Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE ROLE OF THE MADRASAH HEAD IN STUDENT ACHIEVEMENT AT MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 MATARAM Amrullah, Nazar; Suyud, Suyud; Andriani, Dwi Esti
JURNAL EDUSCIENCE Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Hungary, South Africa, Malaysia, and Ind
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v11i3.6525

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan mengkaji dampak kepala madrasah terhadap keberhasilan siswa baik dalam ranah akademik maupun non-akademik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Mataram. Selanjutnya, tujuannya adalah untuk mengidentifikasi dan mengkaji unsur-unsur yang mendukung maupun menghambat fungsi tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian adalah Madrasah Aliyah Negeri 2 Mataram. Sumber data adalah kepala madrasah dan wakil kepala madrasah bidang kurikulum, kesiswaan, sarana dan prasarana, hubungan masyarakat, dan program keagamaan, pengawas olimpiade, pendidik, siswa, dan siswa AM. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles Huberman, pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memegang peranan penting dalam mencapai keberhasilan siswa baik dalam ranah akademik maupun non-akademik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Mataram. Peran ini memiliki banyak sisi, meliputi peran EMASLIM IKIEF (Pendidik, Manajer, Administrator, Supervisor, Pemimpin, Inovator, Motivator, Pembicara, Komunikator, Evaluator, dan Fasilitator). Elemen kunci yang berkontribusi terhadap keberhasilan siswa baik dalam ranah akademis maupun nonakademis meliputi keterlibatan aktif staf pengajar dalam membimbing dan membina siswa, antusiasme dan pola pikir mereka yang tinggi, serta motivasi siswa untuk berpartisipasi dalam semua kegiatan dan kompetisi. Selain itu, kepala sekolah memiliki prinsip-prinsip yang kuat. Madrasah ini telah mencapai kemahiran dalam media sosial, merupakan madrasah terdepan di Indonesia, menawarkan fasilitas yang lengkap, mentor, dan pelatih untuk olimpiade eksternal, pelatihan untuk staf pengajar, penyediaan materi matrikulasi untuk siswa baru, manajemen pembinaan olimpiade yang efektif, dan memberikan masukan dan bimbingan motivasi dari kepala sekolah, staf pengajar, dan orang tua kepada siswa. Selain itu, hambatan terhadap keberhasilan siswa baik dalam ranah akademis maupun nonakademis meliputi perlunya pendanaan yang tepat untuk kompetisi yang menarik sejumlah besar peserta. Akan tetapi, madrasah tidak mampu membiayainya secara penuh, hanya menyediakan sebagian dana. Tidak semua orang tua mengizinkan anak-anaknya untuk mengikuti perlombaan, terutama karena mereka lebih suka berkonsentrasi pada kemajuan akademis saja. Beberapa siswa perlu lebih konsisten dalam mengikuti proses seleksi, kurang bimbingan dari para profesor, dan terlibat konflik dengan jadwal untuk mengakses fasilitas dan infrastruktur.
Manajemen Kurikulum Merdeka SMA Negeri di Kota Tanjungpandan Kabupaten Belitung Candralini; Wijayanti, Wiwik; Amrullah, Nazar
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus-September 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i5.5439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai aspek manajemen Kurikulum Merdeka di SMA Negeri di Kota Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, yang mencakup proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi serta memetakan hambatan dalam proses manajemen kurikulum. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data mencakup: kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Analisis data yang digunakan adalah: kondensasi data, display data, dan menyimpulkan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan Kurikulum Merdeka di kedua SMA di Tanjung Pandan dilakukan dengan tahapan yakni pembentukan tim pengembangan kurikulum, penentuan visi, misi, dan tujuan sekolah, menganalisis kebutuhan siswa, menganalisis kesiapan guru serta sarana, adanya struktur organisasi lembaga pendidikan yang membagi beban kerja guru sesuai dengan klasifikasinya, penetapan KOSP sebagai sumber acuan utama. (2) pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMA negeri di kota Tanjungpandan sebagian besar sudah mengacu kepada modul pembelajaran yang bermuatan pembelajaran berdiferensiasi, walaupun masih ada guru yang masih melaksanakan, pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pelaksanaan kegiatan kokurikuler (P5) sudah berjalan dengan menurunkan kelima tema besar menjadi beberapa topik setiap tahunnya. (3) Evaluasi pembelajaran formatif dilakukan di dalam proses pembelajaran sedangkan evaluasi kurikulum secara keseluruhan dan sumatif dilakukan di akhir semester. Namun untuk P5 dilaksanakan di setiap akhir pekan; (4) Hambatan utama dalam penerapan Kurikulum Merdeka adalah kurangnya pemahaman guru terhadap konsep kurikulum merdeka, tantangan perubahan paradigma mengajar yang berpusat pada siswa, pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran P5 belum terjadwal dengan baik, masih perlu penguatan pemahaman guru terkait pelaksanaan pembelajaran P5 serta masalah pendanaan P5 yang masih dibebankan kepada siswa.