Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gambaran Psychological Well-Being Peran Ganda Pada Working Mom di Sektor Informal Sari, Ega Yugesti; Wulan, Tyas Nawang; Fuadi, Ainus Saqifah; Arkhindah, Lintang Nezia; Wahid, Diana; Situmorang , Nina Zulida; Hayati , Elli Nur

Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v11i2.4857

Abstract

Peran ganda pada working mom di sektor informal mengalami tekanan psikologis, memiliki konflik peran sehingga menyebabkan rendahnya psychological well-being. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran psychological well-being peran ganda pada working mom di sektor informal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 5 subjek. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan; (1) rendahnya penerimaan diri pada subjek DL, S, dan M sedangkan subjek SY dapat dikatakan penerimaan diri kategori sedang dan subjek R memiliki penerimaan diri yang tinggi; (2) hubungan positif dengan orang lain pada subjek DL, S, M, dan SY cenderung sedang dan subjek R memiliki hubungan positif dengan orang lain kategori tinggi; (3) kemandirian, kelima subjek mempunyai kemandirian yang tinggi; (4) penguasaan lingkungan, kelima subjek mempunyai penguasaan lingkungan yang tinggi; (5) kelima subjek belum terlalu memahami apa tujuan, misi, dan arah yang membuatnya merasa hidup; (6) pengembangan diri, kelima subjek belum mampu secara maksimal mengembangkan potensi yang dimiliki. Kesimpulannya Working mom memerlukan dukungan sosial dari suami, keluarga dan masyarakat sekitarnya agar psychological well-being dapat meningkat.
The relationship between work-life conflict, workforce agility, and subjective well-being among remote employees: The underlying mechanism of job stress Sari, Ega Yugesti; Widyowati, Arini; Arendse, Najuwa
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Psychology and Health - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/pjpp.v10i1.23281

Abstract

While remote working conditions became more prominent post COVID-19, they have influenced a shift in the subjective well-being (SWB) of remote employees. The impact of the associated job stress has been underexplored in Indonesia. Drawing on the job demands-resources model, this research investigates the underlying mechanisms of job stress in explaining the relationships between work-life conflict, workforce agility, and SWB among remote employees. A total of 350 permanent employees who work fulltime remotely in several organization in Indonesia (65.7% women, M-age = 26.19 years; SD = 3.66) participated in the study. Data were collected using scales measuring work-life conflict, workforce agility, SWB and job stress, distributed online via Google Forms. The data were analyzed using structural equation modeling (SEM) techniques with the IBM SPSS AMOS program. The results showed that work-life conflict and workforce agility were associated with subjective well-being ( β = -.32 and .79, p < .001; respectively). Furthermore, job stress fully explains the relationship between work-life conflict and subjective well-being (CI -.46 – -.12) and partially explains the association between workforce agility and subjective well-being (CI .62 – .87). The findings have implications for how organizations and counsellors can assist remote employees in enhancing their well-being by managing their stress, promoting workforce agility, and overcoming work-life conflicts.
Gambaran Psychological Well-Being Peran Ganda Pada Working Mom di Sektor Informal Sari, Ega Yugesti; Wulan, Tyas Nawang; Fuadi, Ainus Saqifah; Arkhindah, Lintang Nezia; Wahid, Diana; Situmorang , Nina Zulida; Hayati , Elli Nur
ILMU PSIKOLOGI Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v11i2.4857

Abstract

Peran ganda pada working mom di sektor informal mengalami tekanan psikologis, memiliki konflik peran sehingga menyebabkan rendahnya psychological well-being. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran psychological well-being peran ganda pada working mom di sektor informal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 5 subjek. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan; (1) rendahnya penerimaan diri pada subjek DL, S, dan M sedangkan subjek SY dapat dikatakan penerimaan diri kategori sedang dan subjek R memiliki penerimaan diri yang tinggi; (2) hubungan positif dengan orang lain pada subjek DL, S, M, dan SY cenderung sedang dan subjek R memiliki hubungan positif dengan orang lain kategori tinggi; (3) kemandirian, kelima subjek mempunyai kemandirian yang tinggi; (4) penguasaan lingkungan, kelima subjek mempunyai penguasaan lingkungan yang tinggi; (5) kelima subjek belum terlalu memahami apa tujuan, misi, dan arah yang membuatnya merasa hidup; (6) pengembangan diri, kelima subjek belum mampu secara maksimal mengembangkan potensi yang dimiliki. Kesimpulannya Working mom memerlukan dukungan sosial dari suami, keluarga dan masyarakat sekitarnya agar psychological well-being dapat meningkat.
MENGURANGI STRES AKADEMIK MELALUI TEKNIK STABILISASI EMOSI PADA SISWA SMA MUHAMMADIYAH 2 YOGYAKARTA Sari, Ega Yugesti; Arkhindah, Lintang Nezia; Wahid, Diana; Widiana, Herlina Siwi
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.11558

Abstract

Usia anak Sekolah Menengah Atas termasuk pada masa remaja yang mengalami banyak perubahan terbesar karena fase ini beban atau tekanan akan terus bertambah, secara akademik siswa tentu akan mendapatkan tuntutan dari sekolah ataupun dari rumah baik itu berupa tugas, ekstrakulikuler, kurikulum yang banyak, bahkan sekolah yang menerapkan sistem fullday school. Hal tersebut menjadi faktor yang dapat menimbulkan stress akademik karena siswa tidak mampu mengelola stress atau melakukan antisipasi stress. Pelaksanaan kegiatan Program Pemberdayaan Umat (PRODAMAT) bertema Pelatihan, MELEKAT: Mengenal Lebih Dekat, Antisipasi Stres Akademik pada Siswa SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, bertujuan untuk mengurangi atau mengantisipasi stres akademik dengan teknik stabilisasi emosi pada siswa. Tahapan pengabdian yang dilakukan di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta terdiri atas pretest, pemaparan materi tentang antisipasi stres akademik, praktik teknik stabilisasi emosi dan diakhiri postest.  Hasil uji Paired Sample Test menunjukkan bahwa nilai t = 2.318 dengan signifikansi 0.027 (p < 0.05), maka diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara mean skor pretest dan postest pada stres akademik. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan teknik stabilisasi emosi efektif digunakan untuk mengurangi stres akademik pada siswa.