Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Burnout Syndrom terhadap Ciri Kepribadian Ekstrovert dan Introvert pada Mahasiswa Kedokteran di Jakarta Azzahra, Sabna; Kusuma, Indra; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 9 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i9.4067

Abstract

ABSTRAK Burnout Syndrom pada Mahasiswa Kedokteran sering terjadi secara signifikan terkait dengan beban kuliah yang berat yang perlu perubahan pengaturan akademik dan organisasi. Salah satu penyebab dari burnout syndrom yaitu kepribadian Introvert. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Burnout Syndrom Terhadap Ciri Kepribadian Ekstrovert dan Introvert Pada Mahasiswa Kedokteran Di Jakarta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran di Jakarta. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret 2023 sampai Agustus 2023. Sampel diambil dengan convenience sampling. Besaran sampel dihitung dengan rumus Lameshow dan didapatkan sebanyak minimal 97 mahasiswa yang bersedia menjadi responden. Jumlah subjek dalam penelitian ini berjumlah 315 Mahasiswa Fakultas Kedokteran di Jakarta. Hasil dari penelitian didapatkan Burnout Syndrom pada mahasiswa kedokteran di Jakarta mayoritas masuk kategori sedang yaitu 291 responden (92.4%), kategori berat yaitu 19 responden (6.0%), dan paling sedikit dengan kategori ringan yaitu 5 responden (1.6%). Dimensi sinisme mayoritas kategori sedang yaitu 286 responden (90.8%), berat 20 responden (6.3%), dan ringan 9 responden (2.9%). Dimensi kelelahan emosional mayoritas masuk kategori sedang 284 responden (90.2%), berat 20 responden (6.3%), dan ringan 11 responden (3.5%). Dimensi penurunan pencapaian pribadi mayoritas masuk kategori sedang yaitu 270 responden (85.7%), berat 39 responden (12.4%), dan ringan 6 responden (1.9%). Hasil kepribadian mayoritas Introvert yaitu 174 responden (55.2%) sedangkan kepribadian Ekstrovert yaitu 141 responden (44.8%). Nilai probabilitas uji chi square sebesar 0,100 dimana nilai ini lebih besar dari 0,05 maka didapatkan hasil tidak terdapat Hubungan antara Burnout Syndrom Terhadap Ciri Kepribadian Ekstrovert Dan Introvert Pada Mahasiswa Kedokteran Di Jakarta. ABSTRACT Burnout Syndrome among medical students often occurs significantly in connection with the heavy academic workload that requires changes in academic and organizational arrangements. One of the causes of burnout syndrome is Introverted personality. This research aims to determine the Description of Burnout Syndrome on Extroverted and Introverted Personality Traits in Medical Students in Jakarta. This study is a descriptive analytic type with a cross-sectional research design. The sample in this study consists of Medical Faculty students in Jakarta. Data collection was conducted from March 2023 to August 2023, using convenience sampling. The sample size was calculated using the Lameshow formula, and a minimum of 97 students willing to participate were obtained. The total number of subjects in this study was 315 Medical Faculty students in Jakarta. The results of the study revealed that Burnout Syndrome in medical students in Jakarta mostly fell into the moderate category, with 291 respondents (92.4%), followed by the severe category with 19 respondents (6.0%), and the least in the mild category with 5 respondents (1.6%). The dimension of cynicism mostly fell into the moderate category, with 286 respondents (90.8%), severe with 20 respondents (6.3%), and mild with 9 respondents (2.9%). The dimension of emotional exhaustion mostly fell into the moderate category, with 284 respondents (90.2%), severe with 20 respondents (6.3%), and mild with 11 respondents (3.5%). The dimension of reduced personal achievement mostly fell into the moderate category, with 270 respondents (85.7%), severe with 39 respondents (12.4%), and mild with 6 respondents (1.9%). The majority of respondents had an Introverted personality, with 174 respondents (55.2%), while Extroverted personality was exhibited by 141 respondents (44.8%). The chi-square test probability value was 0.100, where this value is greater than 0.05, indicating that there is no relationship between Burnout Syndrome and Extroverted and Introverted Personality Traits in Medical Students in Jakarta.
Conjungtival Autograft (CAG) sebagai Terapi Pterigium Stadium III pada Individu dengan Risiko Paparan UV Tinggi Azzahra, Sabna; Shahab, Mustafa Kamil; Indriawati, Atiek
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 4 (2025): Oktober, Social Issues and Problems in Society
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i4.49880

Abstract

Pterigium adalah pertumbuhan fibrovaskular pada jaringan sub konjungtiva yang berbentuk segitiga lalu menyentuh kornea di fisura palpebra medial dan lateral. Pterigium adalah kondisi degeneratif kronis dengan penyebab yang tidak diketahui, sering ditemukan pada individu yang tinggal di daerah panas dan kering. Kondisi ini lebih sering terjadi pada lansia dan pria dibandingkan wanita, terutama karena menghabiskan waktu lama di luar ruangan. Tindakan operasi merupakan pilihan utama saat ini. Beberapa teknik operasi telah berkembang dan dapat dilakukan untuk menangani kasus pterigium. Teknik operasi laporan kasus ini menggunakan conjungtival autograft.Deskripsi kasus : Seorang pasien laki-laki, berusia 47 tahun, bekerja sebagai Polri datang ke Poliklinik Mata RS Bhayangkara TK. I dengan keluhan adanya selaput seperti daging yang tumbuh pada mata kiri sejak enam tahun yang lalu. Selaput tersebut awalnya kecil, namun secara perlahan membesar, meskipun pasien tidak mengetahui secara pasti kapan pertumbuhannya mulai. Keluhan disertai rasa mengganjal pada mata kiri, disertai keluarnya air mata dan rasa gatal yang dirasakan semakin memberat dalam tiga bulan terakhir. Pasien didiagnosis pterigium stadium III kemudian dilakukan operasi conjungtival autograft. Kesimpulan : Teknik operasi conjungtival autograft merupakan salah satu pilihan operasi pada kasus pterigium. Hasil yang didapat setelah operasi ini cukup memuaskan. Prognosis pada kasus ini adalah ad bonam. Karena setelah dilakukan tindakan tersebut, pasien hanya merasakan rasa tidak nyaman, tetapi pasien tetap diinformasikan tentang kemungkinan komplikasi ataupun kekambuhan yang dapat terjadi.