ABSTRAK Berdasarkan data World Health Organization (WHO) diperkirakan 29,9% perempuan usia reproduksi (15–49 tahun) di seluruh dunia mengalami anemia. Anemia menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling dominan di tingkat Global maupun Nasional. Secara fisiologis, anemia ditandai dengan rendahnya kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah, yang menyebabkan penurunan kemampuan darah dalam mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Kondisi ini sangat rentan dialami oleh remaja putri karena kehilangan darah rutin melalui siklus menstruasi bulanan. Untuk mengedukasi Pencegahan Penyakit Anemia Menggunakan Media Leaflet Dalam Peningkatan Konsumsi Obat Tablet Tambah Darah Pada Remaja. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalahParticipatory Health Promotion dan Educational Intervention. Pendekatan ini tidak hanya menempatkan remaja sebagai objek, tetapi sebagai subjek yang aktif dalam mengelola kesehatan mandiri. Peserta dalam kegiatan ini terdiri atas Siswa Perempuan SMK Islam Perti Jakarta sebanyak 38 orang. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai penyakit anemia dan program peningkatan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. mengedukasi tentang penyakit anemia dan Program peningkatan konsumsi obat Tablet Tambah Darah (TTD) memberikan hasil yang bermakna dalam meningkatkan pengetahuannya. Selain itu kegiatan ini juga memperkuat sikap mereka dalam meningkatkan keinginan mengkonsumsi obat Tablet Tambah Darah (TTD). Adanya penggunaan media Power Point (PPT), leaflet, demonstrasi menggunakan media video edukasi dan pemberian tablet tambah darah juga sangat menunjang dalam membentuk perilaku remaja putri, serta adanya ruang diskusi membuat mereka bisa memvalidasi pengetahuannya, dengan itu informasi yang mereka punya dapat menjadi pengetahuan yang mereka anggap benar. Kata Kunci: Anemia, Edukasi, Tablet Tambah Darah, Leaflet. ABSTRACT According to World Health Organization (WHO) data, an estimated 29.9% of women of reproductive age (15–49 years) worldwide suffer from anemia. Anemia remains one of the most dominant public health problems at both global and national levels. Physiologically, anemia is characterized by low hemoglobin (Hb) levels in the blood, which decreases the blood's capacity to transport oxygen throughout body tissues. Adolescent girls are highly vulnerable to this condition due to routine blood loss during their monthly menstrual cycles. To provide education on anemia prevention using leaflet media to increase the consumption of iron-folic acid (IFA) tablets among adolescents. The methods used in this community service project were Participatory Health Promotion and Educational Intervention. This approach positions adolescents not merely as objects, but as active subjects in managing their own health independently. The participants of this activity consisted of 38 female students from SMK Islam Perti Jakarta. The results of this community service activity successfully improved the knowledge and attitudes of adolescent girls regarding anemia and the program to increase iron-folic acid tablet consumption among female adolescents. Education on anemia and the program to increase the consumption of iron-folic acid (IFA) tablets yielded significant results in improving knowledge. Furthermore, this activity strengthened their attitude and willingness to consume IFA tablets. The use of PowerPoint (PPT) presentations, leaflets, demonstrations via educational videos, and the distribution of IFA tablets heavily supported the shaping of the adolescent girls' behavior. Additionally, the discussion sessions allowed them to validate their understanding, thereby transforming the information received into knowledge they perceive as accurate. Keywords: Anemia, Education, Iron-Folic Acid Tablets, Leaflet.