7i2.1970

Abstract

This community service program aims to provide guidance on tourism and agrotourism planning and development for the management of Segara Windhu Agrotourism in order to maintain and improve the quality and competitiveness of Segara Windhu Agrotourism in Tampaksiring Village. After the program was completed, an evaluation consisting of service activity points was conducted through a questionnaire distributed to forty participants. Several evaluation results showed positive outcomes, with the majority of participants giving good scores. This service activity ran smoothly, and the 40 participants from the Segara Windhu Agrotourism management staff were very enthusiastic in following the material provided. This community service activity has met the travel needs of tourists at Segara Windhu Agrotourism. It would be better for the government or related agencies to follow up on this training by providing guidance and assistance in managing the potential of tourist attractions at Segara Windhu Agrotourism and for the local community to begin to open up to the existence of the tourism industry in the village environment. Keywords: community service, agrotourism, development, tour guide skill