Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keanekaragaman Kepiting Biola di Kawasan Hutan Mangrove Kecamatan Pangkalan Susu, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia Akbar, M Ali; Hutabara, Lusia Selvina Br; Suri, Sirem; -, Nuriyati; Mawardi, Abdul L.
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 6 No 4 (2024): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2024.6.4.13857

Abstract

Indonesia memiliki hutan mangrove yang cukup luas dengan keragaman jenis hayati tertinggi di dunia. Kepiting Biola adalah jenis kepiting dari salah satu kelompok kelas Crustasea, Ordo Decapoda dan termasuk kedalam famili Ocypodidae. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Indeks keanekaragaman dari Kepiting Biola di Kawasan Hutan Mangrove Kecamatan Pangkalan Susu, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-November 2024 di Kecamatan Pangkalan Susu. Penelitian ini menggunakan metode survei dan observasi langsung ke lapangan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik Pengumpulan data menggunakan Teknik Purposive Sampling. Teknik Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shanon-Wiener (H’) dan indeks dominansi dengan melihat parameter fisika dan kimianya. Hasil Penelitian ini didapatkan 20 spesies kepiting biola dari family Ocypodidae dengan 5 genus yang terdiri dari genus Uca, Gelasimus, Tubuca, Austruca dan Paraleptuca, Berdasarkan hasil analisis didapatkan indeks keanekaragaman di stasiun 1 sebesar 2,92 dengan kategori sedang, stasiun 2 sebesar 0,90 dengan kategori rendah dan stasiun 3 sebesar 0,69 dengan kategori rendah dan juga didapatkan nilai indeks dominansi di stasiun 1 sebesar 0,06 dengan kategori rendah, stasiun 2 sebesar 0,46 dengan kategori rendah dan stasiun 3 sebesar 0,5 dengan kategori sedang. Hasil PCA hubungan keberadaan kepiting biola dengan parameter lingkungan sangat mempengaruhi keberadaan dari kepiting biola dimana parameter lingkungan pada setiap lokasi sangat berbeda-beda. Kata kunci: Kepiting Biola, keanekaragaman, mangrove, Pangkalan Susu
Jenis-Jenis Jamur Basidiomycota Dalam Lanskap Taman Hutan Kota Langsa Assidiqi Nasution, Hasbi; Pujianti Astuti, Sri; Suri, Sirem; Indriaty; Rika Yusnaini
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 12 No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v12i2.26783

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan hutan hujan tropis memiliki keanekaragaman jamur makroskopis yang sangat tinggi, namun dokumentasi ilmiahnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan mengidentifikasi beragam jenis jamur dari divisi Basidiomycota di kawasan Taman Hutan Kota Langsa. Penelitian dilakukan pada Mei 2025 menggunakan metode jelajah bebas (cruise method) dengan pengambilan sampel purposif di area hutan seluas 1,56 hektar yang memiliki vegetasi tertutup di sekitar danau buatan. Sebanyak 20 spesies jamur makroskopis dari divisi Basidiomycota berhasil diidentifikasi, yang tersebar dalam 5 ordo dan 11 famili. Ordo Polyporales merupakan ordo yang paling dominan (50%), diikuti oleh Agaricales (30%). Famili Polyporaceae menjadi yang paling beragam dengan 8 spesies, yang umumnya ditemukan pada substrat kayu mati. Temuan ini menegaskan pentingnya kayu mati sebagai habitat utama jamur dekomposer dan menyoroti perlunya konservasi mikrohabitat hutan untuk menjaga keberlanjutan keanekaragaman jamur.