Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Relationship Of Increasing Bmi On The Risk Of Cataracts Rahmat Prayogi Niode; Ratih Nastasha Maharani; Ariyanie Nurtania
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal eduHealt, Edition April - June , 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cataract is a disorder of the eye where the pathological condition of the lens becomes cloudy due to hydration of lens fluid or denaturation of lens proteins, so that the view looks like it is covered in fog. This study aims to identify the relationship between increasing BMI and the risk of cataracts. The research was carried out by collecting secondary data from various research journal sources for 2018-2024. The research results show that changes in the eye lens can be influenced by body mass index. The body mass index that has a high influence on the occurrence of cataracts is obesity. The occurrence of cataracts in obesity is influenced by increased oxidative stress due to high leptin levels. Prevention that can be done to reduce the risk of clouding of the lens is by following a healthy diet and taking vitamin supplements. Another thing people can do is control their weight while maintaining a normal body mass index (18.5–25.0kg/m2).
Katarak Pada Pasien Diabetes Mellitus Brigischa Febrilia AP; Suliati P Amir; Nur Aulia Amir; Zulfikri Khalil Novriansyah; Ariyanie Nurtania
The Indonesian Journal of General Medicine Vol. 14 No. 1 (2025): The Indonesian Journal of General Medicine
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/d6kpjm10

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang berpotensi menimbulkan komplikasi mikrovaskular, salah satunya adalah katarak. Dibandingkan populasi non-diabetik, penderita DM memiliki risiko 2–5 kali lebih tinggi mengalami katarak, yang dapat berkembang lebih cepat dan pada usia yang lebih muda. Mekanisme utama yang mendasari pembentukan katarak pada DM antara lain adalah akumulasi sorbitol melalui jalur poliol dan stres oksidatif yang menyebabkan kerusakan serat lensa. Metode: Penelitian ini merupakan narrative literature review yang bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis artikel ilmiah terkait hubungan antara diabetes mellitus dan risiko katarak. Literatur diperoleh melalui pencarian sistematis pada database ilmiah. Total 14 artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi, dengan lima artikel utama dianalisis lebih dalam. Hasil: Review menunjukkan prevalensi katarak yang tinggi pada pasien DM, berkisar antara 42–70%, dengan jenis katarak yang paling sering adalah subkapsular posterior dan kortikal. Faktor risiko yang konsisten ditemukan mencakup kontrol glikemik buruk (HbA1c tinggi), durasi DM lebih dari 10 tahun, usia lanjut, dan keberadaan retinopati diabetik. Studi juga menunjukkan hubungan antara hipertensi, hiperlipidemia, serta neuropati diabetik dengan kejadian katarak. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara diabetes mellitus dan peningkatan risiko katarak. Faktor metabolik dan sistemik turut mempercepat proses kekeruhan lensa. Oleh karena itu, manajemen DM yang optimal, pemeriksaan mata berkala, serta edukasi pasien merupakan langkah penting untuk mencegah gangguan penglihatan yang lebih lanjut.