Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Kadar Hemoglobin Menggunakan POCT (Point Care Of Testing) dengan Alat Hematology Analyzer Pada Pasien Normal dan Anemia Fauzi, Anggi; Novilla, Arina; Ningrum, Nining Ratna; Herawati, Iis
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2329

Abstract

Di laboratorium pemeriksaan hemoglobin merupakan salah satu pemeriksaan skrining, penggunaan alat bervariasi salah satunya adalah menggunakan POCT. Alasan penggunaan alat ini karena lebih efisien dibanding hematology analyzer, seperti pengerjaannya lebih mudah karena POCT biasanya bersifat portabel, sehingga bisa digunakan di berbagai lokasi tanpa perlu membawa sampel ke laboratorium pusat sehingga POCT bisa dijadikan alternatif pada kondisi tertentu. Alat POCT biasanya lebih murah untuk dibeli awalnya karena ukurannya yang kecil dan teknologi yang lebih sederhana. Tujuan penelitian ini membandingkan kadar hemoglobin yang diukur memakai alat Point of Care Testing (POCT) dan Hematology Analyzer pada pasien dengan kondisi normal, anemia sedang, dan anemia berat. Metode yang digunakan adalah penelitian komparatif dengan desain cross sectional. Besaran sampel digunakan dalam penelitian ini adalah 40 pasien dibagi secara proporsional menjadi 20 pasien dengan kadar hemoglobin normal, 10 pasien dengan anemia sedang dan 10 pasien dengan anemia berat. Hasil penelitian rerata kadar hemoglobin kategori normal pada POCT adalah 14,37 mg/dL, sedangkan pada hematology analyzer adalah 13,95 mg/dL. Rerata kadar hemoglobin kategori anemia sedang pada POCT adalah 9,45 mg/dL, sedangkan pada hematology analyzer adalah 8,77 mg/dL. Rerata kadar hemoglobin kategori anemia berat pada POCT adalah 6,42 mg/dL, sedangkan pada hematology analyzer adalah 5,82 mg/dL. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa hasil uji Independent t-test ketiga kategori didapat nilai p value >0,05 menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan POCT dengan hematology analyzer. Kata Kunci: Point of Care Testing, Hematology Analyzer, Anemia
Perbandingan Kadar Hemoglobin Menggunakan POCT (Point Care Of Testing) dengan Alat Hematology Analyzer Pada Pasien Normal dan Anemia Fauzi, Anggi; Novilla, Arina; Ningrum, Nining Ratna; Herawati, Iis
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2329

Abstract

Di laboratorium pemeriksaan hemoglobin merupakan salah satu pemeriksaan skrining, penggunaan alat bervariasi salah satunya adalah menggunakan POCT. Alasan penggunaan alat ini karena lebih efisien dibanding hematology analyzer, seperti pengerjaannya lebih mudah karena POCT biasanya bersifat portabel, sehingga bisa digunakan di berbagai lokasi tanpa perlu membawa sampel ke laboratorium pusat sehingga POCT bisa dijadikan alternatif pada kondisi tertentu. Alat POCT biasanya lebih murah untuk dibeli awalnya karena ukurannya yang kecil dan teknologi yang lebih sederhana. Tujuan penelitian ini membandingkan kadar hemoglobin yang diukur memakai alat Point of Care Testing (POCT) dan Hematology Analyzer pada pasien dengan kondisi normal, anemia sedang, dan anemia berat. Metode yang digunakan adalah penelitian komparatif dengan desain cross sectional. Besaran sampel digunakan dalam penelitian ini adalah 40 pasien dibagi secara proporsional menjadi 20 pasien dengan kadar hemoglobin normal, 10 pasien dengan anemia sedang dan 10 pasien dengan anemia berat. Hasil penelitian rerata kadar hemoglobin kategori normal pada POCT adalah 14,37 mg/dL, sedangkan pada hematology analyzer adalah 13,95 mg/dL. Rerata kadar hemoglobin kategori anemia sedang pada POCT adalah 9,45 mg/dL, sedangkan pada hematology analyzer adalah 8,77 mg/dL. Rerata kadar hemoglobin kategori anemia berat pada POCT adalah 6,42 mg/dL, sedangkan pada hematology analyzer adalah 5,82 mg/dL. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa hasil uji Independent t-test ketiga kategori didapat nilai p value >0,05 menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan POCT dengan hematology analyzer. Kata Kunci: Point of Care Testing, Hematology Analyzer, Anemia
Effectiveness of an augmented reality-based HI Bogi application in improving toothbrushing skills among elementary school children: a quasi-experimental study Fadilah, Rina Putri Noer; Fauzi, Anggi; Andisa, Maria; Supriatna, Andi; Sonjaya, Donni
Padjadjaran Journal of Dentistry Vol 38, No 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjd.vol38no2.70558

Abstract

Introduction: Oral health is an essential component of overall quality of life; however, the prevalence of dental caries in Indonesia remains high, particularly among elementary school children, partly due to inadequate toothbrushing skills. Various digital educational innovations, including mobile health applications and augmented reality (AR)-based interventions, have demonstrated positive effects on oral health education and behavioral change. Nevertheless, evidence regarding the effectiveness of the HI Bogi AR-based application, especially in improving children’s toothbrushing skills, remains limited. Therefore, this study aimed to analyze the effectiveness of the augmented reality-based HI Bogi application in improving toothbrushing skills among elementary school children using a quasi-experimental design. Methods: This study employed a quasi-experimental design with a one-group pre- and post-test design. A total of 170 elementary school students aged 9–12 years from Cimahi City were recruited using simple random sampling. The intervention involved the use of the HI Bogi AR-based application for 21 days. The research instrument was an observational questionnaire comprising 13 indicators of toothbrushing skills. Data were analyzed using a paired t-test for normally distributed data and the Wilcoxon signed-rank test for non-normal data. Results: Toothbrushing skills improved significantly following the intervention (Wilcoxon signed-rank test: Z = −15.192, p < 0.001). The mean toothbrushing skill score increased from 4.40 ± 3.77 at baseline to 12.62 ± 0.71 after the intervention, representing an average improvement of 8.22 points. These findings indicate that the HI Bogi AR application substantially improved children’s toothbrushing skills. Conclusion: The HI Bogi application integrated with augmented reality (AR) proved effective in improving proper toothbrushing skills among children aged 9–12 years in Cimahi City. This innovation has the potential to serve as an alternative, promotive, and preventive oral health education tool to support school-based oral health programs.