Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Sistem Keuangan Internasional Pada Saat Covid-19 Indonesia, Singapura, Malaysia Doharni Harahap, Misna; Lubis, Irsad
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i3.2024.1090-1098

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh simultan pemeliharaan stabilitas sistem keuangan melalui Inflasi dan Nilai Tukar. Penelitian dilakukan di tiga negara, Indonesia, Singapura, dan Malaysia, dan berlangsung selama tujuh belas bulan dari tahun 2019 hingga 2020. Metode yang digunakan adalah metode simultanitas. Hasil penelitian menunjukkan pada Persamaan I bahwa Suku Bunga, Konsumsi dan Nilai Tukar secara simultan berpengaruh terhadap Inflasi, namun jumlah uang beredar tidak. Kemudian, hasil pada Persamaan II menunjukkan bahwa Cadangan Devisa dan Inflasi secara simultan berpengaruh terhadap Nilai Tukar, namun Ekspor tidak berpengaruh terhadap Nilai Tukar. Oleh karena itu, dalam pengendalian stabilitas sistem keuangan, Bank Sentral atau  Bank Indonesia harus memantau variabel konsumsi, suku bunga, dan nilai tukar untuk mengendalikan Inflasi agar stabilitas sistem keuangan tetap stabil, serta memantau cadangan devisa dan Inflasi agar nilai tukar di Indonesia, Singapura dan Malaysia dipertahankan.Kata kunci:  Cadangan Devisa, Ekspor, Inflasi, Nilai Tukar, Konsumsi, Suku Bunga
Efektifitas Double Policy Terhadap Cadangan Devisa Era New Normal Cia’s Countries Yusmansyah Permadi, Mei; Doharni Harahap, Misna; Albar Tanjung, Ahmad; Sukardi, Sukardi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i3.2024.967-974

Abstract

Efektifitas double policy terhadap cadangan devisa pada era new normal, yang berfungsi untuk melihat dua kebijakan ekonomi untuk menstabilkan cadangan devisa pada era new normal. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Nilai Tukar, Pajak , Inflasi, Ekspor dan Utang Luar Negeri  berpengaruh terhadap Cadangan Devisa dalam Menganalisis leading indikator Cadangan Devisa  serta Menganalisis perbedaan Cadangan Devisa sebelum dan selama masa pandemi Covid 19 di Negara CIA'S (China,Indonesia,Amerika). Jenis penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan data sekunder runtut waktu dari tahun 2010 sampai dengan 2021 (time series) dan cross-section yang diperoleh dari World Bank. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode Panel ARDL. Hasil Analisis Hasil analisis Panel ARDL menunjukkan negara yang mampu menjadi leading indicator untuk stabilitas nilai tukar adalah China, Indonesia, Amerika hal ini disebabkan karena semua variabel atau indicator dalam penelitian negera tersebut berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa. Saran dalam penelitian ini, yaitu Untuk menaikkan Cadangan devisa sebaiknya pemerintah harus terus memperhatikan aspek aspek penunjang yaitu menaikkan Tax atau Pajak Impor dan Meningkatkan Ekspor untuk menaikkan cadangan devisa dan lebih fokus untuk mengelola sumber daya alamnya sendiri agar lebih efisien dalam biaya biaya operasional pengelolaan sumber daya alam sekaligus yakni memperkuat Ekspor.Kata kunci: Cadangan Devisa, Ekspor, Kurs, Tax, Utang Luar Negeri
Efektifitas Double Policy Terhadap Cadangan Devisa Era New Normal Cia’s Countries Yusmansyah Permadi, Mei; Doharni Harahap, Misna; Albar Tanjung, Ahmad; Sukardi, Sukardi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i3.2024.967-974

Abstract

Efektifitas double policy terhadap cadangan devisa pada era new normal, yang berfungsi untuk melihat dua kebijakan ekonomi untuk menstabilkan cadangan devisa pada era new normal. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Nilai Tukar, Pajak , Inflasi, Ekspor dan Utang Luar Negeri  berpengaruh terhadap Cadangan Devisa dalam Menganalisis leading indikator Cadangan Devisa  serta Menganalisis perbedaan Cadangan Devisa sebelum dan selama masa pandemi Covid 19 di Negara CIA'S (China,Indonesia,Amerika). Jenis penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan data sekunder runtut waktu dari tahun 2010 sampai dengan 2021 (time series) dan cross-section yang diperoleh dari World Bank. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode Panel ARDL. Hasil Analisis Hasil analisis Panel ARDL menunjukkan negara yang mampu menjadi leading indicator untuk stabilitas nilai tukar adalah China, Indonesia, Amerika hal ini disebabkan karena semua variabel atau indicator dalam penelitian negera tersebut berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa. Saran dalam penelitian ini, yaitu Untuk menaikkan Cadangan devisa sebaiknya pemerintah harus terus memperhatikan aspek aspek penunjang yaitu menaikkan Tax atau Pajak Impor dan Meningkatkan Ekspor untuk menaikkan cadangan devisa dan lebih fokus untuk mengelola sumber daya alamnya sendiri agar lebih efisien dalam biaya biaya operasional pengelolaan sumber daya alam sekaligus yakni memperkuat Ekspor.Kata kunci: Cadangan Devisa, Ekspor, Kurs, Tax, Utang Luar Negeri
Analisis Sistem Keuangan Internasional Pada Saat Covid-19 Indonesia, Singapura, Malaysia Doharni Harahap, Misna; Lubis, Irsad
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i3.2024.1090-1098

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh simultan pemeliharaan stabilitas sistem keuangan melalui Inflasi dan Nilai Tukar. Penelitian dilakukan di tiga negara, Indonesia, Singapura, dan Malaysia, dan berlangsung selama tujuh belas bulan dari tahun 2019 hingga 2020. Metode yang digunakan adalah metode simultanitas. Hasil penelitian menunjukkan pada Persamaan I bahwa Suku Bunga, Konsumsi dan Nilai Tukar secara simultan berpengaruh terhadap Inflasi, namun jumlah uang beredar tidak. Kemudian, hasil pada Persamaan II menunjukkan bahwa Cadangan Devisa dan Inflasi secara simultan berpengaruh terhadap Nilai Tukar, namun Ekspor tidak berpengaruh terhadap Nilai Tukar. Oleh karena itu, dalam pengendalian stabilitas sistem keuangan, Bank Sentral atau  Bank Indonesia harus memantau variabel konsumsi, suku bunga, dan nilai tukar untuk mengendalikan Inflasi agar stabilitas sistem keuangan tetap stabil, serta memantau cadangan devisa dan Inflasi agar nilai tukar di Indonesia, Singapura dan Malaysia dipertahankan.Kata kunci:  Cadangan Devisa, Ekspor, Inflasi, Nilai Tukar, Konsumsi, Suku Bunga