Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Pengembangan Wisata Halal Di Kota Pekanbaru Lubis, Ema Fitri; Zubaidah, Evi; Ramailis, Neri Widya; Meldawati
Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Vol. 6 No. 2 (2022): Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial
Publisher : Prodi Sosiologi Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/asketik.v6i2.889

Abstract

The development of halal-based tourism requires planning, Implementation, and control efforts, to create added value as desired. One is implementing the Indonesian halal tourism logo and the Halal Tourism Halal Logo. Halal Tourism is an additional service that is part of tourism. The research was conducted to analyze and explain the Implementation of Halal Tourism Development in Pekanbaru City. This research was conducted using indicators of Implementation according to Edward III, namely first Communication, second Resources, third Disposition and fourth bureaucratic structure. This type of research uses descriptive with qualitative methods. The study results are based on indicators of Communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. Communication activities in the form of socialization by the implementor have been carried out through various media, namely social media, the web, and promotion through local television media. However, consistency still needs to be improved. Not a few of the community/business people themselves still need to understand the concept of halal tourism, steps in the Implementation of halal tourism development have been at the stage of making a decree (SK) Accelerating the Development of Halal Tourism. Halal certificates in several culinary businesses and restaurants must be implemented better. There are budget constraints owned by the Pekanbaru City Culture and Tourism Office, so the Implementation of halal tourism development activities has yet to be maximally achieved.
STRATEGI PENCEGAHAN INTOLERANSI BAGI PEMUDA BERBASIS MASJID/MUSHOLLA DI LINGKUNGAN RT 03 / RW 01 KELURAHAN BAGAN PUNAK KECAMATAN BANGKO KABUPATEN ROKAN HILIR Sundari, Rio; Ramailis, Neri Widya; Alfajri, Alfajri
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4241

Abstract

Toleransi merupakan suatu keadaan yang mengacu pada kemampuan untuk menerima dan menghargai perbedaan antara individu atau kelompok, baik dalam agama, ras, etnis maupun budaya. Kabupaten Rokan Hilir menjadi salah satu wilayah dengan keberagaman yang cukup tinggi, ini dibuktikan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2023 menunjukkan ada sekitar 507 Masjid, 457 Musholla, 257 Gereja Protestan, 1 Vihara dan 17 Pura. Begitu juga dengan suku yang terdiri dari suku Melayu, Batak, Jawa, Minang dan Etnis Tionghoa. Tingginya tingkat pluralitas dalam masyarakat ini jika dijaga dengan baik akan menghasilkan konsep toleransi yang indah, namun sebaliknya tingginya pluralitas ini juga berpotensi akan menjadi bencana konflik terbuka dalam masyarakat. Maka, toleransi di antara masyarakat perlu dirawat dan dijaga sebagai asset yang mahal dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 16-18 Desember 2024 di salah satu masjid di Kelurahan Bagan Punak Kota Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir. Kegiatan sosialisasi dan edukasi pada para pemuda berbasis masjid ini dilakukan sebagai upaya merawat toleransi di antara masyarakat.