Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA ANEMIA DENGAN KEJADIAN PERSALINAN PRETERM PADA IBU HAMIL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BOGOR Sumantri, Tasya Alleandra; Pudyastuti, Erlina; Irawan, Achmad; Sukarya, Wawang Setiawan; Nurhayati, Nurhayati; Baringbing, Jonas Nara
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34894

Abstract

Kesehatan ibu dan anak masih menjadi perhatian utama, khususnya dalam konteks masalah kesehatan ibu hamil, seperti anemia, dan risiko persalinan preterm. Menurut WHO, anemia pada ibu hamil dikategorikan menjadi: anemia ringan (Hb 10.0-10.9 g/dL), anemia sedang (Hb 7.0-9.9 g/dL), dan anemia berat (Hb <7 g/dL). Persalinan preterm adalah persalinan yang terjadi pada kehamilan <37 minggu dengan berat badan bayi lahir <2.500 gram. Masalah utama adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara anemia dengan persalinan preterm pada ibu hamil di RSUD Kota Bogor periode 1 januari 2018 sampai dengan 31 desember 2023. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan anemia dengan kejadian persalinan preterm pada ibu hamil di RSUD Kota Bogor periode 1 Januari-31 Desember 2023 Desain penelitian analisis observasional pendekatan cross-sectional. Populasi adalah ibu hamil yang melahirkan di RSUD Kota Bogor tahun 2018 - 2023. Jumlah sample 148 terdiri 74 persalinan preterm dan 74 persalinan aterm. Data berasal dari rekam medik, dengan anemia sebagai variabel independen dan persalinan preterm sebagai variabel dependen. Analisis data menggunakan tabel 2x2 atau uji chi-square dengan SPSS dan Epi-Info. Adanya hubungan yang bermakna antara anemia ringan dan sedang dengan persalinan preterm, dengan nilai p = 0,019 (p < 0,1), menunjukkan bahwa anemia meningkatkan risiko persalinan preterm. Terdapat hubungan yang bermakna antara anemia ringan hingga sedang dengan kejadian persalinan preterm.
Program Penyuluhan Pencegahan HIV AIDS untuk Pekerja Migran Indonesia di Penang, Malaysia Alvina, Alvina; Mashabi, Yasmine; Amalia, Husnun; Hairunisa, Nany; Pratiwi, Luh Ade Dinda Pradnya; Rahman, Athaya Nayla Pasca; Irawan, Achmad
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.24877

Abstract

ABSTRAK Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan kelompok masyarakat yang memiliki kerentanan tinggi terhadap berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit menular seperti HIV/AIDS. Kondisi kerja yang berat, mobilitas tinggi, keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan, serta rendahnya pengetahuan tentang faktor risiko penularan HIV/AIDS menjadi faktor yang meningkatkan potensi terjadinya penularan pada kelompok ini. Selain itu, stigma dan diskriminasi terhadap HIV/AIDS masih menjadi hambatan utama bagi PMI untuk memperoleh informasi dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara mandiri. Minimnya edukasi kesehatan reproduksi dan penyakit menular menyebabkan sebagian PMI tidak menyadari perilaku berisiko yang dapat memicu penularan HIV/AIDS, seperti hubungan seksual tidak aman, penggunaan alat suntik tidak steril. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan PMI mengenai HIV/AIDS, mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat dan aman, serta meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan preventif. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam upaya pencegahan penularan HIV/AIDS baik di negara penempatan maupun saat PMI kembali ke Indonesia. Pada kegiatan ini digunakan metode penyuluhan serta dilakukan test berupa pre dan post test. Pada kegiatan penyuluhan ini diikuti oleh 40 peserta dengan mayoritas peserta adalah perempuan sebanyak 85% dan umur dewasa 19-44 tahun sebanyak 55%. Pada hasil pretest didapatkan mayoritas peserta mempunyai pengetahuan kurang mengenai HIV AIDS sebanyak 87,5%, tetapi setelah dilakukan penyuluhan dan diberikan post test, ternyata yang pengetahuannya kurang menjadi 25%. Pengetahuan para pekerja migran tentang HIV AIDS menjadi lebih baik setelah diberikan penyuluhan. Penyuluhan merupakan salah satu metode yang cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan seseorang. Kata Kunci: Pekerja Migran Indonesia, Penyuluhan, HIV AIDS.  ABSTRACT Indonesian Migrant Workers (IMW) are a population group highly vulnerable to various health problems, including infectious diseases such as HIV/AIDS. Harsh working conditions, high mobility, limited access to health services, and low knowledge about risk factors for HIV/AIDS transmission increase the potential for transmission in this group. Furthermore, stigma and discrimination against HIV/AIDS remain major barriers for IMW in obtaining information and conducting independent health checks. The lack of education on reproductive health and infectious diseases results in some IMW being unaware of risky behaviors that can trigger HIV/AIDS transmission, such as unsafe sex and the use of non-sterile injection equipment. This activity is expected to increase PMI knowledge about HIV/AIDS, encourage healthier and safer behavior changes, and increase access to preventive health services. This activity also contributes to efforts to prevent HIV/AIDS transmission both in the host country and upon PMI's return to Indonesia. This activity used counseling methods and conducted pre- and post-tests. This outreach activity was attended by 40 participants with the majority of participants being women (85%) and adults aged 19-44 years (55%). The pretest results showed that the majority of participants had lack of knowledge about HIV AIDS (87.5%), but after the counseling and the post-test, that those with lack of knowledge became 25%. Migrant workers' knowledge about HIV AIDS improved after being given counseling. Counseling is a quite effective method in increasing a person's knowledge. Keywords: Indonesian Migrant Workers, Counseling, HIV AIDS