Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN PROGRAM PENGAJARAN DAN PERENCANAAN TERHADAP EFEKTIVITAS BELAJAR MENGAJAR DALAM PEMBELAJARAN PPKn DENGAN MATERI POKOK NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA KELAS X MA YPKS PADANGSIDEMPUAN Dongoran, Putoro; Fauzi Siregar, Rahmat; Fuady Harahap, Andes
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.5290-5298

Abstract

Penelitian ini adalah “Apakah dengan adanya penerapan program pengajaran dan perencanaan terhadap efektivitas belajar mengajar dalam pembelajaran PPKn dengan materi pokok Negara Kesatuan Republik Indonesia di kelas X MA YPKS Padangsidempuan Tahun Pelajaran 2023-2024.Dan hasil tes tersebut meliputi, pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 54,33 jumlah peserta didik yang tuntas 20 orang dan persentase ketuntasan 33,33% , dan yang tidak tuntas 40 orang dan persentase sebesar 66,67%. Karena pada siklus I belum memperoleh indikator keberhasilah yang ditetapkan sebesar 75%. Dan pada siklus II tersebut pencapaian indikatornya belum terpenuhi dan penelitian dilanjutkan pada siklus III, yang memperoleh nilai rata-rata 80,33 dan jumlah peserta didik yang tuntas sebayak 51 orang dan persentase ketuntasan 85% kemudian peserta didik yang tidak tuntas 9 orang dengan persentase sebesar 15% dari siklus II ke siklus III meningkat 38,34%. Dan dinyatakan pada siklus III tersebut pencapaian indikatornya terpenuhi.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS BIOLOGI SISWA DI SMA NEGERI 5 PADANGSIDIMPUAN Tuah, Sahlan; Fuady Harahap, Andes; Fauzi Siregar, Rahmat; Gusmaniar, Gusmaniar
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 8, No 1 (2025): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Publish
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v8i1.447-452

Abstract

Tujuan penelitian  ini  adalah utuk mengetahui peningkatan  berpikir  kritis biologi siswa melalui penerapan model PBL dan untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar biologi siswa melalui penerapan model PBL di kelas X-1 SMA Negeri 5 Padangsidimpuan Tahun Pelajaran 2023/2024. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat  ditarik  kesimpulan sebagai berikut:  peningkatan  berpikir kritis biologi siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada materi  pencemaran  lingkungan  di  Kelas  X-1  SMA  Negeri  5  Padangsidimpuan Tahun Pelajaran 2023/2024 mengalami peningkatan dari siklus I meningkat pada siklus II dimana termasuk kriteria baik. Hal ini menunjukkan berpikir kritis siswa telah meningkat dan memenuhi indikator keberhasilan sebesar ≥ 80%. Peningkatan aktivitas belajar biologi siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) di kelas X-1 SMA Negeri 5 Padangsidimpuan Tahun Pelajaran 2023/2024 mengalami peningkatan dari siklus I  meningkat  pada siklus II dimana termasuk kriteria baik. Hal ini menunjukkan aktivitas belajar biologi siswa telah meningkat dan memenuhi indikator keberhasilan sebesar ≥ 80%.
SOSIALISASI KEADAAN DAN PENANGANAN STUNTING DI DESA SITUMBA JULU KABUPATEN TAPANULI SELATAN. Fauzi Siregar, Rahmat
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5499-5505

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bagian integral dari tridharma perguruan tinggi, yang mengharuskan mahasiswa untuk berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Artikel ini membahas pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, yang berlangsung di Desa Situmba Julu, Kabupaten Tapanuli Selatan, dengan fokus pada Stunting. Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, prevalensi stunting di Indonesia penurunan dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6%, angka ini masih di atas target yang telah ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu sebesar 20% dengan prevalensi paling tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (35.3%). Penanganan dan pencegahan stunting di Indonesia dilakukan dengan berbagai cara seperti, Sun Up Nutrition (SUN), Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P), Pelatihan dan penyuluhan tentang stunting oleh BKKBN Tapsel, dan kelas untuk ibu hamil untuk memperkuat pengetahuan mengenai stunting beserta dampaknya. Dari artikel ini dapat disimpulkan bahwa stunting masih menjadi masalah kesehatan global tidak terkecuali di Indonesia. Artikel ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan program KKN di masa mendatang.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT : KAJIAN LITERATUR DI KABUPATEN TAPANULI SELATAN Syah Pulungan, Darman; Puansah, Irman; Fauzi Siregar, Rahmat; Baroroh, Riski
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.5280-5285

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang masih menjadi fokus pembangunan nasional. Kabupaten Tapanuli Selatan termasuk daerah dengan prevalensi stunting yang memerlukan penanganan multisektoral melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji literatur terkait pencegahan stunting melalui pemberdayaan masyarakat serta menganalisis relevansinya dengan kondisi di Kabupaten Tapanuli Selatan. Kajian dilakukan dengan menelaah jurnal, laporan resmi pemerintah, dan dokumen organisasi internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan pemahaman gizi, perilaku kesehatan ibu dan anak, serta kualitas pelayanan posyandu. Implementasi program pencegahan stunting di Tapanuli Selatan perlu memperkuat partisipasi masyarakat, kolaborasi lintas sektor, dan edukasi berkelanjutan.