Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Keterampilan Kolaborasi Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Fisika Di Sman Titian Teras Kabupaten Muaro Jambi Muhammad Musyaddad; Feliza Paramitha Sinaga; Sri Wina Oktavia
Scientica Education Journal Vol. 1 No. 2 (2024): SEJ-MAY
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/gx3nqe02

Abstract

Pembelajaran Abad 21 ditandai dengan karakteristik yang memerlukan peserta didik untuk memiliki kecakapan belajar 4C, yaitu Critical Thinking, Creativity, Communication Skills, serta Collaboratively. Kolaborasi merujuk pada sebuah proses kerjasama dan koordinasi yang melibatkan ketergantungan yang positif dalam kelompok tertentu, dengan tujuan bersama yang ingin dicapai. Ilmu Fisika adalah bidang pengetahuan yang muncul dan berkembang melalui serangkaian langkah, seperti pengamatan, identifikasi masalah, pembentukan hipotesis melalui eksperimen, deduksi, serta pengembangan teori dan konsep baru. Dalam proses pembelajaran, kolaborasi antara siswa diperlukan untuk mencapai hasil yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keterampilan kolaborasi siswa dalam mata pelajaran Fisika di SMAN Titian Teras. Jenis penelitian ini adalah Ex-post Facto dengan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA 1 SMAN Titian Teras yang berjumlah 38 peserta didik. Penelitian ini menggunakan instrumen angket keterampilan kolaborasi peserta didik dengan jumlah poin pernyataan sebanyak 30 poin yang terdiri dari tiga indikator keterampilan kolaborasi. Hasil penelitian yang dilakukan diperoleh keterampilan kolaborasi peserta didik yang dihitung pada setiap indikator berada pada kategori sedang dengan persentase 74% untuk kategori berkontribusi secara aktif, 79% pada kategori bekerja secara produktif dan 53% pada indikator bertanggung jawab. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa keterampilan kolaborasi peserta didik pada masing-masing indikator berada pada kategori sedang, sehingga membutuhkan perbaikan mutu pembelajaran dan pola interaksi belajar peserta didik dengan menelaah kembali kemampuan peserta didik dengan mengadopsi pembelajaran Abad 21.
Integration of Digital Literacy into the Development of Students' Science Process Skills in Straight Line Motion Dynamics Darmaji, Darmaji; Astalini, Astalini; yusnidar, Yusnidar; Kurniawan, Dwi Agus; Sri Wina Oktavia; Elza Triani; Rahmat Perdana
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 2 (2026): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/yjf10r45

Abstract

The integration of digital literacy into physics education is becoming increasingly important as students need to access, evaluate, interpret, and utilize digital information for scientific inquiry. This study examined the impact of digital literacy on students’ science process skills in learning straight-line motion dynamics and how digital tools support experimental activities. A mixed methods design with an explanatory sequential approach was used. Quantitative data were collected from 40 grade XI students at SMA Negeri 11 and SMA Negeri 12 in Jambi City using a digital literacy questionnaire and a science process skills observation sheet. The questionnaire assessed technical, cognitive, and ethical competencies in the use of digital technology, while the observation sheet evaluated skills such as observing motion phenomena, hypothesizing, identifying variables, designing experiments, analyzing data, interpreting kinematic graphs, and drawing conclusions. Qualitative data were collected through semi-structured interviews with selected students to contextualize the quantitative findings. Data analysis included normality and linearity tests, followed by simple linear regression using SPSS 25.0 for quantitative data, and Miles and Huberman’s interactive model for qualitative analysis. Results demonstrated that digital literacy significantly influences students’ science process skills, with a p-value of 0.000 (< 0.05). The R-square value of 0.523 indicated that digital literacy explained 52.3% of the variation in science process skills. Interviews revealed that digital tools such as PhET simulations, motion analysis apps, instructional videos, sensors, and digital graphs helped students understand uniform and accelerated motion more concretely. This study's novelty lies in positioning digital literacy as an active, measurable component of straight-line motion learning rather than just supplementary media. It concludes that systematically integrating digital literacy can enhance students’ science process skills and supports the development of technology-supported inquiry learning in secondary physics education.