Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Globalisasi terhadap Perubahan Pola Komunikasi antar Budaya pada Generasi Z Salsabila, Farah Lutfiya; Widiyanarti, Tantry; Ashari, Sulthanah Dzakyah; Zahra, Tasyrika; Fadhilah, Sekar Ayu
Indonesian Culture and Religion Issues Vol. 1 No. 4 (2024): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/diksima.v1i4.110

Abstract

Globalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi antar budaya terutama pada Generasi Z yang tumbuh di era digital. Generasi Z menunjukkan kemampuan beradaptasi dalam komunikasi antarbudaya, memanfaatkan keterampilan digital dan media sosial untuk terlibat dengan budaya yang beragam, sambil menghadapi berbagai tantangan dalam komunikasi antar budaya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana globalisasi memengaruhi perubahan pola komunikasi antar budaya pada Generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang merupakan metode pengumpulan data atau sumber-sumber yang terkait dengan topik penelitian meliputi buku, artikel ilmiah, dan laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi memfasilitasi interaksi lintas budaya yang lebih cepat dan luas, di mana Generasi Z memanfaatkan teknologi digital untuk berkomunikasi dan beradaptasi dengan budaya asing. Namun, globalisasi juga menimbulkan tantangan, seperti risiko hilangnya identitas budaya lokal akibat dominasi budaya global. Meskipun demikian, Generasi Z memiliki peluang untuk menjadi lebih inklusif dan toleran terhadap perbedaan budaya. Kesimpulannya, globalisasi memberikan dampak positif dan negatif terhadap komunikasi antar budaya, dan Generasi Z perlu menemukan keseimbangan antara mempertahankan identitas budaya lokal dan beradaptasi dengan budaya global.
Perbandingan Sistem Media dan Politik di Negara Demokrasi Maju dan Berkembang Fadhilah, Sekar Ayu; Purwanto, Eko; Fauziah, Anisa; Aidilia, Zahra; Melati, Rhisma
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5169

Abstract

Hubungan antara media dan politik adalah suatu dinamika kompleks yang saling memengaruhi, diwarnai oleh persoalan bias politik, sensasionalisme, dan penggunaan framing secara strategis untuk melayani kepentingan elite kekuasaan. Media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai aktor politik yang memiliki kemampuan besar dalam membentuk opini publik, menetapkan agenda, dan memengaruhi persepsi masyarakat terhadap realitas politik. Oleh karena itu, penting untuk membandingkan sistem media dan politik di negara demokrasi maju dan negara demokrasi berkembang guna memahami variasi peran dan fungsi media dalam konteks yang berbeda. Negara-negara demokrasi maju, seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat, umumnya memiliki sistem media yang relatif independen, didukung oleh regulasi yang kuat, profesionalisme jurnalisme, serta tingkat literasi media yang lebih tinggi. Dalam konteks ini, media berperan sebagai watchdog demokrasi yang mengawasi kekuasaan dan mendorong akuntabilitas publik. Sebaliknya, negara-negara demokrasi berkembang, seperti Indonesia, menghadapi berbagai tantangan struktural seperti konsentrasi kepemilikan media pada kelompok elite tertentu, rendahnya literasi media, serta intervensi politik dan ekonomi yang memengaruhi independensi redaksional. Hal ini menyebabkan media terkadang terjebak dalam kepentingan ekonomi-politik atau berfungsi sebagai alat legitimasi kekuasaan. Artikel ini bertujuan untuk membandingkan bagaimana media dan politik saling memengaruhi di kedua konteks tersebut, serta merumuskan strategi untuk membangun ekosistem media yang sehat, independen, dan bertanggung jawab di negara demokrasi berkembang.