Sofa, Nada Aini
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Potential of Swiftlet Bird's Nest Extract (Aerodramus fucipaghus) as an Antioxidant and Serum Formulation Widyaningrum, Naniek; Putri, Chintiana Nindya; Arief, Thendi Abdul; Sofa, Nada Aini; Virdaus, Monica
Pharmaciana Vol. 14 No. 3 (2024): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v14i3.27001

Abstract

The white swiftlet bird's nest (Aerodramus fucipaghus) constitutes one of nature's treasures endowed with diverse health benefits. The swiftlet bird's nest is a potential source of antioxidants, capable of counteracting free radicals contributing to premature ageing. It can be harnessed as a serum formulation featuring small molecules, facilitating deeper skin penetration, efficient delivery of highly concentrated active agents, and expedited resolution of skin issues. This study aimed to ascertain the swiftlet bird's nest serum's physical properties, physical stability, and antioxidant activities. Serum formulations span a range of concentrations: 10%, 20%, 30%, and 40%. Physical attributes of the serum, including organoleptic properties, homogeneity, pH, spreadability, and viscosity, were observed. Serum stability was assessed over a 21-day storage period. The antioxidant activity of the serum was gauged via DPPH assay, determining the IC50 values. The serum, across varying concentrations, exhibited commendable physical characteristics, satisfying stipulated criteria. Antioxidant activity was detected in the serum across a spectrum of concentrations, revealing IC50 values of 250.00 µg/mL, signifying a range from weak to strong efficacy (90.137 µg/mL). The swiftlet bird's nest serum with its concentration variants demonstrated physical stability during the 21-day storage duration. Drawing from the research, it can be deduced that the swiftlet bird's nest holds promise for development into a serum formulation that fulfils both physical and stability criteria, endowed with robust antioxidant activity. Notably, the swiftlet bird's nest serum at a 40% concentration exhibited potent antioxidant activity, manifesting an IC50 value of 90.137 µg/mL
Hubungan Pengetahuan Tenaga Kesehatan Tentang Pharmacovigilance Terhadap Sikap Pelaporan ADR di Kota Semarang Sabiti, Farroh Bintang; Purnami, Islina Dewi; Arief, Thendi Abdul; Sofa, Nada Aini; Yanto, Andre; Permatasari, Juliantika Diah
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i2.68202

Abstract

Adverse Drug Reaction (ADR) merupakan efek samping obat yang tidak diinginkan atau respon dari suatu obat yang merugikan. ADR yang tidak dilaporkan dapat menjadi masalah utama, sehingga sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelaporan. Kurangnya pelaporan ADR oleh tenaga kesehatan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk pengetahuan dan sikap. Penelitian terkait pengetahuan pharmacovigilance pada tenaga kesehatan terhadap sikap pelaporan ADR khususnya di Rumah Sakit dan Puskesmas tidak ada, sehingga tidak diketahui bagaimana pengetahuan pharmacovigilance terhadap sikap ADR pada tenaga kesehatan di kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan pharmacovigilance terhadap sikap pelaporan ADR pada tenaga kesehatan di Rumah Sakit dan Puskesmas. Jenis penelitian ini adalah deksriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 84 tenaga kesehatan (Dokter, Apoteker, dan Perawat) di Rumah Sakit dan Puskesmas. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang mencakup 20 pertanyaan. Instrumen berupa KAP yang dirancang untuk menilai rincian demografi tenaga kesehatan, pengetahuan dan sikap terkait pharmacovigilance. Analisis data menggunakan Fisher’s Exact Test karena tidak memenuhi syarat uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan responden terbanyak dengan kategori pengetahuan baik sebanyak 46 responden dengan persentase 54.76%, sedangkan responden yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 38 responden dengan persentase 45.24%. Hasil penilaian sikap tenaga kesehatan dalam pelaporan ADR meliputi kategori cukup sebanyak 54 responden dengan persentase 64.29% dan kategori baik sebanyak 30 responden dengan persentase 35.71%. Hubungan pengetahuan pharmacovigilance pada tenaga kesehatan terhadap sikap pelaporan ADR memiliki hubungan yang signifikan dengana nilai p = 0.013 (p < 0.05).