Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kolaborasi Budaya dan Pembelajaran: Inovasi COLAKTRA (Congklak Nusantara) sebagai Media Pembelajaran PKN Berbasis Permainan Tradisional Ardi Afriansyah; Dikdik Baehaqi Arif; Agung Nugraha Putra
Jurnal El-Hamra : Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 3 (2024): Jurnal El-Hamra : Kependidikan dan Kemasyarakatan
Publisher : CV. Amerta Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62630/elhamra.v9i3.180

Abstract

This research aims to investigate the use of the traditional game Congklak as a creative and educational learning medium in the context of Citizenship Education (PKn). The research method uses a literature review approach, by summarizing literature relevant to the research topic. The focus is on analyzing the benefits and implications of using Congklak Nusantara (COLAKTRA) in Civics learning. The results show that Congklak has an important role in children's development, supporting their physical, mental, intellectual and spiritual growth. The use of Congklak in Civics learning through COLAKTRA increases student involvement and creates a pleasant learning atmosphere. The integration of Civics values into Congklak makes it a medium that invites players to reflect on and appreciate Indonesia's cultural riches. The conclusion of this research confirms that COLAKTRA is not just a game, but also an effort to preserve cultural heritage and form a generation that loves the country. It is hoped that the use of traditional games in Civics learning can help students understand and experience the diversity of Indonesia, so that they become competent citizens. Thus, COLAKTRA has the potential to be an effective tool in achieving the goals of citizenship education. Keywords: Learning Media, Civics Learning, Traditional Games Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki penggunaan permainan tradisional Congklak sebagai media pembelajaran kreatif dan edukatif dalam konteks Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Metode penelitian menggunakan pendekatan tinjauan pustaka, dengan merangkum literatur yang relevan dengan topik penelitian. Fokusnya adalah pada analisis manfaat dan implikasi penggunaan Congklak Nusantara (COLAKTRA) dalam pembelajaran PKn. Hasilnya menunjukkan bahwa Congklak memiliki peran penting dalam pengembangan anak-anak, mendukung pertumbuhan fisik, mental, intelektual, dan spiritual mereka. Penggunaan Congklak dalam pembelajaran PKn melalui COLAKTRA meningkatkan keterlibatan siswa dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Integrasi nilai-nilai PKn ke dalam Congklak membuatnya menjadi medium yang mengajak pemain untuk merenung dan menghargai kekayaan kultural Indonesia. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa COLAKTRA bukan hanya sebuah permainan, tetapi juga upaya pelestarian warisan budaya dan pembentukan generasi yang cinta tanah air. Penggunaan permainan tradisional dalam pembelajaran PKn diharapkan dapat membantu siswa memahami dan merasakan keberagaman Indonesia, sehingga mereka menjadi warga negara yang kompeten. Dengan demikian, COLAKTRA memiliki potensi sebagai alat yang efektif dalam mencapai tujuan pendidikan kewarganegaraan. Kata kunci: Media Pembelajaran, Pembelajaran PKn, Permainan Tradisional
Kolaborasi Budaya dan Pembelajaran: Inovasi COLAKTRA (Congklak Nusantara) sebagai Media Pembelajaran PKN Berbasis Permainan Tradisional Ardi Afriansyah; Dikdik Baehaqi Arif; Agung Nugraha Putra
Jurnal El-Hamra : Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 3 (2024): Jurnal El-Hamra : Kependidikan dan Kemasyarakatan
Publisher : CV. Amerta Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62630/elhamra.v9i3.180

Abstract

This research aims to investigate the use of the traditional game Congklak as a creative and educational learning medium in the context of Citizenship Education (PKn). The research method uses a literature review approach, by summarizing literature relevant to the research topic. The focus is on analyzing the benefits and implications of using Congklak Nusantara (COLAKTRA) in Civics learning. The results show that Congklak has an important role in children's development, supporting their physical, mental, intellectual and spiritual growth. The use of Congklak in Civics learning through COLAKTRA increases student involvement and creates a pleasant learning atmosphere. The integration of Civics values into Congklak makes it a medium that invites players to reflect on and appreciate Indonesia's cultural riches. The conclusion of this research confirms that COLAKTRA is not just a game, but also an effort to preserve cultural heritage and form a generation that loves the country. It is hoped that the use of traditional games in Civics learning can help students understand and experience the diversity of Indonesia, so that they become competent citizens. Thus, COLAKTRA has the potential to be an effective tool in achieving the goals of citizenship education. Keywords: Learning Media, Civics Learning, Traditional Games Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki penggunaan permainan tradisional Congklak sebagai media pembelajaran kreatif dan edukatif dalam konteks Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Metode penelitian menggunakan pendekatan tinjauan pustaka, dengan merangkum literatur yang relevan dengan topik penelitian. Fokusnya adalah pada analisis manfaat dan implikasi penggunaan Congklak Nusantara (COLAKTRA) dalam pembelajaran PKn. Hasilnya menunjukkan bahwa Congklak memiliki peran penting dalam pengembangan anak-anak, mendukung pertumbuhan fisik, mental, intelektual, dan spiritual mereka. Penggunaan Congklak dalam pembelajaran PKn melalui COLAKTRA meningkatkan keterlibatan siswa dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Integrasi nilai-nilai PKn ke dalam Congklak membuatnya menjadi medium yang mengajak pemain untuk merenung dan menghargai kekayaan kultural Indonesia. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa COLAKTRA bukan hanya sebuah permainan, tetapi juga upaya pelestarian warisan budaya dan pembentukan generasi yang cinta tanah air. Penggunaan permainan tradisional dalam pembelajaran PKn diharapkan dapat membantu siswa memahami dan merasakan keberagaman Indonesia, sehingga mereka menjadi warga negara yang kompeten. Dengan demikian, COLAKTRA memiliki potensi sebagai alat yang efektif dalam mencapai tujuan pendidikan kewarganegaraan. Kata kunci: Media Pembelajaran, Pembelajaran PKn, Permainan Tradisional
Implementasi Asas Amar Ma’ruf Nahi Munkar dalam Qanun Jinayah Aceh: Antara Penegakan Syariat dan Keadilan Sosial Aji Santoso; Aulia Rahman Fahrudin; Adieb Aunurafiq; Agung Nugraha Putra; Deden Najmudin
TADHKIRAH: Jurnal Terapan Hukum Islam dan Kajian Filsafat Syariah Vol. 3 No. 1 (2026): TADHKIRAH: Jurnal Terapan Hukum Islam dan Kajian Filsafat Syariah
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/tadhkirah.v3i1.375

Abstract

Qanun Jinayah Aceh is a form of application of Islamic law in the regional legal system which is based on the principle of amar ma'ruf nahi munkar. This principle aims to uphold moral values ​​and prevent deviant acts in society. However, its implementation cannot be separated from containing the limits of sharia enforcement, protection of human rights, and the realization of social justice. This condition shows the need for a critical study of the application of the principles of amar ma'ruf nahi munkar in the Aceh Qanun Jinayah. This study aims to analyze the implementation of the principle of amar ma'ruf nahi munkar in the Aceh Qanun Jinayah and assess its conformity with the principles of social justice. The research method used is normative juridical with a statutory, conceptual, and sociological approach, through a literature study of regulations, Islamic legal literature, and related scientific studies. The results of the study indicate that the principle of amar ma'ruf nahi munkar has become the normative basis for enforcing the Qanun Jinayah, but in practice it still faces challenges in the form of law enforcement that is not fully fair, potential discrimination, and a weak perspective on social justice. Therefore, the implementation of these principles must be proportional, contextual, and oriented toward the public interest. The implications of this research emphasize the importance of integrating the enforcement of Islamic law with the principles of social justice so that the Aceh Qanun Jinayah can be implemented fairly, humanely, and sustainably.