Pakpahan, Suzan Fhitriana
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH STRES KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RSU BOLONI MEDAN PADA TAHUN 2024 Pakpahan, Suzan Fhitriana; Hutagalung, Suzanne C; Saputra, Hendri Meirialdi; Sopiyan, Muhammad Yoga Dwi Anggara
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36874

Abstract

Keberadaan perawat di RS menjadi bagian SDM yang berharga untuk kelangsungan lingkungan Rumah Sakit, maka dari itu penting untuk menjaga dan memperhatikan kestabilan kinerja perawat agar dapat bekerja secara optimal. Pengaruh stress kerja dan beban kerja sangat berpengaruh pada kualitas pelayanan yang akan diberikan kepada pasien. Stress kerja merupakan suatu keadaan ketegangan yang menimbulkan ketidakseimbangan fisik dan psikis yang mempengaruhi emosi, proses berpikir, dan keadaan seorang karyawan. Penyebab stres kerja disebut stressor. Stresor adalah suatu kondisi, situasi, atau peristiwa yang dapat menimbulkan stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh stres kerja keperawatan terhadap beban kerja perawat di unit gawat darurat, unit perawatan intensif, dan unit perawatan intensif neonatal BOLONI RSU Medan pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang dilakukan survei analitik dengan pendekatan cross sectional study.  Hasil penelitian secara statistik berdasarkan uji regresi logistik menunjukkan p = 0,001 atau < 0,05. Hasil temuan dilapangan menunjukkan bahwa responden dengan stress kerja berat sebanyak 3 orang (7,1%), stress kerja sedang sebanyak 15 orang (35,8%) dan ringan sebayak 24 orang (57,1%) Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh stres kerja terhadap kinerja perawat di Rumah sakit boloni Medan secara signifikan terhadap kinerja perawat dengan nilai p = 0,013 (<0,05). Variabel beban kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perawat dengan nilai p = 0,741 (>0,05).
PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN TENAGA KERJA DENGAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI RSU CITRA MEDIKA MEDAN TAHUN 2022 Pakpahan, Suzan Fhitriana; Moriza, Tengku; Hutagalung, Suzanne; hendrimeirialdi; Nazarah, Safman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28288

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi para pekerja di rumah sakit tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan sektor industri lainnya. Menurut laporan Bureau Labor Statistics, menunjukkan bahwa kecelakaan di rumah sakit 41% lebih besar dari pekerja di industri lain. Berdasarkan survei awal melalui wawancara dan observasi kepada 10 orang tenaga kerja, menunjukkan bahwa 6 orang tenaga kerja tidak melakukan penerapan SMK3 secara baik dan benar, sedangkan 4 orang tenaga kerja lainnya sudah melakukan penerapan SMK3 secara baik dan benar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan tindakan tenaga kerja dengan penerapan sistem manajeman kesehatan dan keselamatan kerja di RSU Citra Medika Medan tahun 2022. Penelitian menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh tenaga kerja sebanyak 151 orang dengan sampel sebanyak 60 orang yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan statistik uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p untuk variabel pengetahuan (p=0,002), sikap (p=0,005) dan tindakan (p=0,005) dengan penerapan sistem manajeman kesehatan dan keselamatan kerja. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan tenaga kerja dengan penerapan sistem manajeman kesehatan dan keselamatan kerja. Pihak rumah sakit harus mengadakan seminar atau pelatihan tentang sistem manajeman kesehatan dan keselamatan kerja kepada tenaga kerja secara berkala, sehingga peengetahuan, sikap serta tindakan tenaga kerja dapat menjadi lebih baik serta kearah yang lebih positif dalam menerapkan SMK3 di rumah sakit.
Analisis Implementasi Pengendalian Potensi Bahaya dengan Metode Hazard Control with The Hirarc pada Stasiun Kernel Di PKS PT. Kresna Duta Agroindo Pelakar-Mill Tahun 2020 pakpahan, Suzan Fhitriana; Simangunsong, Henny Putri Lestari; Siregar, Dian Maya Sari; Safrina Ramadhani
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/4rxd2704

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah sarana untuk pencegahan kecelakaan, cacat, dan kematian sebagai akibat kecelakaan kerja, serta merupakan salah satu aspek perlindungan tenaga kerja dengan cara penerapan teknologi pengendalian perlindungan segala aspek yang berpotensi membahayakan para pekerja. Tujuan penelitian untuk menganalisis penerapan pengendalian potensi bahaya dengan metode HIRARC pada stasiun kernel di PKS PT. Kresna Duta Agroindo Pelakar-Mill tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan pedoman wawancara yang dilakukan dengan cara memberi pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden sebagai informan dengan tujuan untuk menganalisis penerapan pengendalian potensi bahaya dengan metode HIRARC pada stasiun kernel di PKS PT. Kresna Duta Agroindo Pelakar-Mill. Hasil Analisis penerapan pengendalian potensi bahaya dengan metode HIRARC pada stasiun kernel di PKS PT. Kresna Duta Agroindo Pelakar-Mill terdapat identifikasi potensi bahaya sebanyak 4 kecelakaan kerja berupa terjatuh, terjepit, terpeleset, dan terpapar bahan kimia. Dengan adanya potensi bahaya tersebut, perusahaan melakukan lima tahap pengendalian risiko yaitu eliminasi, substitusi, rekayasa engineering, pengendalian administratif dan penggunaan APD (Alat Pelindung Diri). Kecelakaan kerja tersebut sesuai dengan ketentuan berdasarkan Matriks Identifikasi Sumber Bahaya dan Pengendalian Bahaya (ISBPR) yang dikenal dengan metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC). Kesimpulan didapatkan faktor hambatan atau tantangan berupa tingkat kepatuhan dan konsistensi pekerja yang masih kurang mengenai pengendalian potensi bahaya yang berlaku baik pada peraturan perundang-undangan maupun peraturan perusahaan. Saran bagi pekerja stasiun kernel meningkatkan sosialisasi dan melakukan pengawasan secara rutin sehingga memberikan efek jera pada pekerja yang melanggar aturan di PT. Kresna Duta Agroindo Pelakar-Mill.