Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Media Sosial terhadap Komunikasi Antarbudaya Remaja: Studi Kasus di TikTok Azzahra, Mahnum Elbah; Hasanah, Hafifah Yusrul; Amelia, Debi; Melati, Rhisma; Salwi, Ahmad Diva
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital Vol. 2 No. 2 (2025): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jbkd.v2i2.3380

Abstract

Perubahan budaya akan terus berkembang seiring dengan munculnya teknologi baru, seperti media sosial. Media sosial berdampak baik dari positif maupun negatif karena bertujuan untuk memudahkan komunikasi. Aplikasi TikTok menjadi salah satu media sosial yang paling banyak digunakan, memungkinkan pengguna berinteraksi melalui chat pribadi dan membuat berbagai video. Pengaruhnya terhadap kebudayaan telah ditunjukkan oleh aplikasi ini, yang diluncurkan pada September 2016. TikTok sekarang menjadi sosial media yang paling populer di kalangan mahasiswa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab perubahan budaya komunikasi dan bagaimana perubahan budaya komunikasi pada penggunaan media sosial TikTok oleh remaja.
Perbandingan Sistem Media dan Politik di Negara Demokrasi Maju dan Berkembang Fadhilah, Sekar Ayu; Purwanto, Eko; Fauziah, Anisa; Aidilia, Zahra; Melati, Rhisma
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5169

Abstract

Hubungan antara media dan politik adalah suatu dinamika kompleks yang saling memengaruhi, diwarnai oleh persoalan bias politik, sensasionalisme, dan penggunaan framing secara strategis untuk melayani kepentingan elite kekuasaan. Media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai aktor politik yang memiliki kemampuan besar dalam membentuk opini publik, menetapkan agenda, dan memengaruhi persepsi masyarakat terhadap realitas politik. Oleh karena itu, penting untuk membandingkan sistem media dan politik di negara demokrasi maju dan negara demokrasi berkembang guna memahami variasi peran dan fungsi media dalam konteks yang berbeda. Negara-negara demokrasi maju, seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat, umumnya memiliki sistem media yang relatif independen, didukung oleh regulasi yang kuat, profesionalisme jurnalisme, serta tingkat literasi media yang lebih tinggi. Dalam konteks ini, media berperan sebagai watchdog demokrasi yang mengawasi kekuasaan dan mendorong akuntabilitas publik. Sebaliknya, negara-negara demokrasi berkembang, seperti Indonesia, menghadapi berbagai tantangan struktural seperti konsentrasi kepemilikan media pada kelompok elite tertentu, rendahnya literasi media, serta intervensi politik dan ekonomi yang memengaruhi independensi redaksional. Hal ini menyebabkan media terkadang terjebak dalam kepentingan ekonomi-politik atau berfungsi sebagai alat legitimasi kekuasaan. Artikel ini bertujuan untuk membandingkan bagaimana media dan politik saling memengaruhi di kedua konteks tersebut, serta merumuskan strategi untuk membangun ekosistem media yang sehat, independen, dan bertanggung jawab di negara demokrasi berkembang.