Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Ekstrak Etanol Propolis Terhadap Aktivitas dan Kapasitas Fagositosis pada Kultur Makrofag yang Diinfeksi Enteropathogenic Escherichia coli (EPEC) Herawati, Iis; Husin, Usep A.; Sudigdoadi, Sunarjati
Majalah Kedokteran Bandung Vol 47, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanganan penyakit infeksi diperlukan suatu imunostimulator. Propolis adalah campuran resin yang dikumpulkan lebah dari tumbuh-tumbuhan, digunakan sebagai material isolasi sarang lebah, merupakan bahan yang berpotensi sebagai imunostimulator. Penelitian dilakukan di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu Universitas Gadjah Mada, pada Januari–Maret 2013. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan aktivitas dan kapasitas fagositosis kultur makrofag yang diberi ekstrak etanol propolis terhadap Enteropathogenic Escherichia coli (EPEC). Desain penelitian eskperimen. Ke dalam kultur makrofag yang diperoleh dari tiga orang subjek, masing-masing diberi ekstrak etanol propolis 6,25, 12,5, 25, 50, dan 100 µg/mL serta kontrol tanpa ekstrak etanol propolis. Inkubasi dilakukan satu hari. Kultur diinfeksikan EPEC selama 30 menit, diwarnai dengan Giemsa dan diamati dengan mikroskop. Persentase aktivitas fagositosis diperoleh dengan menghitung jumlah makrofag yang aktif dalam 100 makrofag. Nilai kapasitas fagositosis diperoleh dengan menghitung jumlah bakteri yang difagosit oleh 50 makrofag. Uji analysis of variance (ANOVA) menunjukkan perbedaan signifikan aktivitas maupun kapasitas fagositosis kultur makrofag yang diberi ekstrak etanol propolis dibanding dengan kontrol (p=0,000). Uji Tukey HSD pada aktivitas fagositosis menunjukkan hasil signifikan antara kontrol dan konsentrasi 6,25 µg/mL (p=0,008), sedangkan pada kapasitas fagositosis terlihat antara kontrol dan konsentrasi 12,5 µg/mL (p=0,001). Simpulan, ekstrak etanol propolis meningkatkan aktivitas dan kapasitas fagositosis kultur makrofag terhadap EPEC dengan konsentrasi minimum 12,5 µg/mL. [MKB. 2015;47(2):102–8]Kata kunci: Aktivitas fagositosis, Enteropathogenic Escherichia coli (EPEC), kapasitas fagositosis, makrofag, propolis.    The Effect of Ethanolic Extract Propolis on Phagocytosis Activity and Capacity Macrophages Culture which Infected by Enteropathogenic Escherichia coli (EPEC)AbstractThe use of immunostimulant for treatment infectious diseases is needed. Propolis is mixture of resin collected from plants by bees, used as an insulating material in beehives, which has potential as immunostimulant. The research was performed at Laboratory of research and integrated testing Gadjah Mada University in January−March 2013. This experimental research is amied to analyze the increase of phagocytosis activity and capacity on macrophages culture which added by propolis ethanolic extract againts Enteropathogenic Escherichia coli (EPEC). The design research is experimental. Macrophage culture obtained from three subjects, individually culture supplemented with the propolis ethanolic extract 6.25, 12.5, 25, 50, and 100 µg/mL as well as control without the addition of propolis ethanolic extract. The cultures were incubated for one day. Macrophage cultures infected by EPEC for 30 minutes, stained by Giemsa and observed by microscope. Percentage of phagocytosis activity is determined by the number of active macrophages per 100 macrophages. Phagocytosis capacity value determined by counting the number of bacteria that phagocytized by 50 macrophages.  Analysis of variance (ANOVA) showed significantly different phagocytosis activity and capacity between macrophage cultures that added by propolis ethanolic extract and control (p=0.000). Tukey HSD analysis showed significantly different phagocytosis activity between control and subject with concentration 6.25 µg/mL (p=0.008) whereas on phagocytosis capacity appears between control and subject with concentration 12,5 µg/mL (p=0.001). In conclusion, propolis ethanolic extract is able to increase the phagocytosis activity and capacity of macrophages againts EPEC with minimum concentration 12.5µg/mL. [MKB. 2015;47(2):102–8] Key words: Enteropathogenic Escherichia coli (EPEC), macrophage, phagocytosis activity, phagocytosiscapacity, propolis DOI: 10.15395/mkb.v47n2.460
PENINGKATAN PENGETAHUAN TERKAIT PERKEMBANGAN DAN PEMERIKSAAN COVID-19 MELALUI WEBINAR PADA SISWA JURUSAN ANALIS KESEHATAN DI SMK BHAKTI KENCANA GARUT Dwi Davidson Rihibiha; Fini Ainun Qolbi Wasdili; Iis Herawati
Dharmakarya Vol 10, No 3 (2021): September, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i3.33961

Abstract

Pada saat ini dunia sedang dilanda pandemi yang cukup mengkhawatirkan, yaitu Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Pemerintah Indonesia telah menetapkan status darurat bencana yang terkait dengan pandemi virus ini. Pemutusan rantai penularan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang tidak mengikuti anjuran tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dilakukannya kegiatan Praktek Pembangunan Kesehatan Masyarakat (PPKM) yang merupakan suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk dapat mengidentifikasi serta menangani masalah-masalah kesehatan yang dihadapi di masyarakat. Kegiatan PPKM kali ini berupa sosialisasi secara daring dalam bentuk webinar dengan judul “Putuskan Rantai Penyebaran Covid! Pengentahuan, Pencegahan dan Pemberantasan (3P)” dengan peserta adalah siswa/i jurusan Analis Kesehatan, SMK Bhakti Kencana, Bayongbong, Garut. Webinar yang dilakukan terdiri dari paparan materi terkait perkembangan Covid-19 dan juga teknik pemeriksaan laboratorium Covid-19 sebagai wawasan tambahan pada siswa/i jurusan Analis Kesehatan. Hasil kuisioner menunjukkan peserta dari SMK Bhakti Kencana Bayongbong ini dalam keadaan sehat, namun untuk tingkat kesadaran terhadap kesehatan masih kurang yang ditandai dengan pola hidup yang kurang sehat, jarang berolahraga dan jarangnya memeriksaan diri kepelayanan kesehatan. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan pada sebagian besar peserta setelah webinar yang ditandai kenaikan nilai antara nilai pre-test dengan nilai post-test. Hasil kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memotivasi para guru dan pengajar untuk lebih meningkatkan promosi kesehatan maupun pengetahuan mengenai Covid-19
Aktivitas Antimikroba Lactobacillus sp. yang Diisolasi dari Feses Bayi Terhadap Pertumbuhan Bakteri Salmonella typhi Dian Firmansyah; Iis Herawati; Prima Nanda Fauziah
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 7, No 1 (2021): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v7i1.494

Abstract

Bakteri asam laktat telah digunakan sebagai pengawet makanan, kultur fermentasi dan pangan probiotik karena mempunyai aktivitas yang berlawanan dengan mikroorganisme patogen. Lactobacillus merupakan salah satu genus bakteri asam laktat dan dapat dijumpai pada saluran gastro-intestinal pada manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahu Aktivitas Antimikroba Lactobacillus dari feses Bayi terhadap Bakteri patogen. Metode penelitian ini bersifat deskriptif. Biakan Lactobacillus sp. dari feses bayi diisolasi dan diidentifikasi kemudian dilakukan uji aktivitas antimikroba dari filtrat Lactobacillus sp. terhadap Salmonella typhi. Metode uji antibakteri yang digunakan adalah metode sumuran dengan melihat zona hambat pertumbuhan bakteri di sekitar sumuran. Hasil penelitian ini memperlihatkan adanya zona bening pada sampel yang positif Lactobacillus sp dengan dibuat konsentrasi filtrat 50%, 75%, dan 100% pada pertumbuhan Salmonella typhi dengan diameter zona hambat yang terbentuk pada sampel N9 pada pengenceran 50% (9 mm), 75% (12 mm), 100% (13 mm). Lalu pada sampel C9 pengenceran 50% 12 mm, 75% 14 mm, dan 100% (15 mm). Sedangkan pada sampel N10 pengenceran 50% (0,7 mm), 75% (13 mm), dan 100% (14 mm). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan Bakteri Lactobacillus spyang diisolasi dari feses bayi dapat menghasilkan antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan Salmonella thypi sebagai bakteri patogen.  Kata kunci        : Bakteri asam laktat, Lactobacillus, Antimikroba, Salmonella typhi 
Identifikasi Bakteri Gram Negatif dari Sputum Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut di Rumah Sakit Dustira Kota Cimahi Murleni Dorawati; Iis Herawati; Prima Nanda Fauziah
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 7, No 1 (2021): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v7i1.515

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) diklasifikasikan menjadi infeksi saluran pernapasan atas dan bawah. Infeksi saluran pernapasan atas dan bawah merupakan penyakit yang umum terjadi di masyarakat. Infeksi ini disebabkan oleh masuknya mikroorganisme berupa bakteri yang belum diketahui sebagai penyebab infeksi yang kemudian dapat berkembang menjadi infeksi yang disebabkan oleh bakteri Gram-positif dan bakteri Gram-negatif. Adanya bakteri penyebab ISPA diperlukan uji diagnostik menggunakan sputum. Bervariasinya mengenai bakteri yang ditemukan pada sputum, maka digunakan sampel sputum yang merupakan sampel representatif untuk mengetahui penyebab infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan spesies bakteri Gram-negatif dari sputum penderita ISPA di Rumah Sakit Dustira Kota Cimahi. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui penelitian kultur sputum yang di tanam pada media MacConkey Agar (MCA), pewarnaan Gram mikroskopis dan uji biokimia metode IMVIC penderita ISPA periode Februari-Maret 2017. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan bakteri Gram negatif dari 15 sampel sputum penderita ISPA terdapat spesies bakteri dengan persentase Klebsiella pneumoniae 13,3 %,Pseudomonas aeruginosa 26,6 %Enterobacter aerogenes 13,3%,danProteus mirabilis 13,3 %. Disarankan penegakkan diagnosis lebih diperhatikan agar lebih akurat mengenai salah satu penyebab infeksi dan para klinisi dapat menentukan terapi antibiontik selanjutnya agar pengobatan pada pasien lebih efektif dan efisien.  Kata kunci       :Infeksi saluran pernapasan akut, sputum, bakteri Gram negatif.
Hubungan HbA1c dengan C-Reactive Protein Pada Pasien Penderita Diabetes Melitus Tipe II yang Tidak Terkontrol Gina Khairinisa; CNC Alamanda; Iis Herawati; Chaidir Ali
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 8, No 2 (2022): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v8i2.1122

Abstract

Abstrak Diabetes mellitus tipe 2 berkaitan dengan adanya kondisi inflamasi ringan vaskuler. Kadar tumor necrosis factor-α (TNF-α) yang meningkat berhubungan dengan sitokin dan resiko komplikasi dari diabetes melitus tipe 2. Kadar TNF-α, metabolit dari nitric oxide (NO) yang meningkat menandakan adanya disfungsi endotel pada diabetes Melitus tipe 2. Hal ini akan mengakibatkan kadar CRP pada penderita diabetes melitus tipe 2 juga meningkat. CRP merupakan indikator adanya inflamasi yang berkaitan dengan kerusakan jaringan pada tubuh.Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif pada 30 orang pasien dengan kadar hemoglobin A1c (HbA1c) 6,5%. Alat yang digunakan adalah penganalisa Afinion 2 dengan metode imunoturbidimetri untuk melihat kadar CRP. Berdasarkan penelitian dilakukan menggunakan uji statistik yaitu dengan menggunakan uji Chi-square didapatkan untuk nilai p = 0,026 dan r = 0,406. Uji Chi-square digunakan untuk melihat hubungan dari dua variabel, untuk melihat ada hubungan atau tidak dari penelitian yang dilakukan.  Didapatkan hasil p 0,05 (0,026) maka artinya penelitian yang dilakukan terjadi hubungan kolerasi, dengan kekuatan hubungan nilai r =0,406 (moderat). Terdapat hubungan hemoglobin A1c (HbA1c) yang tinggi dengan peningkatan kadar CRP pada penderita diabetes melitus tipe 2 sebagai indikator adanya proses inflamasi yang terjadi akibat komplikasi kronik penyakit diabetes melitus.Disarankan penderita DM tipe 2 melakukan pemeriksaan laboratorium yaitu kadar CRP kuantitatif sebagai penunjang diagnosis untuk pemeriksaan diabetes melitus tipe 2 bersama dengan pemeriksaan HbA1c. Kata Kunci : Diabetes Melitus  tipe 2, CRP, HbA1c
Sosialisasi Pencegahan Virus SARS-COV-2 Bagi Mahasiswa Prodi Teknologi Laboratorium Medis (D3) Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi Arina Novilla; Iis Herawati; Lilis P. Friliansari; Fini A.Q. Wasdili; N Ratnaningrum; Diki Hilmi; Novie E. Mauliku
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.306 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.889

Abstract

Latar Belakang. Pemerintah selalu mengingatkan masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, dikarenakan salah satu usaha untuk memutus mata rantai penyebaran virus SARS-COV-2 ini adalah menerapkan 3 M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Kegiatan sosialisasi pencegahan virus covid-19 melalui mahasiswa merupakan satu upaya untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Metode. Kegiatan ini dilaksanakan 11 September 2020 secara daring. Mahasiswa diberikan kuisioner melalui Google Form untuk tracing penyebaran virus SARS-COV-2. Sebelum dilakukan sosialisasi, diberikan pretes. Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi pencegahan virus SARS-COV-2 oleh 2 narasumber yang diikuti 75 mahasiswa. Materi pertama membahas tentang Pemeriksaan Virus SARS-COV-2, sedangkan materi kedua tentang pengenalan virus SARS-COV-2 dan pencegahannya Kegiatan diakhiri dengan postes. Hasil dan pembahasan. Mahasiswa diberikan kuisioner yang berkaitan dengan tracing pencegahan virus SARS-COV-2. Dari responden 75 mahasiswa, 1 orang (1,3%) pernah demam di atas suhu 37oC, namun mahasiswa tersebut demam bukan karena virus SARS-COV-2. Sebanyak 13% mempunyai riwayat perjalanan keluar kota, dikarenakan beberapa mahasiswa berasal dari luar kota Cimahi. Transportasi yang digunakan adalah motor pribadi (86%), dengan demikian penyebaran virus dapat diminimalisir. Sebanyak 8% ketika sakit mengunjungi tempat pelayanan kesehatan (Puskesmas/RS/klinik). Sebanyak 10% mahasiswa dalam sehari selalu berada di tempat ramai. Ketika di keramaian mahasiswa memakai masker yaitu masker bedah (31%) dan masker kain (69%). Lamanya pemakaian masker 4-6 jam dalam sehari (90%), frekuensi pencucian masker kain setiap hari (79%). Selama beraktivitas menggunakan faceshield (8%). Sedangkan, hasil pretes didapatkan nilai rata-rata 45,6 dan hasil postes didapatkan nilai rata-rata naik menjadi 74,2. Kesimpulan. Adanya sosialisasi tersebut dapat meningkatkan wawasan keilmuan bagi mahasiswa tentang bahaya virus SARS-COV-2, bagaimana cara pencegahannya agar terhindar dari infeksi virus tersebut serta bagaimana cara meningkatkan imunitas tubuh supaya tidak terkena infeksi SARS-COV-2.
EFEK EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH NAGA MERAH TERHADAP FAGOSITOSIS BAKTERI OLEH MONOSIT Muhammad Raihan Ramdhan; Nurjanah Sriyanti; Sri Betha Putri; Fauzia Rahma Cahyani; Iis Herawati; Eko Fuji Ariyanto
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi penyakit infeksi di Indonesia masih tinggi, di antaranya Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) 9,3% dan diare 8%. Penyakit infeksi menjadi penyebab kematian kedua tertinggi pada kelompok usia > 55 tahun setelah penyakit pada sistem peredaran darah. Buah naga merah (Hylocereus lemairei (Hook.) Britton & Rose) memiliki manfaat bagi kesehatan, namun saat ini kulit buah naga merah belum dimanfaatkan. Ekstrak etanol kulit buah naga juga telah diketahui berpotensi sebagai antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak kulit buah naga merah terhadap fagositosis bakteri oleh monosit. Penelitian dilakukan dengan tahapan: pembuatan ekstrak etanol kulit buah naga merah, pengambilan sampel darah manusia dan isolasi peripheral blood mononuclear cells (PBMC) dan monosit, pemberian ekstrak etanol kulit buah naga merah ke dalam sumuran monosit, pengujian bakteri uji menggunakan Staphylococcus aureus ATCC 29213 dan Escherichia coli ATCC 25922, pengambilan dan pengkulturan bakteri uji, dan penghitungan jumlah koloni bakteri yang tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit buah naga merah dengan konsentrasi 10 μg/ml menghasilkan efek yang paling besar dalam meningkatkan jumlah S. aureus yang difagositosis, yaitu sebesar 4,31% dan ekstrak dengan konsentrasi 5 μg/ml meningkatkan jumlah E. coli yang difagositosis sebesar 1,26%. Analisis statistik tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna antargrup (p > 0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol kulit buah naga merah tidak memberikan efek yang bermakna terhadap fagositosis bakteri oleh monosit. Kata kunci : Bakteri, ekstrak kulit buah naga, fagositosis, immunomodulator, monosit DOI : 10.35990/mk.v5n4.p412-423
Effect of Lactic Acid Filtrate and Bacteriocins of Lactobacillus acidophillus on Phagocytosis Activity of Macrophages Cell againts Enteropathogen Escherichia coli (EPEC) IIS HERAWATI; DIKI HILMI; PRIMA NANDA FAUZIAH
Microbiology Indonesia Vol. 8 No. 4 (2014): December 2014
Publisher : Indonesian Society for microbiology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.545 KB) | DOI: 10.5454/mi.8.4.6

Abstract

Immunity development known as one of effective ways in avoiding infection. Antibacterial agent product isolated from Lactobacillus acidophillus has been  reported can activate T lymphocyte as part of adaptive immunity. This experimental study aimed at investigation of lactic acid and bacteriocins filtrate from L. acidophillus in modulating phagocytosis activity of human macrophages infected by enteropathogenic Escherichia coli (EPEC). Each of human macrophages culture was supplemented with lactic acid and bacteriocins filtrate at concentration of 3.125, 6.25, and 12.5 µg mL-1 as well as control without filtrate addition and incubated for 24 h. Macrophages culture was then infected with EPEC for 30 minutes and was microscopically observed after being stained by Giemsa. Percentage of phagocytosis activity was gained from active macrophages in 100 observed cells. Macrophages cultures supplemented with bacteriocins filtrate showed augmented phagocytosis activity while cultures supplemented with lactic acid filtrate showed decreased phagocytosis activity. ANOVA analysis showed significant difference in phagocytosis activity of macrophage cultures supplemented with lactic acid (p=0,038) and bacteriocins (p=0,016 and 0,023). Tukey HSD analysis for phagocytosis activity of macrophage cultures supplemented by bacteriocins, each group of treatment showed significant difference againts control. In conclusion, lactic acid from  L.acidophillus has no effect in modulation of macrophages phagocytosis activity while bacteriocins can improve phagocytic activity. Bacteriocins from L. acidophillus then can be suggested to have a role as immunomodulator.
Hubungan HbA1c dengan C-Reactive Protein Pada Pasien Penderita Diabetes Melitus Tipe II yang Tidak Terkontrol Khairinisa, Gina; Alamanda, CNC; Herawati, Iis; Ali, Chaidir
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2022): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v8i2.1122

Abstract

Abstrak Diabetes mellitus tipe 2 berkaitan dengan adanya kondisi inflamasi ringan vaskuler. Kadar tumor necrosis factor-α (TNF-α) yang meningkat berhubungan dengan sitokin dan resiko komplikasi dari diabetes melitus tipe 2. Kadar TNF-α, metabolit dari nitric oxide (NO) yang meningkat menandakan adanya disfungsi endotel pada diabetes Melitus tipe 2. Hal ini akan mengakibatkan kadar CRP pada penderita diabetes melitus tipe 2 juga meningkat. CRP merupakan indikator adanya inflamasi yang berkaitan dengan kerusakan jaringan pada tubuh.Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif pada 30 orang pasien dengan kadar hemoglobin A1c (HbA1c) >6,5%. Alat yang digunakan adalah penganalisa Afinion 2 dengan metode imunoturbidimetri untuk melihat kadar CRP. Berdasarkan penelitian dilakukan menggunakan uji statistik yaitu dengan menggunakan uji Chi-square didapatkan untuk nilai p = 0,026 dan r = 0,406. Uji Chi-square digunakan untuk melihat hubungan dari dua variabel, untuk melihat ada hubungan atau tidak dari penelitian yang dilakukan.  Didapatkan hasil p < 0,05 (0,026) maka artinya penelitian yang dilakukan terjadi hubungan kolerasi, dengan kekuatan hubungan nilai r =0,406 (moderat). Terdapat hubungan hemoglobin A1c (HbA1c) yang tinggi dengan peningkatan kadar CRP pada penderita diabetes melitus tipe 2 sebagai indikator adanya proses inflamasi yang terjadi akibat komplikasi kronik penyakit diabetes melitus.Disarankan penderita DM tipe 2 melakukan pemeriksaan laboratorium yaitu kadar CRP kuantitatif sebagai penunjang diagnosis untuk pemeriksaan diabetes melitus tipe 2 bersama dengan pemeriksaan HbA1c. Kata Kunci : Diabetes Melitus  tipe 2, CRP, HbA1c
ANALISIS BIAYA PROMOSI TERHADAP PENINGKATAN SUMBER DANA PIHAK KETIGA PADA PT. BANK MANDIRI Herawati, Iis; Marbun, Ronal
Jurnal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus : Jurnal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi (JEBAKU)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jebaku.v2i2.271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biaya promosi terhadap peningkatan sumber dana pihak ketiga pada PT. Bank Mandiri. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data Penelitian Pustaka (Library Research) dan Penelitian Lapang (Field research). Analisis data yang digunakan deskriptif dengan menjelaskan tentang kegiatan promosi kepada peningkatan dana pihak ketiga yang dilakukan pada PT. Bank Mandiri dan metode analisis kuantitatif untuk mencari besarnya hubungan antara promosi dengan peningkatan sumber dana pihak ketiga yang diperoleh dengan menggunakan analisis korelasi, dimana terlebih dahulu dicari persamaan garis linier sederhana. Hasil perhitungan antara biaya promosi yang dilakukan dengan peningkatan sumber dana pihak ketiga yang didapat menunjukkan adanya korelasi yang kuat, ini berarti promosi membawa pengaruh yang positif terhadap peningkatan sumber dana pihak ketiga yang didapat. Atau dapat dikatakan bahwa besarnya peningkatan sumber dana pihak ketiga dipengaruhi oleh faktor promosi dan dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan peningkatan sumber dana pihak ketiga (Y) bergantung sepenuhnya oleh biaya promosi yang dilakukan oleh perusahaan (X) dan terdapat hubungan yang positif.