Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Melalui Kegiatan Kewirausahaan Dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga Haryanto, Adi; Danial, Adang; Hamdan, Ahmad
Learning Community : Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 6 No 2 (2022): Learning Community: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah FKIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jlc.v6i2.34388

Abstract

Pemberdayaan sangat penting dilakukan karena pada umumnya masyarakat belum memiliki kemauan serta kemampuan dalam melakukan suatu usaha yang diharapkan dapat mengangkat kehidupan menjadi lebih sejahtera. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggambarkan proses pemberdayaan kelompok wanita tani melalui kegiatan kewirausahaan dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pemberdayaan kelompok wanita tani melalui kegiatan kewirausahaan dalam meningkatkan ekonomi keluarga ini menggunakan proses Enabling, Empowering, Protecting. Hasil dari proses pemberdayaan kelompok wanita tani melalui kegiatan kewirausahaan ini yaitu dapat menciptakan suasana yang memungkinkan potensi masyarakat bagi anggota kelompok wanita tani serta bertujuan untuk meningkatkan pendapatan keluarga dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan memberikan penyuluhan dan pendampingan dalam kegiatan kewirausahaan sehingga dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Simpulan dalam kegiatan kewirausahaan produksi abon ayam dapat menambah penghasilan para anggota kelompok wanita tani dalam meningkatkan ekonomi keluarga
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM BUDAYA MBOLO WEKI DI DESA MBAWA KECAMATAN DONGGO, BIMA Haryanto, Adi; Tang, Muhammad; Palili, Sampara
Fitrah Vol 15 No 2 (2024): December
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v15i2.774

Abstract

Mbolo Weki culture, as an integral part of the daily life of the Mbawa Village community, has an important role in strengthening relations between religious communities. This research was carried out with the aim of providing a deeper understanding of the contribution of local culture in supporting the principles of Islamic education in the life of a multi-religious society. Qualitative research method with a phenomenological approach, exploring the meaning and experiences of the community in implementing Mbolo Weki culture. Data collection techniques through passive participant observation, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis follows the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, which were developed by Miles, Huberman, and Saldana. Data validity through source triangulation, method triangulation, and time triangulation. The research results show that the Mbolo Weki culture in Mbawa Village contains Islamic educational values ​​which include: 1) the value of deliberation, in line with Islamic teachings regarding the importance of joint discussion in solving problems; 2) the value of cooperation/mutual cooperation, teaching the principle of mutual assistance in kindness; 3) the value of mutual respect and respect, which strengthens ukhuwah Islamiyah and tolerance between religious believers; 4) the value of caring, reflected in solidarity actions in social life; and 5) the value of politeness, prioritizing noble morals in social interactions.
Anatomi Dan Desain Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Multikultural Haryanto, Adi; Tang, Muhammad
Fusshilat : Jurnal Studi Pendidikan dan Keislaman Vol 1 No 1 (2024): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fusshilat.v1i1.775

Abstract

Pengembangan kurikulum PAI multikultural sangat urgensial dalam pendidikan agama islam untuk memperkuat identitas kebudayaan, membentuk karakter dan wawasan multikultural individu dan masyarakat. Oleh sebab itu, perlu adanya penguatan konseptual melalui anatomi dan desain kurikulum yang mengarah pada PAI multikultural. Berdasar pada hal tersebut maka, Tujuan artikel ini untuk mengkaji anatomi dan desain pengembangan kurikulum PAI multikultural. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan yang berupaya mengkaji bebagai literatur yang ada berupa buku, jurnal, tesis dan terbitan lainnya. Teknik pengumpulan data yakni telaah dokumen, adapun sumber penelitan ini didapatkan dari Google shcooler, Google browser, dan internet. Adapun analisis data dalam penulisan artikel ini menggunakan analisis yang dicetus oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Anatomi pengembangan kurikulum PAI multikultural meliputi: a) Tujuan kurikulum PAI multikultural, b) Mata pelajaran/isi materi berbasis multikultural, 3) Strategi pembelajaran multikultural, 4) Media pembelajaran multikultural, dan 5) Evaluasi. 2) Desain pengembangan kurikulum PAI multikultural dilakukan dengan cara memahami kondisi sosio-kultur masyarakat, salah satu desain pengembangan kurikulum PAI multikultural adalah melakukan kegiatan Studi kultur. Implikasi penulisan artikel ini meliputi; pertama, penguatan indentitas kebudayaan suatu masyarakat, kedua, untuk memberikan kontribusi pada peningkatan kulaitas hidup masyarakat, ketiga, sebagai dasar untuk membentuk karakater dan untuk menambah wawasan multikultural setiap individu dan masyarakat.
Edukasi Ktr Dan Ispa Pada Masyarakat Di RT 09 Wilayah Kerja Pkm Jalan Gedang Kota Bengkulu Destiana, Yenni; Haryanto, Adi; Santiwulansari, Santiwulansari; Cempaka, Febri Melati; Esrawati, Esrawati; Anissa, Kintan; Hilinti, Yatri
Jurnal Dehasen Untuk Negeri Vol 5 No 2 (2026): April
Publisher : LPPJPHKI Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jdun.v5i2.10449

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the leading causes of morbidity and mortality, especially among toddlers and children. The community in RT 09, Jalan Gedang PKM working area, Bengkulu City faces high incidences of cough and respiratory infections due to unhealthy behaviors and unclean environments. This community service aims to provide health education regarding the prevention of cough and respiratory infections to the local community. The methods employed include interactive counseling, demonstrations of clean living practices, and dissemination of educational media such as leaflets and posters. The 2025 Thematic Community Service Program (KKN-T) of Universitas Dehasen Bengkulu focuses on ARI prevention through an educational approach, namely ARI counseling, implementation of Smoke-Free Areas (SFA), and distribution of leaflets and digital education. This activity is conducted in collaboration with village authorities and the local community. The results indicate increased public awareness regarding the importance of environmental cleanliness and reduction of exposure to cigarette smoke, aiming to improve lung capacity and reduce the risk of respiratory infection symptoms. The program has proven effective as a community-based promotive and preventive strategy that can serve as a model for other regions. Cross-sector collaboration and continuous education are essential to support efforts to reduce ARI incidence, as well as contribute to stunting prevention by improving children’s respiratory health.
Teologi Pembebasan Dan Implikasinya Dalam Pendidikan Islam (Telaah Pemikiran Hassan Hanafi) Haryanto, Adi; Abdul Azis; Samsudin
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2024): JUNE
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman teologi yang kaku akan melahirkan sikap intoleransi, eksklusif, diskriminatif dan sekuler dalam kehidupan umat islam. Sikap demikian akan mempengaruhi segala aspek kehidupan umat islam, terutama pendidikan islam akan mengalami degradasi dari segi sistem dan kebijakan, sehingga menghasilkan generasi yang kaku dalam pemahaman agama. Untuk itu, umat islam perlu mengkaji dan mendalam hakikat teologi yang sesungguhnya dengan menggunakan metodologi keilmuan yang benar. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kembali pemikiran Hassan Hanafi tentang teologi Islam dan implikasinya dalam pendidikan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kepustakaan, sumber data yang digunakan diambil dari berbagai literatur yang yang tersedia berupa, buku, jurnal, tesis, skripsi dan internet. Adapun analisis yang digunakan adalah analisis isi. Hasil penelitian menggambarkan bahwa; 1) Hassan Hanafi termasuk tokoh intelektul muslim yang mempunyai pemikiran tentang teologi pembebasan; 2) Analisis bahasa dan analisis realitas, sebagai cara Hassan Hanafi untuk mengkritik teologi klasik; 3) Metode dialektika, fenomenologi dan hermeneutika; 4) Rekontruksi teologi didasarkan pada realitas sosial yang dihadapi umat Islam baik pada masa klasik maupun masa sekarang; 5) Teologi pembebasan dimaksudkan untuk membuka pikiran umat Islam dari pemahaman teoritis ke praktik dan membebaskan umat Islam dari penindasan. Implikasi pemikiran Hassan Hanafi dalam pendidikan islam adalah sebagai berikut; 1) pendidikan islam berbasis pembebasan; 2) pendidikan islam berbasis keterbukaan; 3) dan pendidikan islam berbasis moralitas.
The Patterns of Fiqh Thought of the Four Imams of the School of Islamic Jurisprudence and Their Implications for the Formation of Tolerant Character in the Digital Era Haryanto, Adi
Fusshilat : Jurnal Studi Pendidikan dan Keislaman Vol 1 No 2 (2025): June
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fusshilat.v1i2.1181

Abstract

This study aims to examine the characteristics of fiqh thought of the four major Islamic school imams and their implications for forming a tolerant character in the digital era. It employs a qualitative approach with library research, drawing on academic books, indexed journal articles, and relevant scholarly works on fiqh schools, ijtihad methods, and tolerance. Data were collected through systematic documentation with specific selection criteria and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, involving data condensation, display, and conclusion drawing based on thematic categorization. The findings reveal that differences among the four imams stem from variations in epistemology, ijtihad methods, and socio-historical contexts, reflecting the intellectual richness of Islamic tradition. These differences contain values that contribute to the development of tolerant character, manifested in attitudes such as accepting diversity, listening patiently, respecting differing opinions, avoiding hate speech, demonstrating humility, acting wisely, and fostering critical digital literacy communities. The study concludes that fiqh thought not only functions as a normative foundation of Islamic law but also holds contextual relevance in shaping tolerance in the digital age, requiring its actualization through analytical-contextual education and inclusive digital literacy.