Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN INOVATIF DI SMP NEGERI 1 NABIRE Debbie Maroni Titaley; Dominggus Paulus Situru
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 3 No. 12: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v3i12.9305

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru di SMP Negeri 1 Nabire dalam menerapkan metode pembelajaran inovatif yang relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya pemanfaatan metode pembelajaran kreatif dan teknologi dalam proses belajar-mengajar, yang berdampak pada kurangnya keterlibatan siswa. Kegiatan pengabdian ini mencakup pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung dalam penggunaan metode pembelajaran inovatif, melibatkan 20 guru sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif dengan observasi awal, workshop interaktif, dan pendampingan berkelanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan guru, terciptanya kesadaran terhadap pentingnya pembelajaran aktif, serta munculnya inisiatif untuk menerapkan metode baru secara mandiri. Transformasi sosial yang diharapkan, seperti peningkatan kualitas pembelajaran dan motivasi siswa, mulai terlihat. Program ini menegaskan pentingnya pelibatan aktif guru dan komunitas pendidikan dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas dan relevan.
PERAN GURU PPKN DALAM MENGINTEGRASIKAN ISU HAK ASASI MANUSIA PADA PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL DI SD I.S KIJNE WADIO Santji Afi Rangkoly; Dominggus Paulus Situru
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 4 No. 4: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru PPKn dalam mengintegrasikan isu Hak Asasi Manusia (HAM) pada pembelajaran di era digital di SD I.S. Kijne Wadio. Topik ini penting karena pendidikan berbasis HAM menjadi landasan utama dalam membangun karakter generasi muda, terutama di tengah perkembangan teknologi digital yang cepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru PPKn, siswa, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang baik mengenai nilai-nilai HAM, tetapi menghadapi tantangan dalam menggunakan teknologi digital secara optimal. Keterbatasan fasilitas digital dan kurangnya pelatihan menjadi kendala utama. Namun, siswa menunjukkan minat yang tinggi terhadap pembelajaran berbasis kasus konkret yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan teknologi bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PPKn berbasis HAM di era digital. Implikasi dari hasil ini adalah perlunya kebijakan pendidikan yang mendukung integrasi teknologi dalam pembelajaran untuk memperkuat pendidikan karakter siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran inovatif berbasis HAM di tingkat sekolah dasar.
Implementasi Pengajaran Dasar Literasi Baca Tulis pada Program Peningkatan Keterampilan Membaca dan Menulis Anak-anak di Rumah Belajar Pancasila Nabire, Papua Tengah Mahmudah, Winda Woro; Jasmari, Jasmari; Dominggus Paulus Situru
Jurnal Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Bengkulu Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jp.v4i1.1359

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan pengajaran dasar literasi baca tulis dalam upaya meningkatkan keterampilan membaca dan menulis anak-anak di Rumah Belajar Pancasila Nabire, Papua Tengah. Latar belakang kegiatan ini didasari oleh rendahnya capaian literasi dasar anak-anak Indonesia, terutama di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), serta terbatasnya akses terhadap pembelajaran bermakna dan kontekstual. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2025 dan melibatkan 40 anak usia 7–11 tahun. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif dan komunikatif, dengan strategi pengajaran yang menekankan pada penggunaan media cerita bergambar, permainan edukatif, dan aktivitas fonemik berbasis konteks lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi, berpartisipasi aktif, dan tidak mengalami hambatan berarti selama proses belajar. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar sekaligus memperkuat fondasi literasi anak-anak. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas lokal dalam menciptakan ruang belajar alternatif yang inklusif dan berkelanjutan. Diharapkan, program ini dapat direplikasi di wilayah lain yang memiliki tantangan serupa dalam pengembangan literasi dasar.
MAKNA PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BAGI SISWA SD YPK I.S KIJNE WADIO Dominggus Paulus Situru; Jermanto Subeno Lasamahu; Winda Woro Mahmudah; Yully Tappi; Refly J Umpel; Yulianti Mangallo
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 5 No. 5 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep siswa sekolah dasar akibat pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurang mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata siswa. Pembelajaran kontekstual dipandang penting karena mampu menjembatani materi pelajaran dengan pengalaman sehari-hari siswa sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa di SD YPK I.S Kijne Wadio. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru dan siswa yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual dimaknai siswa sebagai pembelajaran yang mudah dipahami karena dekat dengan kehidupan mereka. Penerapan pembelajaran kontekstual mampu meningkatkan keterlibatan siswa dan membantu mereka memahami konsep secara lebih bermakna. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran kontekstual berperan penting dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa sekolah dasar dan dapat menjadi solusi untuk memperbaiki kualitas pembelajaran di kelas.