Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Sifat Fisis dan Higroskopis Komposit Paduan HDPE-CFF Regita; Setyawan, Reza; Burhan, Nanang; Ismadi, Ismadi
Jurnal Mesin Nusantara Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v7i2.22699

Abstract

Komposit dapat dibuat dari berbagai bahan paduan untuk dapat menghasilkan material yang memiliki karakterisistik unggul dengan mereduksi sifat-sifat yang kurang diperlukan. Dipilihnya CFF sebagai fiber dikarenakan jumlahnya yang kian meningkat seiring meningkatnya jumlah konsumsi ayam di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat bulu ayam (CFF) terhadap karakteristik fisis dan higroskpis komposit paduan HDPE-CFF. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen menggunakan prinsip fraksi volume. Pengujian dilakukan untuk mendapatkan massa jenis, jumlah kadar air, dan nilai daya serap air. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa massa jenis terbesar didapat dari komposit dengan kode sepesimen A yaitu 0,104 gr/cm3 . Komposit dengan kadar airterendah didapatkan dalam spesimen B dengan kandungan air 0,00%. Untuk komposit dengan kemampuan menyerapa air paling sedikit terdapat pada spesimen dengan kode A yang memiliki nilai daya serap air hanya 0,01%. Karakter fisis suatu komposit dan sifat higroskopis erat kaitannya dengan tingkat homogenitas bahan paduan, homogen atau tidaknya suatu bahan paduan komposit bergantung salah satunya pada gaya adhesif (tarik menarik) yang dimiliki suatu material.
Prediksi Single-Step dan Multi-Step Data Cuaca Menggunakan Model Long Short-Term Memory dan Sarima Simanjuntak, Humasak Tommy Argo; Lumbanraja, Amelia; Samosir, Gabriel; Regita
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 12 No 2: April 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2025129444

Abstract

Prediksi deret waktu pada parameter data cuaca adalah proses memprediksi nilai masa depan berdasarkan pola data historis cuaca. Penelitian ini mengatasi kelemahan penelitian sebelumnya seperti data yang terbatas, jangka waktu prediksi, keterbatasan parameter yang digunakan dalam penelitian serta tidak menggunakan parameter eksternal yang tentunya dapat membantu proses prediksi model menjadi lebih akurat. Penelitian ini menggunakan metode Long Short-Term Memory (LSTM) dan Seasonal AutoRegressive Integrated Moving Average (SARIMA) untuk memprediksi parameter cuaca, seperti tekanan udara, suhu, dan kelembaban relatif, dengan pendekatan single-step dan multi-step ahead. Data bersumber dari BMKG Stasiun Meteorologi Pinangsori, Sibolga, selama 8 tahun, dengan granularity per jam dan per hari. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa LSTM dan SARIMA, memiliki keunggulan dalam konteks tertentu. Untuk pendekatan single-step, model SARIMA lebih baik 49% dari model LSTM untuk prediksi dengan granularity data per jam. Namun, untuk granularity data per hari, performansi LSTM lebih baik 27% dari model SARIMA. Kemudian untuk pendekatan multi-step, SARIMA memberikan performansi yang lebih baik 30% daripada model LSTM untuk data per jam (< =24). Sedangkan untuk granularity data harian, model LSTM lebih baik 30% pada step 30 hari dan lebih baik 27% pada step 60 hari. Dan untuk data ekstrem, LSTM lebih baik 47% daripada SARIMA.   Abstract Time series prediction of weather data parameters involves forecasting future values based on historical weather patterns. This study addresses the limitations of previous research, such as constrained datasets, short prediction periods, restricted parameters, and the neglect of external factors that could enhance model accuracy. Utilizing Long Short-Term Memory (LSTM) networks and Seasonal AutoRegressive Integrated Moving Average (SARIMA) methods, the research focuses on predicting weather parameters like air pressure, temperature, and relative humidity using both single-step and multi-step approaches. The data is sourced from the BMKG Pinangsori Meteorological Station in Sibolga, covering an 8-year period with both hourly and daily granularity. The experimental findings reveal that LSTM and SARIMA each have their advantages depending on the context. In the single-step approach, the SARIMA model outperforms the LSTM model by 49% for predictions based on hourly data. Conversely, for daily data granularity, the LSTM model surpasses SARIMA by 27%. In the multi-step analysis, SARIMA demonstrates a 30% improvement over LSTM for hourly predictions (up to 24 hours). However, for daily granularity, the LSTM model excels, showing a 30% advantage at the 30-day prediction step and a 27% advantage at the 60-day step. Additionally, LSTM significantly outperforms SARIMA by 47% when dealing with extreme data.
METODE MAKE A MATCH PADA MATERI SUKU KATA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS I-B DI SDN TANJUNG DUREN UTARA 02 PAGI JAKARTA : Penelitian Skripsi Regita; Ezik Firman Syah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.28151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode Make A Match pada materi suku kata dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa kelas I-B SDN Tanjung Duren Utara 02 Pagi Jakarta. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua pertemuan. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 31 siswa kelas I-B. Peneliti berperan sebagai fasilitator, dibantu guru (wali kelas) dan teman sejawat sebagai observer. Teknik pengumpuan data mencakup observasi, tes, dan dokumentasi, dengan analisis data secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan. Pada siklus I, nilai rata-rata meningkat dari 69,65 (47% tuntas) menjadi 74,75 (58% tuntas). Pada siklus II, rata-rata meningkat dari 79,69 (83% tuntas) menjadi 83,37 (94% tuntas). Hasil ini memenuhi indikator keberhasilan, yaitu > 75 dengan ketuntasan kelas minimal 80%. Dengan demikian, metode Make A Match terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa pada materi suku kata.
Pemahaman Mahasiswa Akuntansi terhadap Konsep Dasar Akuntansi Dewi, Novia Citra; Misneli; Aryuna, Wemi; Regita
Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis Vol. 7, No. 4 (December 2025)
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/infeb.v7i4.1314

Abstract

This study analyzes the level of understanding of final-year accounting students at UIN Imam Bonjol Padang regarding basic accounting concepts, considering gender and educational background. The objectives are to measure the understanding of basic accounting elements (assets, liabilities, equity, revenue, expenses, accounting cycle), identify differences based on gender and educational background, and identify obstacles and solutions. A descriptive quantitative approach was used through a questionnaire survey of 103 active students of the Accounting Study Program at UIN Imam Bonjol Padang. Data were analyzed using the Mann-Whitney Test for gender and the Kruskal-Wallis Test for educational background. The results show that students' overall understanding is good (average 81%). The accounting cycle has the highest understanding (89%), while liabilities have the lowest (70%). There is a significant difference in understanding based on gender (p=0.014), where women are better than men. A significant difference was also found based on educational background (p=0.002), with graduates of Accounting Vocational Schools showing the best understanding. Obstacles include difficulty understanding terms, distinguishing debits/credits, lack of focus, minimal practicums, and infrequent lecturers. Suggested solutions are increasing practicums and adding accounting books to the library.
Utilization of Brackish Water as a Potable Water Source through Reverse Osmosis Technology: A Case Study in Taddutan Island, Saliki Village, Kutai Kartanegara Ansahar; Ryan Irawan; Aldi Muhammad Miftahuddin; Aura Nazwa; Regita; Zefanya Hosiana Cindy Prastica
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 16 No. 1 (2026): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/kwbdj348

Abstract

Brackish water, although often neglected due to its high salinity, represents a strategic water source for coastal communities facing freshwater scarcity. This study addresses a research gap in the utilization of heavily contaminated brackish water in tropical peatland areas of East Kalimantan through an integrated hybrid technology approach that combines local governance and renewable energy. Water samples were collected from two locations in Taddutan Island (RT 7 and RT 8) in December 2023 and analyzed at the accredited DLHK Kutai Kartanegara Environmental Laboratory. Results showed that raw water exhibited salinity of 0.22–4.42‰, total dissolved solids (TDS) of 244.6–4,658.5 mg/L, chemical oxygen demand (COD) of 18.4–46.4 mg/L, and extreme microbiological contamination (Total Coliform reaching 87,320 MPN/100 mL). The local PAMSIMAS unit failed to completely eliminate Total Coliform despite significantly reducing TDS. Based on these findings, a four-stage hybrid treatment system was designed: (1) coagulation-flocculation (alum + KOH), (2) multistage filtration (rapid sand, manganese zeolite, activated carbon), (3) reverse osmosis (RO) using brackish water membrane, and (4) UV disinfection. The system is operated using a 2,500-watt solar photovoltaic system (PLTS) to ensure energy sustainability, while governance by the Village-Owned Enterprise (BUMDes) Mekar Sejati and community Willingness to Pay (WTP) (IDR 50,000–150,000/month) guarantees operational sustainability. The novelty of this research lies in the integration of three pillars: (i) RO hybrid technology with adaptive pretreatment for peatland brackish water, (ii) integration of PLTS as a renewable energy source, and (iii) BUMDes-based governance. This model has high replication potential across hundreds of coastal peatland villages in Indonesia facing similar challenges