Firhani Anggriani Syafrie
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Akar Enau (Arenga pinnata Merr.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Dewi Yani, Rica; Silviana Hasanuddin; La Ode Saafi; Firhani Anggriani Syafrie; Fitriani W. Alani; Putri Mega Wijayanti; Tenri Zulfa Ayu Dwi Putri
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i6.310

Abstract

ABSTRAK Penyakit infeksi merupakan masalah kesehatan global terutama dinegara berkembang karena dapat menimbulkan angka kesakitan dan kematian yang cukup tinggi dalam kurun waktu singkat. Salah satu penyebab penyakit infeksi pada manusia adalah bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Tanaman enau (Arenga pinnata Merr.) diketahui memiliki potensi aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol akar enau (Arenga pinnata Merr) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli secara optimum. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorium yang menggunakan metode ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Dilakukan skrining fitokimia kemudian dilakukan pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol akar enau (Arenga pinnata Merr) dengan metode difusi cakram (paper disk). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik one way ANOVA. Hasil pengujian skrining fitokimia ektrak etanol akar enau (Arenga pinnata Merr) mengandung senyawa flavonoid, saponin, triterpenoid, tanin, dan fenol. Hasil pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol akar enau (Arenga pinnata Merr) terhadap bakteri Staphylococcus aureus konsentrasi 20% (16,5 mm) kategori kuat, konsentrasi 30% (16,7 mm) kategori kuat, dan konsentrasi 40% (19,1 mm) kategori kuat, serta terhadap bakteri  Escherichia coli konsentrasi 20% (9,3 mm) kategori sedang, konsentrasi 30% (10,4 mm) kategori sedang, dan konsentrasi 40% (12,1 mm) kategori kuat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol akar enau (Arenga pinnata Merr) memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai akar enau (Arenga pinnata Merr) dengan menggunakan metode ekstraksi yang berbeda dan dapat dilanjutkan ketahap fraksinasi atau kedalam bentuk formulasi sediaan dari bahan alam khususnya akar enau (Arenga pinnata Merr).
Penentuan Kadar Flavonoid Total Dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kulit Batang Gayam (Inocarpus fagiferus Fosb.) Dengan Metode CUPRAC (Cupric Ion Reducing Antioxidant Capacity) Ayu Anastarisa Ayu; Syawal Abdurrahman; Firhani Anggriani Syafrie; Putri Mega Wijayanti; Fitriani W. Alani; Wa Ode Ida Fitriah
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i3.649

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan hayati yang melimpah, termasuk tanaman gayam (Inocarpus fagiferus Fosb.) yang diketahui mengandung senyawa flavonoid dengan aktivitas antioksidan. Flavonoid berperan penting dalam menangkal radikal bebas yang dapat memicu berbagai penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total dan menguji aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit batang gayam menggunakan metode Cupric Ion Reducing Antioxidant Capacity (CUPRAC). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan ekstraksi simplisia kulit batang gayam menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Kadar flavonoid total diukur menggunakan standar kuersetin melalui spektrofotometri UV-Vis, sedangkan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode CUPRAC dan dinyatakan dalam nilai IC50. Data dianalisis dengan regresi linier untuk memperoleh hubungan antara konsentrasi dan persentase inhibisi. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak sebesar 5,76% dengan kadar flavonoid total sebesar 6,525% (6,525 mg QE/g ekstrak). Aktivitas antioksidan ekstrak menghasilkan nilai IC50 sebesar 3,833 μg/mL yang tergolong kategori sangat kuat, sedangkan vitamin C sebagai pembanding memiliki nilai IC50 sebesar 2,957 μg/mL. Nilai R² yang tinggi menunjukkan hubungan linier yang baik antara konsentrasi ekstrak dan persentase inhibisi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit batang gayam memiliki kadar flavonoid yang cukup tinggi dan aktivitas antioksidan yang sangat kuat, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami untuk aplikasi kesehatan dan farmasi.