Desa Kesetnana, yang terletak di Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), merupakan desa yang dengan kejadian stunting yang tinggi dan sulitnya air bersih. Data menunjukkan peningkatan prevalensi stunting yang mengkhawatirkan, dari 191 balita pada tahun 2022 menjadi 203 balita pada tahun 2023. Wilayah ini beriklim kering dengan curah hujan rendah, membuat pasokan pangan pokok sangat bergantung pada hasil panen musiman. Akses terhadap energi listrik yang stabil dan terjangkau juga menjadi hambatan signifikan. Metode pengabdian dilakukan dalam 3 tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Mitra sasaran adalah kelompok tani dan ibu PKK (Pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga). Kegiatan utama adalah pemasangan sistem pompa air tenaga surya-angin, pendampingan, serta penyuluhan kepada mitra tentang pertanian dan upaya ketahanan gizi. Waktu pelaksanaan kurang lebih 7 bulan tehitung dari bulan Juni sampai Desember 2025.Hasil pengabdian menunjukkan terjadinya peningkatan volume air bersih yang tersedia untuk kebutuhan sehari-hari, dan pertanian, Peningkatan jenis tanaman dan produk olahan, Peningkatan pengetahuan gizi, dan praktik cuci tangan yang menjadi faktor risiko terjadinya stunting dalam keluarga. Perlu adanya kegiatan serupa dengan memanfaatkan teknologi tepat guna serta keterlibatan dan penguatan kolaborasi semua pihak.