Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Tentang Strategi Adokasi dan Kesetaraan dalam Pencegahan HIV/AIDS Terhadap Pengetahuan Komunitas Berisiko: The Effect of Education on Advocacy and Equity Strategies in HIV/AIDS Prevention on Knowledge of At-Risk Communities Zulfikar, Andi Muh; Prihatin Idris, Fairus; S., Ikhram Hardi; Yusriani, Yusriani; Asrina, Andi; Gobel, Fatmah Afrianty
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1913

Abstract

Abstrak Latar belakang: Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquierd Immunodeficiency Syndrome (AIDS) menjadi target rancangan Global Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030, hal tersebut didasarkan karena perkembangan HIV/AIDS yang meningkat setiap tahunya. Menurut World Health Organization (WHO) Penyakit ini merenggut 40,4 juta nyawa dan pada tahun 2022 sebanyak 630.000 orang meninggal dan 1,3 juta orang tertular (HIV). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi tentang strategi advokasi dan kesetaraan Dalam Pencegahan HIV/AIDS Terhadap Pengetahuan Komunitas Berisiko Di Kabupaten Bulukumba. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimental dengan model design one group. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Accidental Sampling. Sehingga jumlah sampel yang ditemukan dilapangan adalah sebanyak 69 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala guttman. Analisis data menggunkan SPSS dengan melakukan uji wilcoxone. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan edukasi tentang strategi  advokasi dan kesetaraan dalam pencegahan HIV/AIDS terhadap pengetahuan komunitas berisiko di Kabupaten Bulukumba dengan nilai p-value 0,000 < 0,05. Kesimpulan: Terdapat pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan advokasi dan kesetaraan dalam pencegahan HIV/AIDS. Diharapkan komunitas berisiko dapat mempertahankan pengetahuan mengenai strategi advokasi dan kesetaraan dalam pencegahan HIV/AIDS dan pemerintah melakukan kolaborasi dengan komunitas berisiko untuk upaya pencegahan penularan HIV. Abstract Background: Human Immunodeficiency Virus (HIV) and Acquierd Immunodeficiency Syndrome (AIDS) are targets for the Global Sustainable Development Goals (SDGs) in 2030, this is based on the increasing development of HIV/AIDS every year. According to the World Health Organization (WHO), this disease claims 40.4 million lives and in 2022 as many as 630,000 people will die and 1.3 million people will be infected with (HIV). Objective: This study aims to analyze the influence of education about equality strategies in preventing HIV/AIDS on the knowledge of at-risk communities in Bulukumba Regency. Method: This research is a type of quantitative research with a quasi-experimental approach with a one group design model. The sampling technique used was Accidental Sampling. So the number of samples found in the field was 69 people. Data was collected using a questionnaire with the Guttman scale. Data analysis used SPSS by carrying out the Wilcoxone test. Results: The research results show that there is a significant effect of education about equality strategies in preventing HIV/AIDS on the knowledge of at-risk communities in Bulukumba Regency with a p-value of 0.000 < 0.05. Conclusion: There is an influence of education on increasing knowledge of equality in HIV/AIDS prevention. It is hoped that at-risk communities can maintain knowledge regarding equality strategies in preventing HIV/AIDS and that the government will collaborate with at-risk communities to prevent HIV transmission.
Pengaruh Label Peringatan Kemasan Rokok Terhadap Kesadaran Bahaya Merokok Remaja SMAN 12 Makassar Zulfikar, Andi Muh.; Rahman, Harpiana; Yusuf, Rezky Aulia
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i3.1013

Abstract

Pada hasil survei yang dilakukan Global Youth Tobassscco (GYT) menujukkan 86% perokok tembakau saat ini yang memperhatikan peringatan kesehatan pada bungkus rokok , 59% perokok tembakau saat ini yang berpikir untuk berhenti karena label peringatan, dan 39,4% perokok tembakau yang berpikir untuk tidak mulai merokok karena peringatan kesehatan pada bungkus rokok.Tujuan Penlitian ini untuk mengetahui pengaruh label peringatan kemasan rokok terhadap kesadaran bahaya merokok pada remaja SMA Negeri 12 Makassar. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre eksperimental model design one group pre test post test. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 12 Makassar sebanyak 397 orang dan sampel sebanyak 199 orang metode random sampiling. Hasil penelitian diperoleh dari data yang diambil dengan menggunakan kuesioner lalu dilakukan uji normalitas data dan dianalisis data menggunakan uji wilcoxon menujukkan ada pengaruh label peringatan kemasan rokok terhadap kesadaran sikap kognitif dengan nilai p-value 0,000 < 0,05 pada remaja SMA Negeri 12 Makassar. Kesimpulannya adalah adanya pengaruh yang signifikan antara label peringatan kemasan rokok terhadap kesadaran bahaya merokok pada remaja SMA Negeri 12 Makassar. Sarannya adalah diharapkan remaja dapat lebih meningkatkan sikap kognitif agar terhindar dari penyakit berbahya yang disebabkan oleh rokok.
Effectiveness of Health Education Videos on Knowledge of Preventive Care for Foot Wounds in Diabetes Patients: A Systematic Literature Review Andi Muh. Zulfikar; Fitrah
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63704/jksw.v7i2.96

Abstract

Based on data from the International Diabetes Federation (IDF), in 2024, 106.9 million adults aged 20-79 years in Southeast Asia will develop diabetes. This number is estimated to increase by 73%, reaching 185 million people by 2050. This increase in cases continues to occur due to problems in producing insulin so that cells cannot receive glucose for metabolism. The purpose of this study was to determine the effectiveness of health education videos on knowledge of foot wound prevention care in diabetic patients. The method in this study used a Systematic Literature Review, searching for data or information sources through Google Scholar, then conducting selection through quality assessment with inclusion and exclusion criteria. The results of the study showed that the initial level of knowledge of diabetes patients, especially regarding foot care and wound prevention, was in the category of poor to very poor before educational interventions were given. After education, there was a significant increase in the level of knowledge after providing education using video/digital media. The conclusions collectively confirm that educational videos or digital/audiovisual media are highly effective and relevant intervention methods for increasing patient knowledge and behavioral intentions for foot ulcer prevention. This increased understanding is key to fostering patient awareness and self-care skills, which ultimately reduces the risk of serious complications such as diabetic foot ulcers. Keywords : Foot Wounds, Diabetes, Education, Video.
Vital Health Indicator Screening for Early Detection of Non-Communicable Diseases in Sigapiton Village, North Sumatra Muh. Arfah; Cut Saura Salmira; Andi Muh Zulfikar; Nasrilia Rahmadina; Yuan Pariasi; Mahani Datita Sitepu; Teresia Talantan Kondolele
AMK : Abdi Masyarakat UIKA Vol. 5 No. 2 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/amk.v5i2.3405

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) pose a growing global health burden, including in rural Indonesia. This community service program conducted vital health indicator screenings—covering blood pressure, blood glucose, uric acid, and total cholesterol—alongside structured health education on NCD prevention and control for residents of Sigapiton Village, Ajibata District, Toba Regency, North Sumatra. The program applied a community-based health screening approach with a quantitative descriptive design combined with a health education intervention. A total of 87 participants were enrolled (mean age 46.3 ± 12.7 years; 43.7% male, 56.3% female). Screening findings revealed hypertension in 34.5%, elevated blood glucose in 18.4%, hyperuricemia in 27.6%, and high total cholesterol in 31.0% of participants. Pre-post test evaluation demonstrated a mean knowledge score improvement of 27.5 points (from 52.3 ± 9.1 to 79.8 ± 7.4), with the greatest gains in knowledge of modifiable NCD risk factors (+35.2 points) and the benefits of routine health check-ups (+31.6 points). Notably, 72.4% of participants had never undergone any preventive health examination in the past year, underscoring the critical diagnostic gap in this rural setting. The high prevalence of hyperuricemia—exceeding the national average—reflects local dietary patterns rich in high-purine foods common in the Lake Toba region. Community-based health screening combined with contextual health education proved effective as an early detection and prevention strategy for NCDs at the village level. Routine integration of such programs into the existing primary health care system is recommended.
Edukasi Pencegahan Penyakit Anemia Menggunakan Media Leaflet Dalam Peningkatan Konsumsi Obat Tablet Tambah Darah Pada Remaja Andi Muh. Zulfikar; Ratna Indrasari; Julia Indriaty
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26899

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan data World Health Organization (WHO) diperkirakan 29,9% perempuan usia reproduksi (15–49 tahun) di seluruh dunia mengalami anemia. Anemia menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling dominan di tingkat Global maupun Nasional. Secara fisiologis, anemia ditandai dengan rendahnya kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah, yang menyebabkan penurunan kemampuan darah dalam mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Kondisi ini sangat rentan dialami oleh remaja putri karena kehilangan darah rutin melalui siklus menstruasi bulanan. Untuk mengedukasi  Pencegahan Penyakit Anemia Menggunakan Media Leaflet Dalam Peningkatan Konsumsi Obat Tablet Tambah Darah Pada Remaja. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalahParticipatory Health Promotion dan Educational Intervention. Pendekatan ini tidak hanya menempatkan remaja sebagai objek, tetapi sebagai subjek yang aktif dalam mengelola kesehatan mandiri. Peserta dalam kegiatan ini terdiri atas Siswa Perempuan SMK Islam Perti Jakarta sebanyak 38 orang. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai penyakit anemia dan program peningkatan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. mengedukasi tentang penyakit anemia dan Program peningkatan konsumsi obat Tablet Tambah Darah (TTD) memberikan hasil yang bermakna dalam meningkatkan pengetahuannya. Selain itu kegiatan ini juga memperkuat sikap mereka dalam meningkatkan keinginan mengkonsumsi obat Tablet Tambah Darah (TTD). Adanya penggunaan media Power Point (PPT), leaflet, demonstrasi menggunakan media video edukasi dan pemberian tablet tambah darah juga sangat menunjang dalam membentuk perilaku remaja putri, serta adanya ruang diskusi membuat mereka bisa memvalidasi pengetahuannya, dengan itu informasi yang mereka punya dapat menjadi pengetahuan yang mereka anggap benar. Kata Kunci: Anemia, Edukasi, Tablet Tambah Darah, Leaflet.  ABSTRACT According to World Health Organization (WHO) data, an estimated 29.9% of women of reproductive age (15–49 years) worldwide suffer from anemia. Anemia remains one of the most dominant public health problems at both global and national levels. Physiologically, anemia is characterized by low hemoglobin (Hb) levels in the blood, which decreases the blood's capacity to transport oxygen throughout body tissues. Adolescent girls are highly vulnerable to this condition due to routine blood loss during their monthly menstrual cycles. To provide education on anemia prevention using leaflet media to increase the consumption of iron-folic acid (IFA) tablets among adolescents. The methods used in this community service project were Participatory Health Promotion and Educational Intervention. This approach positions adolescents not merely as objects, but as active subjects in managing their own health independently. The participants of this activity consisted of 38 female students from SMK Islam Perti Jakarta. The results of this community service activity successfully improved the knowledge and attitudes of adolescent girls regarding anemia and the program to increase iron-folic acid tablet consumption among female adolescents. Education on anemia and the program to increase the consumption of iron-folic acid (IFA) tablets yielded significant results in improving knowledge. Furthermore, this activity strengthened their attitude and willingness to consume IFA tablets. The use of PowerPoint (PPT) presentations, leaflets, demonstrations via educational videos, and the distribution of IFA tablets heavily supported the shaping of the adolescent girls' behavior. Additionally, the discussion sessions allowed them to validate their understanding, thereby transforming the information received into knowledge they perceive as accurate. Keywords: Anemia, Education, Iron-Folic Acid Tablets, Leaflet.
Optimalisasi Kompetensi dan Peluang Kerja Lulusan SMK Jurusan Perkantoran: dalam Bidang Administrasi Kesehatan Fitrah Fitrah; Andi Muh. Zulfikar; Ratna Indra Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24872

Abstract

ABSTRAK Pendidikan tinggi memegang peranan krusial dalam kehidupan, namun realitas saat ini menunjukkan adanya penurunan minat masyarakat untuk menempuh studi di universitas. Fenomena ini dipicu oleh rendahnya motivasi belajar serta pudarnya keyakinan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi sarana untuk mencapai kemajuan diri. Tujuan: kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan minat siswa dalam prospek kerja dari bidang administrasi kesehatan. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah Penyuluhan  dengan pendekatan Collaborative Service Learning yang mengintegrasikan teori perkantoran dengan praktik spesialisasi administrasi kesehatan. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan siswa prospek kerja dalam bidang administrasi kesehatan pada kategori cukup tentang dan terdapat peningkatan sikap tentang minat siswa dalam melanjutkan pendidikan tingkat perguruan tinggi pada bidang administrasi kesehatan  . Kesimpulan: Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat di SMK Ma’arif Jakarta oleh siswa/Siswi Kelas XII pada jurusan Administrasi Perkantoran. Pengetahuan siswa tentang prospek kerja dalam bidang administrasi kesehatan setelah dilakukan penyuluhan yang berkategori cukup meningkat, ini sangat membantu mereka dalam menentukan karir masa depan. Kemudian dari segi sikap siswa tentang minat siswa dalam melanjutkan pendidikan tingkat perguruan tinggi pada bidang administrasi kesehatan juga tejadi peningkatan pada kategori cukup, yang berarti dapat menjadi jawaban atas tingginya kebutuhan tenaga administrator kesehatan. Kata Kunci: Kompetensi, Peluang Kerja, Administrasi Kesehatan.  ABSTRACT Higher education held a crucial role in life, yet the reality at that time showed a decline in public interest in pursuing university studies. This phenomenon was triggered by low learning motivation and the fading belief that higher education could serve as a means to achieve self-improvement. Objective: This community service activity aimed to increase students' knowledge and interest in the job prospects of the health administration field. Method: The implementation method was counseling using a Collaborative Service Learning approach, which integrated office theory with specialized health administration practices. Results: There was an increase in students' knowledge regarding job prospects in health administration, reaching the "fair" category, and there was an improvement in students' attitudes concerning their interest in continuing higher education in the field of health administration. Conclusion: Based on the community service activities at SMK Ma’arif Jakarta conducted with Grade XII students majoring in Office Administration, the students' knowledge of job prospects in health administration increased to the "fair" category after the counseling, which significantly helped them in determining their future careers. Furthermore, in terms of attitude, students' interest in pursuing higher education in health administration also showed an increase in the "fair" category, which meant it could serve as a solution to the high demand for health administration personnel. Keywords: Competence, Job Opportunities, Health Administration.
Pengaruh Edukasi Menggunakan Media Poster Terhadap Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Remaja Andi Muh. Zulfikar; Ratna Indra Sari; Julia Indriaty; Bunga Cinta Rizki Ananta
KOLONI Vol. 5 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i3.1039

Abstract

Abstrak: Berdasarkan data World Helath Organization (WHO) pada statistik kesehatan dunia tahun 2025 cakupan layanan kebersihan dasar secara global memang meningkat dari 67% pada tahun 2015 menjadi 75% pada tahun 2022. Namun, dunia masih menumpuk pada risiko penularan penyakit akibat sanitasi yang buruk, serta udara yang terkontaminasi. Oleh karena itu dilakukan penguatan PHBS melalui edukasi disekolah yang merupakan langkah mendesak untuk memperbaiki kualitas hidup sehat remaja di masa depan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media poster terhadap perilaku hidup bersih dan sehat pada remaja SMA Muhammadiyah 13 Jakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah pre eksprimental dengan desain model one group pre test post test design . Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Muhammadiyah 13 Jakarta Kelas X-XII dengan sampel jenuh dan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling sehingga besaran sampel ditemukan dilapangan sebanyak 35 responden. Hasil Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan edukasi menggunakan media poster terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Membuang Sampah dan Konsumsi Jajanan Sehat dengan nilai p-value masing-masing 0,00. Kesimpulannya adalah ada pengaruh edukasi menggunakan media poster terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Perilaku Membuang Sampah dan Perilaku Konsumsi Jajanan Sehat pada remaja Siswa SMA Muhammadiyah 13 Jakarta. Penelitian ini menyarankan untuk; Pertama, melengkapai fasilitas cuci tempat cuci tangan seperti sabun dan Pengering di setiap wastafel yang ada disekolah. Kedua, Sekolah dapat memfasilitasi pengolahan sampah dalam memilah jenis sampah. Ketiga, memperbanyak media cetak yang memuat informasi kesehatan tentang makanan yang bergizi. Abstrak: Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam Statistik Kesehatan Dunia 2025, cakupan global layanan kebersihan dasar memang meningkat dari 67% pada tahun 2015 menjadi 75% pada tahun 2022. Namun, dunia masih dihadapkan pada risiko penularan penyakit akibat sanitasi yang buruk dan air yang tercemar. Oleh karena itu, penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui pendidikan berbasis sekolah merupakan langkah mendesak untuk meningkatkan kualitas hidup sehat bagi remaja di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan menggunakan media poster terhadap perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan remaja di SMA Kejuruan Muhammadiyah 13 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental, khususnya desain pre-test post-test satu kelompok. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari siswa kelas X sampai XII di SMA Kejuruan Muhammadiyah 13 Jakarta, menggunakan total sampling (sampling jenuh) dikombinasikan dengan teknik sampling acak, menghasilkan ukuran sampel lapangan sebanyak 35 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh signifikan pendidikan menggunakan media poster terhadap perilaku mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, perilaku pembuangan sampah, dan perilaku konsumsi makanan ringan sehat, dengan masing-masing memperoleh nilai p sebesar 0,00. Kesimpulannya, pendidikan menggunakan media poster secara signifikan mempengaruhi perilaku mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, perilaku pembuangan sampah, dan perilaku konsumsi makanan ringan sehat di kalangan siswa SMA Muhammadiyah 13 Jakarta. Penelitian ini menyarankan: Pertama, melengkapi fasilitas cuci tangan dengan sabun dan pengering di setiap wastafel sekolah. Kedua, sekolah dapat memfasilitasi pengelolaan sampah dengan memilah jenis sampah. Ketiga, meningkatkan media cetak yang memuat informasi kesehatan mengenai makanan bergizi.