Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Strategis Perempuan sebagai Kader Posyandu: Program Pendampingan Edu-Aksi Mitigasi Bencana pada Anak Usia Dini di Kecamatan Kasemen Juanto, Ade; Sari, Novita; Junaedi, Yusup; Islahiyah, Islahiyah; Nadivah, Nadivah; Fuadah, Hanis; Nurfitriani, Nurfitriani
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.1082

Abstract

Program pendampingan edu-aksi mitigasi bencana pada anak usia dini di Kecamatan Kasemen bertujuan untuk memberdayakan perempuan sebagai kader Posyandu dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana di komunitas mereka. Program ini melibatkan pelatihan intensif, penyuluhan edukatif, dan simulasi bencana yang dirancang untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan para kader dalam menghadapi berbagai jenis bencana. Fokus utama program adalah mengedukasi anak usia dini dan masyarakat tentang langkah-langkah mitigasi bencana melalui pendekatan yang partisipatif dan kolaboratif. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan kesiapsiagaan para kader, serta terbentuknya jaringan kerja sama yang lebih kuat antara kader, masyarakat, dan lembaga terkait. Selain itu, program ini berhasil menanamkan kesadaran akan pentingnya peran perempuan dalam melindungi kelompok rentan, terutama anak-anak, dari risiko bencana. Program ini tidak hanya memperkuat peran strategis perempuan dalam mitigasi bencana, tetapi juga menciptakan fondasi yang lebih kokoh bagi komunitas Kecamatan Kasemen dalam membangun ketangguhan dan kesiapsiagaan yang berkelanjutan terhadap berbagai potensi bencana di masa depan. Disaster mitigation education-action assistance program for early childhood in Kasemen District aims to empower women as posyandu cadres in improving disaster preparedness in their communities. This program involves intensive training, educational outreach, and disaster simulations designed to strengthen cadres' knowledge and skills in dealing with various types of disasters. The main focus of the program is to educate young children and the community about disaster mitigation measures through a participatory and collaborative approach. The results of this program show a significant increase in the understanding and preparedness of cadres, as well as the formation of a stronger collaborative network between cadres, the community and related institutions. In addition, this program has succeeded in instilling awareness of the important role of women in protecting vulnerable groups, especially children, from disaster risks. Thus, this program not only strengthens the strategic role of women in disaster mitigation, but also creates a stronger foundation for the Kasemen District community in building resilience and sustainable preparedness for various potential disasters in the future.
Habit Watching Movie With English Subtitles as an Alternative in Improving on Students' Reading Skill Nadivah, Nadivah; Suryadi, Suryadi
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 9 No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i1.755

Abstract

The objective of this study is to establish a correlation between the practice of watching English language films and the utilization of English subtitles as a substitute method to enhance students' English reading comprehension. The research was carried out at SMA Negeri 1 Tirtayasa. This study seeks to ascertain the extent to which students' comprehension improves by regularly watching English films with subtitles. The employed methodology is quantitative, focusing on a population of students in classes XII Science 1, 2, 3, and 4. Subsequently, a total of 76 students were included in the sample. The collected data pertains to the English reading comprehension test of the students. The independent variable in this study refers to the practice of watching English films with English subtitles, whereas the dependent variable pertains to the English reading comprehension skills of the students. The investigation yielded substantial data. The term "2-tailed" refers to a statistical test that considers both directions of an effect or relationship.The data acquired from the control class was 77.29, whereas the data from the experimental class was 79.63. Consequently, the treatment has had a notable impact on the kids' reading comprehension, resulting in a commendable level of proficiency. The employed methodology is highly effective in enhancing the students' English reading comprehension.
Komunikasi Efektif Orang Tua dalam Mengenali Bahasa Cinta Anak Usia Dini Sari, Novita; Harlina, Harlina; Cahyati, Deti; Nadivah, Nadivah; Fitriani, Nur; Chamsanah, Chamsanah; Rohmatiah, Siti; Kartini, Kartini; Purwamiluyah, Purwamiluyah; Handawiyah, Robiatul
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 1 (2026): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i1.1256

Abstract

The Community Partnership Program (PKM) aims to improve parents' understanding of the importance of effective communication in recognizing and adjusting the love language of early childhood. Love language is a child's way of receiving and expressing affection, which consists of five main forms: physical touch, words of affirmation, quality time, acts of service, and giving gifts. Through socialization, interactive discussions, and practical simulations, participants gain new insights into communication strategies that are appropriate to children's emotional needs. This activity was carried out at KB Ummatan Washaton, while the community-based research method was used in community service with a qualitative approach. The form of community service activities was carried out using the FGD (Focus Group Discussion) approach, Literature Review, and socialization. The results of the activity showed that many parents who initially did not understand the concept of love language, are now more aware of the importance of adjusting their communication patterns to be more effective in building emotional closeness with their children. However, the challenge of changing old habits is still an obstacle, so further assistance is needed so that the implementation of this concept runs consistently. Overall, this PKM has a positive impact on improving parents' communication skills, which are expected to support children's social and emotional development optimally.
Peran Orang Tua Terhadap Minat Belajar Anak Nadivah, Nadivah; Sari, Muthia; Mulyawan, Galuh
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 6 No. 1 (2025): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810634900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran orang tua dalam menumbuhkan minat belajar anak usia 5–6 tahun di PAUD Al-Falah dan mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi dalam mendukung proses belajar anak-anak mereka. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan lima orang tua dan tiga pendidik di PAUD Al-Falah, yang terletak di Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa orang tua menjalankan tiga peran penting: sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing. Sebagai fasilitator, orang tua menyediakan lingkungan rumah yang mendukung, perangkat belajar, dan materi pendidikan yang merangsang kreativitas anak. Sebagai motivator, mereka menawarkan dorongan moral, pujian, dan hadiah untuk meningkatkan antusiasme anak-anak untuk belajar. Sementara itu, peran pembimbing tercermin dalam keterlibatan aktif dan bantuan orang tua selama kegiatan belajar di rumah. Minat belajar anak cenderung meningkat ketika orang tua memberikan perhatian penuh, mendampingi mereka selama waktu belajar, menyediakan sumber belajar yang tepat, dan secara konsisten memberikan penguatan positif. Namun, beberapa tantangan teridentifikasi, termasuk terbatasnya waktu orang tua karena tanggung jawab pekerjaan, kurangnya pengetahuan tentang pendidikan anak usia dini, dan kurangnya fasilitas belajar di rumah. Oleh karena itu, kolaborasi dan komunikasi yang lebih kuat antara orang tua dan sekolah diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini secara keseluruhan dan memastikan keterlibatan orang tua yang lebih efektif dalam perkembangan belajar anak.