Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmu Multidisplin

Kerjasama Pemerintah Indonesia dan Swiss dalam Mendukung SDGs Poin 13 & 17 Melalui Program Green Building di Kota Semarang Siep, Valeria; Seba, Roberto Octavianus Cornelis; Wibisono, Indra Wisnu
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.955

Abstract

Kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Swiss dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) memiliki fokus yang kuat terhadap dua poin penting, yaitu Poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan Poin 17 (Kemitraan untuk Tujuan). Dalam melihat program green building di Kota Semarang memainkan peran krusial dalam implementasi kebijakan ramah lingkungan yang mendukung ketahanan iklim dan pengembangan berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan kerjasama bilateral, yang mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, dan dampak dari program green building. Melalui analisis data dan kajian literatur, terbukti bahwa kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis lokal tetapi juga menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya keberlanjutan. Pembangunan berkelanjutan di Kota Semarang dapat dicapai melalui sistem bangunan yang efisien dan ramah lingkungan. Dukungan keuangan dari pemerintah dan Organisasi Internasional juga memberikan dorongan bagi pelaksanaan program ini. Melalui hibah, pinjaman lunak, dan dukungan teknis, proyek-proyek green building dapat terlaksana dengan lebih baik. karena pembangunan berkelanjutan memerlukan investasi modal yang tidak sedikit. Salahsatu contoh nyata adalah proyek selalu mendapatkan dukungan pemerintah daerah yang bersinergi dengan kebijakan nasional. Dengan menerapkan insentif bagi developer yang mengadopsi praktek green building, diharapkan akan muncul lebih banyak proyek ramah lingkungan yang dapat berkontribusi pada pencapaian SDGs. masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya keberlanjutan dan bagaimana mereka dapat berkontribusi
Peran MNC dalam Mewujudkan Kesetaraan Gender di Indonesia “Studi Kasus Strategi PT Loreal Indonesia dalam Mendukung SDGs Poin ke-5” Tahun 2023 Wandamani, Badina; Seba, Roberto Octavianus Cornelis; Wibisono, Indra Wisnu
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.957

Abstract

Artikel ini menganalisis peran perusahaan multinasional dalam mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia, dengan melihat strategi PT Loreal Indonesia dalam mendukung agenda tujuan berkelanjutan SDGs poin 5 dengan menyadari perlunya memberikan kesempatan bagi perempuan dalam aspek ekonomi dan pendidikan untuk mengelola sumber daya secara lebih luas dan mendapatkan kesempatan yang sama dengan laki-laki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi literature dari buku, document publikasi pemerintah, hasil-hasil penelitian, serta artikel publikasi. Hasil penelitian menyoroti bahwa PT Loreal Indonesia telah menjadi aktor positif dalam mencapai kesetaraan gender dengan menciptakan peluang dan perlindungan bagi pemberdayaan perempuan melalui program-program internal maupun eksternal. Namun Penting bagi perusahaan untuk tidak hanya memperhatikan hasil yang dicapai di dalam organisasi, tetapi juga memikirkan pengaruh jangka panjang terhadap komunitas sehingga SDGs poin 5 dapat tercapai secara efektif.
Diplomasi Kepolisian Filipina - Indonesia dalam Menangani Kejahatan Lintas Negara: Studi Kasus Police to Police Cooperation dalam Pemulangan Buronan Alice Guo Latumaerissa, Hanna; Seba, Roberto Octovianus Cornelis; Wibisono, Indra Wisnu
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (April - Mei 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v5i1.1909

Abstract

Kemajuan teknologi dalam era globalisasi telah meningkatkan kompleksitas Organized Transnational Crime (OTC), yang menuntut transformasi strategi penegakan hukum lintas batas. Penelitian yang berjudul “Diplomasi Kepolisian Filipina - Indonesia Dalam Menangani Kejahatan Lintas Negara: Studi Kasus Police to Police Cooperation Dalam Pemulangan Buronan Alice Guo,” ini bertujuan menganalisis efektivitas kerja sama kepolisian kedua negara dalam merespons ancaman tersebut. Fokus riset tertuju pada Alice Guo, mantan Wali Kota Bamban, yang terlibat jaringan perjudian daring (POGO) dan pencucian uang. Menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis melalui wawancara mendalam dengan Divhubinter Polri, ditemukan bahwa pemulangan dilakukan melalui mekanisme Police to Police atau Handing Over. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ini lebih akseleratif dibandingkan ekstradisi formal atau Mutual Legal Assistance (MLA) yang birokratis. Melalui perspektif Liberalisme Institusional, keberhasilan operasi ini didorong oleh peran INTERPOL dalam mereduksi ketidakpastian informasi. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan kerangka hukum pada kerja sama police-to-police sangat krusial agar kolaborasi keamanan di masa depan tidak hanya bergantung pada kondisi situasional atau kepentingan politik semata.