Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI INOVASI DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN BERBASIS SMART ENVIRONMENT UNTUK MENDORONG TERWUJUDNYA SMART CITY DI KOTA JAKARTA Fisca Putri Rahdiana; Nazara Dea Ratna Putri; Nadira Ayu Maharani; Ivan Darmawan
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i11.7761

Abstract

Setiap hari, manusia menjalani berbagai aktivitas yang saling mempengaruhi kualitas lingkungan tempat tinggal mereka. Di kota besar seperti Jakarta, pengelolaan lingkungan yang buruk dapat berdampak serius, baik terhadap kesehatan masyarakat maupun keberlanjutan ekosistem. Untuk mengatasi tantangan ini, penerapan konsep smart environment atau "lingkungan cerdas" menjadi krusial dalam mendukung mewujudkan pembangunan smart city. Smart environment merupakan pendekatan inovatif dalam pengelolaan lingkungan yang bertumpu pada tanggung jawab dan keberlanjutan, menggunakan teknologi, analitik data, dan teknologi digital untuk mengatasi isu lingkungan seperti polusi udara, pengelolaan limbah, dan efisiensi energi. Di Jakarta, implementasi smart environment dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui beberapa inovasi seperti pengolahan RDF, pengendalian banjir berbasis TIK, program-progam terbaru dan sebagainya. Penelitian ini menyoroti langkah strategis dalam mewujudkan smart environment di Jakarta sebagai bagian integral dari pengelolaan kota yang berkelanjutan.
Analisis Penerapan Tahapan Manajemen Proyek dalam Pengelolaan Proyek Teras Cihampelas Kota Bandung Regita Ayu Agustin; Fisca Putri Rahdiana; Najwa Mayang Dayatri; Muhammad Azka Rozan; Shidqi Abdilla; Yayan Nuryanto
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 11 (2025): GJMI - NOVEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i11.1873

Abstract

Pembangunan infrastruktur publik merupakan instrumen utama dalam meningkatkan mobilitas dan kesejahteraan masyarakat. Teras Cihampelas adalah skywalk pertama di Indonesia yang dibangun sepanjang sekitar 450 meter untuk menata pedagang kaki lima (PKL) dan mengurangi kemacetan kawasan Cihampelas. Penelitian ini mengevaluasi proses manajemen proyek Teras Cihampelas dengan menggunakan metode wawancara dan studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa proyek ini secara fisik telah terselesaikan namun belum memenuhi tujuan awal pemerintah. Meskipun telah dikeluarkan dana besar dengan total anggaran sekitar Rp74 miliar, kemacetan tetap terjadi dan banyak PKL kembali berjualan di trotoar. Analisis juga menunjukkan adanya kelemahan pada studi kelayakan sosial-ekonomi serta kurangnya partisipasi publik dalam tahap perencanaan, sehingga output infrastruktur tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pengguna. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya perencanaan yang matang, pelibatan stakeholder, dan koordinasi lintas dinas dalam proyek infrastruktur publik di masa mendatang. Pembangunan infrastruktur publik merupakan instrumen utama dalam meningkatkan mobilitas dan kesejahteraan masyarakat. Teras Cihampelas adalah skywalk pertama di Indonesia yang dibangun sepanjang sekitar 450 meter untuk menata pedagang kaki lima (PKL) dan mengurangi kemacetan kawasan Cihampelas. Penelitian ini mengevaluasi proses manajemen proyek Teras Cihampelas dengan menggunakan metode wawancara dan studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa proyek ini secara fisik telah terselesaikan namun belum memenuhi tujuan awal pemerintah. Meskipun telah dikeluarkan dana besar dengan total anggaran sekitar Rp74 miliar, kemacetan tetap terjadi dan banyak PKL kembali berjualan di trotoar. Analisis juga menunjukkan adanya kelemahan pada studi kelayakan sosial-ekonomi serta kurangnya partisipasi publik dalam tahap perencanaan, sehingga output infrastruktur tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pengguna. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya perencanaan yang matang, pelibatan stakeholder, dan koordinasi lintas dinas dalam proyek infrastruktur publik di masa mendatang.