Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sistem Monitoring Water Turbidity Aquaculture Pada Budidaya Ikan Lele Bebasis PLTS Jamiyanti, Eva; Agustini, Eka Herlina; Fata, Indra
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v7i2.5615

Abstract

Budidaya ikan lele merupakan salah satu sektor perikanan yang memiliki potensi besar di Indonesia. Namun, pada kualitas air khususnya kekeruhan atau turbidity  menjadi tantangan utama yang mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan ikan lele. Sistem yang dirancang terdiri dari sensor kekeruhan, unit kontrol, dan modul komunikasi yang ditenagai oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Metodologi penelitian mencakup studi literatur, desain sistem, pengembangan prototipe, uji lapangan, analisis data, dan evaluasi sistem. Hasil dari uji lapangan menunjukkan bahwa sistem monitoring  ini dapat memberikan data real-time tentang tingkat kekeruhan air, memungkinkan petani ikan lele untuk mengambil tindakan yang cepat dan tepat. Penggunaan PLTS sebagai sumber energi utama merupakan solusi  inovatif yang efisien dan berkelanjutan. Sistem ini dapat menghemat listrik hingga 45% penggunaan listrik dan dapat mengcover 95% kebutuhan listrik pada system monitoring turbdity aquaculture  untuk meningkatkan kualitas air dalam budidaya ikan lele. Hal menunjukkan pengurangan biaya operasional dan dampak lingkungan yang lebih rendah. Implementasi teknologi ini dapat mengetahui kekeruha yang dapat ditoleransi untuk kualitas hidup ikan lele yaitu 26 NTU dan kekeruhan yang maksimal yaitu kurang dari 50 NTU. Evaluasi sistem menunjukkan peningkatan produktivitas dan kesehatan ikan lele, serta keuntungan ekonomi yang signifikan bagi petani ikan.
Peran Leuit dalam Ketahanan Pangan Lokal Berkelanjutan di Kampung Nyompok Suwakan Firdaus, Ismet; Aisya Fitri, Nadia; Destriana Putri, Risya; Putri Pratama, Amelia; Arham, Haafidzhil; Fata, Indra
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 8 No. 2 (2026): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v8i2.11235

Abstract

Leuit is a traditional Sundanese rice barn that plays a crucial role in maintaining local food security while preserving cultural values. This study aims to analyze the role of leuit in Nyompok Village, Suwakan, Lebak Regency, in supporting sustainable food self-sufficiency. The research employed a descriptive qualitative method through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that leuit functions not only as a storage facility to secure rice during famine, natural disasters, or crop failure, but also as a symbol of social solidarity, local wisdom, and community food sovereignty. This tradition reflects the community’s strong attachment to agrarian practices inherited from their ancestors, where rice is regarded as a symbol of life and prosperity. Moreover, leuit is capable of preserving rice quality over long periods due to its eco-friendly traditional construction. However, modernization and the younger generation’s reliance on market-based systems have gradually diminished its role. Therefore, preserving leuit should be considered as an integrative strategy that ensures food security while maintaining the social, cultural, and spiritual values of the community.