Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI KONSEP SMART ENVIRONMENT DALAM PEMERINTAHAN: STUDI KASUS PENERAPAN KEBIJAKAN KONSEP SMART ENVIRONMENT DI KOTA TANGERANG Muhammad Azka Rozan; Zahra Puspita Eka Putri; Amalia Zata Yumni; Ivan Darmawan
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i12.7893

Abstract

Implementasi konsep Smart Environment dalam pemerintahan di Kota Tangerang mencerminkan upaya kota ini untuk mengintegrasikan teknologi dalam pengelolaan perkotaan. Adopsi teknologi pintar seperti sistem Internet of Things (IoT), sistem informasi geografis (SIG), dan pengambilan keputusan berbasis data bertujuan untuk meningkatkan layanan publik dan pengelolaan sumber daya. Solusi pintar dalam manajemen sampah dan pemantauan lingkungan telah diterapkan untuk menciptakan kehidupan perkotaan yang lebih berkelanjutan. Namun, tantangan masih ada, termasuk ketimpangan infrastruktur digital, masalah privasi data, dan kebutuhan pelatihan aparat daerah dalam penggunaan teknologi. Meskipun demikian, kemajuan Tangerang dalam membangun Smart Environment menunjukkan pergeseran positif menuju pemerintahan yang lebih responsif dan efisien. Artikel ini mengkaji implementasi kebijakan, keberhasilan, dan area yang perlu dikembangkan lebih lanjut.
Analisis Penerapan Tahapan Manajemen Proyek dalam Pengelolaan Proyek Teras Cihampelas Kota Bandung Regita Ayu Agustin; Fisca Putri Rahdiana; Najwa Mayang Dayatri; Muhammad Azka Rozan; Shidqi Abdilla; Yayan Nuryanto
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 11 (2025): GJMI - NOVEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i11.1873

Abstract

Pembangunan infrastruktur publik merupakan instrumen utama dalam meningkatkan mobilitas dan kesejahteraan masyarakat. Teras Cihampelas adalah skywalk pertama di Indonesia yang dibangun sepanjang sekitar 450 meter untuk menata pedagang kaki lima (PKL) dan mengurangi kemacetan kawasan Cihampelas. Penelitian ini mengevaluasi proses manajemen proyek Teras Cihampelas dengan menggunakan metode wawancara dan studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa proyek ini secara fisik telah terselesaikan namun belum memenuhi tujuan awal pemerintah. Meskipun telah dikeluarkan dana besar dengan total anggaran sekitar Rp74 miliar, kemacetan tetap terjadi dan banyak PKL kembali berjualan di trotoar. Analisis juga menunjukkan adanya kelemahan pada studi kelayakan sosial-ekonomi serta kurangnya partisipasi publik dalam tahap perencanaan, sehingga output infrastruktur tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pengguna. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya perencanaan yang matang, pelibatan stakeholder, dan koordinasi lintas dinas dalam proyek infrastruktur publik di masa mendatang. Pembangunan infrastruktur publik merupakan instrumen utama dalam meningkatkan mobilitas dan kesejahteraan masyarakat. Teras Cihampelas adalah skywalk pertama di Indonesia yang dibangun sepanjang sekitar 450 meter untuk menata pedagang kaki lima (PKL) dan mengurangi kemacetan kawasan Cihampelas. Penelitian ini mengevaluasi proses manajemen proyek Teras Cihampelas dengan menggunakan metode wawancara dan studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa proyek ini secara fisik telah terselesaikan namun belum memenuhi tujuan awal pemerintah. Meskipun telah dikeluarkan dana besar dengan total anggaran sekitar Rp74 miliar, kemacetan tetap terjadi dan banyak PKL kembali berjualan di trotoar. Analisis juga menunjukkan adanya kelemahan pada studi kelayakan sosial-ekonomi serta kurangnya partisipasi publik dalam tahap perencanaan, sehingga output infrastruktur tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pengguna. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya perencanaan yang matang, pelibatan stakeholder, dan koordinasi lintas dinas dalam proyek infrastruktur publik di masa mendatang.