Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN KONSUMSI SUSU DENGAN KEJADIAN AKNE VULGARIS: SEBUAH TINJAUAN NARATIF Alfaridzi, Yudi Fadil; Gustia , Rina; Reza , Mohamad
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 7 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi susu dengan akne vulgaris dan mengetahui zat-zat yang terkandung di dalam susu; Metode: Studi literatur ini merupakan tinjauan pustaka naratif dengan mengambil jurnal yang memiliki desain penelitian observasional mengenai hubungan antara konsumsi susu dengan akne vulgaris sesuai kata kunci yang ditetapkan; Hasil: Dari 7 literatur yang diulas, didapatkan hasil penelitian yang menyatakan bahwa mengonsumsi susu dengan frekuensi yang sering dapat mencetuskan timbulnya akne vulgaris dan memperparah derajat akne; Kesimpulan: Susu mengandung sejumlah zat nutrisi kompleks yang bagus untuk tubuh dan diantara zat-zat tersebut ternyata berperan dalam proses aknegenesis, seperti karbohidrat dan protein susu memiliki efek insulinotropik yang merangsang sintesis IGF-1 (marker utama dalam memicu timbulnya akne); asam amino esensial (leusin) meningkatkan aktivitas mTORC1 (mechanistic Target of Rapamycin Complex 1) dalam merangsang sebosit yang mendorong perkembangan akne, serta prekursor hormon pada susu dapat meningkatkan aktivitas androgen dalam produksi sebum dan akhirnya menimbulkan akne
Hubungan antara Jumlah Trombosit dan Manifestasi Perdarahan pada Pasien DBD di Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo Padang pada Tahun 2022 Ihsan, Rafiq; Reza , Mohamad; Husni; Efrida; Wahid , Irza; Rahmah Burhan , Ida
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i3.1477

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh virus dengue, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes, khususnya Aedes aegypti. Trombositopenia adalah salah satu tanda yang diamati pada DBD. Trombositopenia terjadi ketika jumlah trombosit <100.000 sel/mm³ sehingga fungsi trombosit dalam hemostasis terganggu sehingga mengurangi integritas pembuluh darah, menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan pada akhirnya mengarah pada manifestasi perdarahan. Penyebaran DBD yang cepat dan berpotensi fatal tetap menjadi masalah  kesehatan masyarakat yang signifikan dengan dasar lingkungan. Data dari Dinas Kesehatan Kota Padang menunjukkan adanya peningkatan kasus DBD, dengan 441 kasus yang dilaporkan pada tahun 2022 dibandingkan dengan 366 kasus pada tahun 2021. Kelompok usia 15 hingga 44 tahun adalah yang paling terdampak oleh penyakit ini. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah trombosit dan manifestasi perdarahan pada pasien DBD di Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo Padang pada tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling. Data didapatkan dari rekam medis di Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo Padang, dari Januari 2022 hingga Desember 2022, dengan jumlah sampel 100 pasien berusia di atas 18 tahun. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kasus DBD mengalami trombositopenia berat (49%). Proporsi pasien DBD yang juga mengalami manifestasi perdarahan lebih tinggi (51%). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square menghasilkan nilai p sebesar 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara jumlah trombosit dan manifestasi perdarahan pada pasien DBD di Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo Padang pada tahun 2022
Perbandingan skor SOFA pada pasien sepsis dengan dan tanpa diabetes melitus tipe 2 Nares Wari, Munsyi; Fadrian; Yerizel , Eti; Reza , Mohamad; Aprilia , Dinda; Nofita , Eka
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v15i1.2672

Abstract

Comparison of SOFA scores in septic patients with and without type 2 diabetes mellitus Sepsis is a life-threatening organ dysfunction.  A dysregulated host response to infection causes it. Organ dysfunction can be represented by an increase in the SOFA score of > 2 points. Every increase in the score reflects worsening of organ dysfunction. Type-2 Diabetes Mellitus (T2DM) is one of the most common comorbidities in sepsis patients. T2DM patients have chronic hyperglycemia. This condition can impair immune function and damage the endothelium.  Objective: To find out the comparison of SOFA scores in sepsis patients with and without T2DM. Methods: This research was an analytical, cross-sectional study using medical record data from RSUP Dr. M. Djamil Padang. The 132 samples comprised 66 sepsis patients with T2DM and 66 without T2DM. Sampling was carried out by using a stratified random sampling technique. Bivariate data analysis used an independent-samples t-tes. The mean of SOFA scores in sepsis patients with T2DM was 8.05 +_ 2.36 and the mean of SOFA scores in sepsis patients 6.38 +_ 2.96. The p-value (<0,05) in both groups was 0.001. Conclusion: There is a significant difference in SOFA scores between sepsis patients with and without T2DM. Keywords: sepsis, SOFA score, T2DM