Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Dampak Bullying terhadap Kecerdasan Interpersonal Siswa Kelas V di Madrasah Ibtidaiyah Sirojudin Kota Bogor Saiful Kamal; Irvan Iswandi; Alfi Satria
Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan bahasa Vol. 1 No. 4 (2024): November : Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan bahasa
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/dilan.v1i4.872

Abstract

In the field of education, students are guided to develop their potential, to hon and cultivate their interpersonal intelligence as a foundation to help them be accepted by society. Interpersonal intelligence greatly assists children forming good social relationships, which is one of the key factors to navigate daily life. Students with strong interpersonal intelligence are better able to understand and interact with others, enabling them to socialize effectively. However, the current reality shows that many children still struggle to develop interpersonal intelligence properly. For example. children often use aggressive language, mock, belittle, or tease others while playing which lead to bullying behaviors. The aim of this study is to identify the types of bullying occurred at Islamic Primary School of Sirojudin, then to assess the condition of students’ interpersonal intelligence who experiencen being bullied, and explore the relationship between interpersonal intelligence and bullying. This study refers to a qualitative method with a descriptive qualitative approach. The researcher employs interview, observation, and documentation techniques for data collection. The results of the study show that (1) the bullying occurred at the school takes the form of physical, verbal, and relational bullying; (2) bullying affects students’ interpersonal intelligence, as students who experience bullying tend to feel insecure and struggle to socialize effectively; and finally (3) bullying and students' interpersonal intelligence are correlated.
Analisis Spasial Kejadian Tuberkulosis di Kota Banda Aceh: Spatial Analysis of Tuberculosis Event in the City of Banda Aceh Farrah Fahdhienie; Tiara Mairani; Phossy Vionica Ramadhana; Saiful Kamal
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i8.3536

Abstract

Latar belakang: Gejala klinis TBC dan Covid-19 yang hampir sama memunculkan stigma di masyarakat untuk menahan diri tidak mendatangi pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan penemuan kasus dan terhambatnya penanganan TB. Maka perlu, mengidentifikasi faktor risiko untuk memutuskan mata rantai penularan dan melaksanakan program pencegahan serta penanggulangan TBC Paru BTA dilakukan analisis kewilayahan sebaran kasus secara deskriptif analitik dengan pendekatan Geographic Information System (GIS). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengelompokan kasus TBC serta populasi kasus TBC Paru BTA (+) dengan pendekatan Geographic Information System (GIS). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan Geographic Information System (GIS) untuk mengidentifikasi pengelompokan kasus TBC serta populasi kasus TBC Paru BTA (+) berjumlah 455 kasus menggunakan data sekunder dari Laporan TB 03 SO (Sensitif Obat) Program Tuberkulosis Dinkes Aceh. Teknik analisis data menggunakan QGIS 2.6.1, SatScan dan GeoDa. Hasil: Kasus TB di Kota Banda Aceh paling tinggi terjadi pada laki-laki, pada tahun 2019 sebanyak 73% dan tahun 2020 kasus sebanyak 65.1% pada kelompok umur terbanyak menderita TB pada kategori usia produktif. Hasil uji bivariat BiLISA tahun 2019 menunjukkan bahwa 14 desa (15,5%) dan 13 desa (14,4%) pada tahun 2020 memiliki hubungan signifikan antara kepadatan penduduk dengan jumlah kasus TB serta uji Moran’s Scatterplot menunjukkan nilai Moran’s I = 0,096 pada tahun 2019 dan nilai Moran’s I = 0,032 pada tahun 2020 artinya terdapat autokorelasi spasial positif antara kepadatan penduduk dengan kejadian TB Paru di Kota Banda Aceh dan terdapat pengelompokan kasus di Kecamatan Meuraxa pada tahun 2019. Kesimpulan: Penelitian ini menemukan bahwa laki-laki lebih rentang untuk terinfeksi TB Paru. Terdapat hubungan yang signifikan antara kepadatan penduduk dengan kejadian TB Paru.