Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pemeriksaan Keparahan Inkontinensia Fekal dengan Kuisioner FISI pada Kelompok Lanjut Usia Peter Ian Limas; Alexander Halim Santoso; Heri Yanto Putra; Ryan Dafano Putra Mahendri; Edwin Destra; Farell Christian Gunaidi
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jppmi.v3i4.1576

Abstract

Fecal incontinence (IF) is the inability to control the release of feces, often occurring in the elderly due to decreased physiological function of the pelvic muscles. Assessment of the severity of fecal incontinence requires a valid instrument such as the Fecal Incontinence Severity Index (FISI), which is based on a score to classify IF conditions. This community service activity was carried out with 93 elderly participants who took part in the FISI examination and education in order to increase understanding of the severity of fecal incontinence and the importance of preventive measures through early detection. The education program was carried out using the PDCA (Plan-Do-Check-Act) method which provides information related to risks, preventive efforts, and healthy lifestyle-based management steps. The average FISI score shows variations in severity among participants, providing an objective picture of the condition of the elderly. FISI acts as an important evaluation tool for monitoring and education, helping the elderly and their families understand their condition and take preventive measures. FISI examination in this program improves the quality of life of the elderly through effective education and prevention strategies
PERAN PARAMETER ANTROPOMETRI DALAM MEMPREDIKSI LEMAK VISERAL PADA LAKI-LAKI DEWASA: STUDI MULTICENTER DI DKI JAKARTA Peter Ian Limas; Alexander Halim Santoso; Daniel Goh; Gracienne
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v5i2.35077

Abstract

Pendahuluan: Lemak viseral merupakan tipe lemak yang secara metabolik aktif dan berperan penting dalam patogenesis penyakit metabolik dan kardiovaskular. Pengukuran langsung lemak viseral menggunakan pencitraan medis tidak praktis untuk skrining populasi luas, sehingga diperlukan parameter antropometri yang sederhana namun akurat. Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang multicenter yang melibatkan 121 laki-laki dewasa di wilayah DKI Jakarta. Parameter antropometri yang dikaji mencakup lingkar perut, lingkar panggul, lingkar lengan atas, Waist-to-hip ratio (WHR), lemak subkutan (bisep, trisep, suprailiaka), berat dan tinggi badan. Estimasi lemak viseral dilakukan menggunakan alat bioimpedansi (Omron HBF-375), dengan nilai >10 sebagai indikator lemak viseral tinggi. Analisis kemampuan prediksi dilakukan menggunakan kurva ROC dan nilai Area Under the Curve (AUC). Hasil: Lingkar perut memiliki nilai AUC tertinggi (0,948; p < 0,001), diikuti oleh lingkar panggul (0,857, p < 0,001), WHR (0,846, p < 0,001), dan lingkar lengan atas (0,840, p < 0,001). Parameter seperti berat badan dan lemak subkutan otot trisep juga menunjukkan nilai prediktif yang bermakna. Sebaliknya, usia dan tinggi badan tidak menunjukkan nilai AUC yang signifikan. Kesimpulan: Lingkar perut terbukti menjadi parameter antropometri paling efektif dalam memprediksi lemak viseral tinggi pada laki-laki dewasa, dan dapat digunakan sebagai alat skrining praktis di pelayanan kesehatan primer. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi kontribusi faktor gaya hidup dan status metabolik terhadap akumulasi lemak viseral serta validasi temuan ini pada populasi yang lebih beragam.