Panarang, Ahmad Surya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Life Style Remaja di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan yang Beresiko menjadi Penyebab Penyakit Tidak Menular di Era Society 5.0 Warjiman, Warjiman; Ingir, Imelda; Oktovin, Oktovin; Sipayung, Allesandra Dielviony; Panarang, Ahmad Surya; Sari, Dea Frastika; Ramadhani, Nanda Putri
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.4.2024.955-962

Abstract

Era Society 5.0 menjanjikan kemudahan bagi penggunanya, dari kemudahan akses informasi dan komunikasi, sistem permintaan antar jemput, proses pembelajaran e-learning, berbelanja on-line, sampai dengan system pesan antar makanan tanpa harus ketempat yang dituju. Salah satu yang paling banyak memanfaatkan perkembangan teknologi adalah remaja terutama akses media sosial dan internet. Lama penggunaan media sosial oleh remaja rata-rata 3 jam 14 menit untuk akses media sosial dan 8 jam 52 menit untuk akses internet. Perilaku ini perlu diwaspadai karena akan berdampak pada perubahan perilaku sedentary life style terutama pada remaja yang merupakan masa depan bangsa Indonesia. Maka dari itu, diperlukan analisis mendalam terkait identifikasi faktor resiko seperti apa yang dapat meningkatkan kejadian penyakit tidak menular di Era Society 5.0 ini. Baik dari kondisi aktifitas fisik, pola konsumsi makanan, status Indeks Massa Tubuh (IMT) dan lama penggunaan media sosial dan akses internet. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan mengumpulkan data aktifitas fisik menggunakan Baecke Questionnaire, pola makan dengan Food Frequency Questionnaire (FFQ), IMT dengan pengukuran antopometri meliputi tinggi dan berat badan. Sampel penelitian ini berjumlah 315 orang yang merupakan remaja sekolah kelas X dan XI yang tersebar di 4 wilayah berbeda di Kota Banjarmasin yang akan ditentukan dengan Teknik Probability Sampling yaitu dengan cluster sampling. Hasil penelitian lama penggunaan smartphone pada remaja rata-rata 4-5 jam perhari (42,9%), aktifitas fisik remaja pada kategori sedang (79,4%), pola makan remaja pada kategori jarang (95,2%) dan status IMT remaja pada kategori normal (39,7%). Kesimpulan Remaja di Kota Banjarmasin memiliki faktor resiko meningkatnya PTM dengan masih ditemukannya kasus berat badan berlebih dan obesitas dan pola makan remaja terutama jarang dalam mengkonsumsi sayur dan buah. Aktifitas fisik ketika waktu senggang cukup rendah ditambah lagi rata-rata penggunaan smartphone 4-5 jam.
Predictors of Quality of Life Among Individuals with Anxiety Disorders: Sociodemographic and Community Support Analysis Dhawo, Maria Silvana; Dias, Maria Frani Ayu Andari; Panarang, Ahmad Surya
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.v10i1.31109

Abstract

Background: Anxiety disorders severely degrade the quality of life (QOL), necessitating alternative interventions like community peer support to buffer intrapersonal stressors. Objective: This study aimed to analyze the collective influence of sociodemographic factors and community support on four QOL domains among individuals with anxiety in Indonesia. Methods: A quantitative cross-sectional design was conducted utilizing convenience sampling. The sample comprised 98 active members of a non-clinical peer support community. Data were gathered via sociodemographic questionnaires and the WHOQOL-BREF instrument, then analyzed using descriptive profiling, parametric and non-parametric bivariate comparative tests, and ordinal logistic regression. Results: Despite 93.9% of respondents suffering from chronic anxiety, 64.3% maintained a "Good" or "Very Good" overall QOL. Regression revealed specific sociodemographic predictors: residing outside Java increased the odds of better physical QOL (OR=2.219); adolescents faced 88.9% lower odds for higher psychological QOL (OR=0.111); acute anxiety (<6 months) predicted better social QOL (OR=5.939); and unmarried individuals had 79.9% lower odds for better environmental QOL (OR=0.201). Conclusion: Peer support effectively preserves QOL, though specific demographic vulnerabilities persist. These findings provide an empirical mandate for community mental health nurses to implement social prescribing. Nursing interventions should be asymmetrically targeted: providing intensive screening for adolescents, prioritizing social rehabilitation for chronic sufferers, and designing alternative support systems for unmarried individuals to reinforce their flexible line of defense.