p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Davar: Jurnal Teologi
Adam, Alexius
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelayanan pastoral lintas budaya bagi suku Baduy dalam menghadapi modernisasi Titaley, Bertha Magdalena; Adam, Alexius; Wahyuni, Sri; Simaungkalit, Penni Ani
Davar : Jurnal Teologi Vol 5, No 1 (2024): Juni
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v5i1.156

Abstract

ABSTRACTModernization is an inevitable part of the progress that every country, city, and even ethnic group, including the Baduy tribe, must face. The influence of modernization often creates dilemmas due to traditional laws that govern all aspects of life in Baduy, rejecting changes and preserving customs. This study aims to explore the role of cross-cultural pastoral care in assisting the Baduy community in dealing with the impacts of modernization. The method used is a descriptive qualitative field study conducted over five months, employing data collection techniques such as interviews, observations, and documentation. The findings indicate that modernization brings both positive and negative influences, causing dilemmas and conflicts within the Baduy community. The fear of change and efforts to preserve customs are maintained by the tribal leaders through sanctions. Cross-cultural pastoral care plays a role in harmonizing the benefits of modernization with the preservation of traditions, through guidance, support, healing, and nurturing functions.. Key words: Pastoral Counseling, Cross-cultural Pastoral, Baduy Tribe, Modernization. ABSTRAKModernisasi merupakan bagian dari perkembangan zaman yang tidak bisa dihindari oleh semua negara, kota, bahkan suku bangsa, termasuk suku Baduy. Pengaruh modernisasi sering menyebabkan dilema dengan adanya aturan adat yang mengikat seluruh aspek kehidupan di Baduy, yang menolak perubahan dan melestarikan tradisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pendampingan pastoral lintas budaya dalam membantu masyarakat Baduy menghadapi dampak modernisasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif lapangan selama lima bulan, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi membawa pengaruh baik dan buruk, menyebabkan dilema dan konflik dalam masyarakat Baduy. Ketakutan akan perubahan dan upaya menjaga adat dilakukan oleh pemimpin adat melalui sanksi. Pendampingan pastoral lintas budaya berperan dalam menyelaraskan manfaat modernisasi dengan pelestarian adat dan tradisi, melalui bimbingan, penopangan, penyembuhan, dan pengasuhan.. Kata kunci: Pastoral Konseling, Pastoral Lintas Budaya, Suku Baduy, Modernisasi
Kepemimpinan gereja yang penuh Roh Kudus terhadap pertumbuhan gereja di era kontemporer Adam, Alexius; Harefa, Fajar Kurnia; Mbo'oh, Ruth; Zebua, Yaterorogo; Sugianto, Paulus
Davar : Jurnal Teologi Vol 6, No 2 (2025): Desember
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v6i2.220

Abstract

ABSTRACTContemporary church leadership shows a shift from spirituality and commitment to the Word of God toward models oriented to popularity and institutional interests. This shift causes the Church to lose its spiritual essence and transformative power. Therefore, it is necessary to reexamine church leadership based on biblical principles, particularly the role of the Holy Spirit as the primary leader in Christ’s Church. This study aims to understand the concept and characteristics of Spirit-filled church leadership and its implications for contemporary church growth. Using a qualitative literature method, this research analyzes biblical and theological sources. The results show that Spirit-filled leadership is characterized by the fruit of the Spirit (Galatians 5:22–23), Christlike character, humility, wisdom, love, and courage in ministry. Such leadership builds an inclusive, transformative, and mission-centered church. Amid stagnation and secularization, Spirit-filled leadership is a divine calling that is relevant, realistic, and urgently needed. Keywords: Church Leadership, Spirit-Filled, Fruit of the Spirit, Transformative Leadership AbstrakKepemimpinan gereja masa kini menunjukkan pergeseran dari spiritualitas dan komitmen terhadap Firman Tuhan menuju model yang berorientasi pada popularitas dan institusional. Pergeseran ini membuat gereja kehilangan esensi rohani dan daya transformasinya. Karena itu, perlu ditinjau kembali kepemimpinan gereja berdasarkan prinsip Alkitabiah, khususnya peran Roh Kudus sebagai pemimpin utama dalam gereja Kristus. Penelitian ini bertujuan memahami konsep dan karakteristik kepemimpinan gereja yang penuh Roh Kudus serta implikasinya terhadap pertumbuhan gereja masa kini. Menggunakan metode kualitatif kepustakaan, penelitian ini menelaah sumber Alkitab dan literatur teologi. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan penuh Roh Kudus ditandai oleh buah Roh (Galatia 5:22–23), karakter Kristus, kerendahan hati, hikmat, kasih, dan keberanian dalam pelayanan. Kepemimpinan ini membangun gereja yang inklusif, transformatif, dan berpusat pada misi Allah. Di tengah stagnasi dan sekularisasi, kepemimpinan yang penuh Roh Kudus merupakan panggilan ilahi yang relevan, realistis, dan mendesak. Kata kunci: Kepemimpinan Gereja, Penuh Roh Kudus, Buah Roh, Kepemimpinan Transformatif